Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir

Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir
Datang Ke Rumah


__ADS_3

Rein menutup kedua matanya, karena merasakan silau dari sebuah cahaya terang di depan gadis itu.


"Rein!" terdengar suara Darwin yang memanggil namanya. Rein mencari ke segala arah. Tapi hanya ada hamparan pasir di sekitarnya.


"Darwin!" teriak Rein memanggil pria itu.


Cahaya tadi perlahan mulai hilang.Di gantikan seorang pria yang berjalan ke arah Rein. Gadis itu memperhatikannya dengan teliti.


"Darwin?" Rein melihat Darwin dalam bentuk vampir murninya.


Rein segera berlari menghampiri Darwin.Pria itu juga berlari ke arah Rein. Mereka bertemu dan saling berpelukan.


"Darwin aku sangat merindukanmu?" ucap Rein sambil meneteskan air mata di kedua matanya.


"Aku juga Rein!" Darwin memeluk tubuh Rein lama. Dia tidak ingin kehilangan gadis itu lagi.


"Darwin bawa aku kembali ke dunia vampir. Aku ingin hidup bersamamu lagi!" pinta Rein dia menatap wajah Darwin dengan serius.


"Tidak bisa Rein, kita sudah beda dunia." Jawaban Darwin membuatnya sadar bahwa Rein sekarang hanyalah manusia biasa.


"Lalu bagaimana jika aku ingin bertemu denganmu?" tanya Rein bingung.


"Ini hanya alam mimpi Rein. Aku tidak nyata saat ini," jelas pria itu.


Kedua mata Rein sudah hampir menangis kembali. Darwin tiba-tiba mengecup bibir gadis itu agar tidak lagi menangis. Atau mengkhawatirkan sesuatu lagi.


"Jangan menangis, kita pasti bisa bersama lagi. Belum waktunya saja Rein," setelah mengatakan itu Darwin mulai pergi dari hadapan Rein lagi.


"Tidak, Darwin jangan pergi!" panggil Rein.


"Darwin!" Rein terbangun dari mimpinya sambil memanggil nama Darwin tanpa sadar.


Rein melihat ke sekitarnya, dia berada di dalam kamar gadis itu.


"Astaga apa aku bermimpi?" tanyanya pada diri sendiri. Dia memegang bibir gadis itu. Merasakan bahwa ciuman tadi benar-benar terasa nyata.


Darwin yang berada di kamarnya juga terbangun ketika mendengar Rein berteriak memanggil namanya. Jarak kedua kamar mereka tidak lah terlalu jauh. Darwin bisa mendengar gadis itu jika berteriak.


"