Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir

Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir
Pemenang


__ADS_3

Lautan manusia memadati sekitaran arena pertandingan. Para peserta dari berbagai negara kekaisaran sudah bersiap di tempatnya masing-masing. Begitu pula dengan Rein dan Darwin yang mewakili negara mereka.


Suara hiruk pikuk terdengar dimana-mana. Rein tampak antusias mengikuti pertandingan ini. Sedangkan Darwin tampak biasa saja. Dia lebih sibuk memperhatikan lawannya. Dari banyaknya peserta yang ada salah satu yang membuat Darwin tertarik.


"Bagaimana? Tempat ini menarik bukan?" tanya Rein pada Darwin.


"Biasa saja!" jawabnya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Rein lupa bahwa pria itu tidak menyukai kerumunan.


Pertandingan segera dimulai , Rein mendapat urutan terakhir kali ini. Dia harus menunggu terlebih dahulu.


"Hoam, kenapa membosankan sekali," gerutu gadis itu karena merasa sangat membosankan.


Dia sudah tidak sabar menunggu lagi.


"Sekarang tiba giliran dari dua negara yang sudah lama berseteru ini. Kita persilahkan perwakilan dari negara Honghua,ratu Rein melawan negara Haiyi,pangeran Kai!" ucap pemimpin pertandingan.


Akhirnya tiba giliran Rein juga. Gadis itu berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan ketengah arena.


Semua penonton bertanya-tanya. Bagaimana seorang ratu bisa ikut dalam pertandingan. Hanya Rein yang wanita diantara para peserta.Semuanya pangeran selain dirinya.


"Apa tidak salah? Mengapa wanita di biarkan ikut dalam pertandingan taruh nyawa seperti ini?" tanya para penonton.


"Benar juga, bagaimana kalau kecantikannya nanti hilang karena terluka. Sayang sekali bukan?" imbuh yang lain,menyepelekan Rein.Darwin tampak kesal mendengarnya.


Ketika Rein melangkah ke area pertandingan. Semua pria terkesima dengan kecantikan gadis itu.Darwin menyadari kekaguman mereka. Ingin sekali dia menutup wajah gadis itu. Agar tidak sembarang orang menikmati kecantikannya.


"Kemana mata mereka melihat? Dasar gadis penggoda!" umpatnya kesal melihat Rein menjadi pusat perhatian para pria hidung belang. Pakaian gadis itu sangat mencolok. Di bagian dadanya sedikit terbuka.Menonjolkan bagian aset milik Rein. Sedangkan bagian bawah, celana di atas lutut tanpa sepenuhnya membungkus paha gadis itu.Sangat minim dan menunjukkan keseksiannya.


Di atas arena, mata pangeran Kai dari negara Haiyi menyorot lekuk tubuh Rein.


"Hei kamu! Lebih baik menyerah saja dan menjadi selir ku, aku pasti akan melayani mu dengan baik,"ucapnya dengan wajah nakal.


Rein hanya membalasnya dengan menunjukkan wajah dinginnya.Pangeran Kai kesal karena tidak di hiraukan olehnya.


"Baiklah, kedua belah pihak silahkan bersiap!" pinta juri pertandingan.

__ADS_1


Rein segera mengeluarkan pedang yang dia ambil dari ruang rahasia milik ayahnya. Sebelumnya dia menyimpan pedang itu dalam cincin ruang yang bisa dia pakai kemana pun. Cincin itu bisa memuat banyak barang berharga.


"Ketika melihat Rein mengeluarkan pedangnya,semua orang terkejut. Begitu pula dengan Darwin.


"Siapa gadis itu? Pedang di tangannya bukanlah sembarang pedang," tanya salah satu juri pertandingan pada juri yang lain.


"Dia putri dari raja Honghua. Tapi pedang itu sudah lama menghilang!" jawab yang lain.


"Benar,pedang itu hanya mau mengakui tuannya saja! Gadis itu pasti bukan gadis biasa, dia mungkin reinkarnasi dari gadis kuat di masa lalu," gumam yang lainnya.


"Siapa kamu sebenarnya Rein?Pedang itu sudah ada sejak seratus tahun yang lalu," gumam Darwin mengetahui kisah dari pedang yang saat ini berada di tangan Rein. Gadis itu penuh dengan kejutan yang Darwin tidak menyangka nya.Dia berpikir keras tentang identitas gadis itu.


"Pangeran Kai hati-hati. Dia bukan gadis biasa!" pengawal pribadi pangeran itu memperingati tuannya. Dia tidak peduli dengan yang di ucapkan pengawalnya itu. Dia hanya menganggap Rein gadis biasa.


Pertandingan pun segera di mulai.Kai menyerang terlebih dahulu. Rein hanya menghindarinya. Semua orang tertawa geli melihat pertandingan itu. Begitu pula pangeran Kai,dia sangat yakin akan kemenangannya. Mereka berpikir bahwa Rein adalah gadis yang kuat.Tapi hanya bisa menghindari lawannya saja ketika menyerang.


"Hei gadis! Ayo melawan lah! Pertandingan ini terasa membosankan!"ucap pangeran Kai sombong.


Rein tersenyum tipis, dalam sekejap dia berlari ke arah pangeran Kai.Dia menyerang dari segala arah.Gerakan gadis itu hampir tidak terlihat oleh mata orang biasa.


"Apa?" pangeran itu tercengang, dia tidak tahu apa yang terjadi. Kenapa Rein bisa dengan mudah menyerangnya. Dia baru merasakan sakit saat ini.


Darwin tersenyum bangga pada Rein. Tapi dia menyadari gaya menyerang Rein berbeda dari sebelumnya.Serangan itu tampak familiar baginya. Hatinya mulai menebak-nebak tentang Rein.


"Pemenangnya ratu Rein!" ucap juri memberitahu siapa yang menjadi pemenang dalam babak awal itu. Semua orang bertepuk tangan.Pengawal pribadi pangeran Kai menurunkan tubuh tuannya yang penuh dengan luka.


Kini giliran peserta yang lolos babak pertama saling bertanding kembali.Rein kembali menang di putaran kedua setelah melawan para pangeran. Rein masuk dalam babak final.


"Wah dia benar-benar gadis yang mengerikan. Bagaimana dia bisa melawan pangeran-pangeran yang kuat itu dengan mudah. Tanpa terlihat kehabisan energinya?" gumam para penonton yang melihat pertandingan itu. Mereka tidak menyangka ada gadis yang sekuat Rein di dunia ini.


Di babak final ini, Rein akan bertemu dengan lawan yang lumayan berat. Peserta yang membuat Darwin tertarik tadi. Pangeran itu adalah anak dari musuh Darwin.


"Kita panggilkan dua peserta hebat kita hari ini, ratu Rein dan pangeran Avos. Silahkan masuk ke arena pertandingan!"


Keduanya masuk ke dalam arena pertandingan. Darwin merasa khawatir akan keselamatan Rein kali ini. Pangeran itu memiliki aura yang kuat dan berbeda dari lawan Rein sebelumnya.

__ADS_1


"Berhati-hatilah Rein!" ucap Darwin ketika gadis itu beranjak dari tempatnya duduk. Rein mengangguk paham.


Keduanya masuk ke dalam arena. Tatapan mereka bertemu, sejujurnya pangeran Avos juga mengagumi kecantikan Rein yang sempurna baginya.


Sayangnya mereka di pertemukan sebagai lawan saat ini. Jika tidak pangeran itu ingin mempersuntingnya menjadi permaisurinya.


Rein menatap kesal pada pria di hadapannya itu. Dia memandang ke arah dua aset berharga milik Rein. Ingin sekali Rein mencolok kedua matanya.


"Dasar pria hidung belang. Kemana arah mata itu melihatnya?" batin Rein.


Pertandingan segera di mulai, keduanya dalam posisi masing-masing. Rein bersiap dengan pedang di tangannya. Sedangkan pangeran Avos menggunakan tongkat bermata pisau sebagai senjata.


"Mulai!" aba-aba sudah berbunyi. Pangeran Avos menyerang terlebih dahulu. Dia sudah mengetahui teknik bertarung lawannya.


Rein kali ini hanya bisa bertahan. Dia bisa melihat pria yang menyerangnya ini begitu buas dan haus akan darah.Gadia itu terdorong ke belakang. Namun dia masih berada di dalam arena.


Rein terdesak,dia ingin melawan namun belum memiliki kesempatan. Pangeran Avos berhasil melukai lengan Rein. Darwin berdiri karena panik melihat Rein yang terluka.


Tapi sedetik kemudian cahaya terang keluar dari tubuh Rein. Cahaya itu mengalir ke pedangnya. Pangeran Avos kehilangan fokusnya. Dia tidak menyadari bahwa Rein sudah berada di belakang pria itu.Rein menusuk dari belakang tubuh pangeran Avos.


"Apa? Tidak mungkin? Sejak kapan dia ada di belakangku?" tanya pangeran itu ketakutan. Nyalinya menciut, rasa sakit di dadanya begitu terasa.


Dia langsung pingsan dan tersungkur. Rein lah pemenang kali ini. Darwin membelalak, sinar yang keluar tadi sama persis dengan milik Rumi.


"Mungkinkah Rein, reinkarnasi dari Rumi yang sesungguhnya? Darimana kekuatan itu dia dapatkan?" Batin Darwin bertanya-tanya.


Pertandingan telah berakhir, Rein tahu dirinya yang menang. Tapi sebelum dia bergerak, Rein hampir jatuh ke tanah. Jika saja Darwin tidak bergegas menangkap tubuh gadis itu.


Para penonton terkejut melihat Rein yang hampir pingsan. Mereka saling bergumam, sebelum para juri dan pemimpin pertandingan membubarkan kerumunan itu.


"Rein,sadarlah!" Rein dalam keadaan pingsan karena energinya terlalu besar dia gunakan.Darwin membawanya pergi. Dia harus menyelamatkan gadis itu.


Darwin membawanya ke sebuah penginapan tak jauh dari tempat pertandingan tadi. Darwin membuka paksa pakaian Rein yang menghalangi luka gadis itu.


Dia segera menghisap darah yang keluar dan menyembuhkan luka Rein secepatnya. Sebelum luka itu semakin parah.

__ADS_1


"Bangunlah Rein!" pinta Darwin sambil membelai wajah Rein yang tampak lelah itu.


"Berapa banyak rahasia yang kamu miliki sebenarnya Rein?" batinnya bertanya-tanya.


__ADS_2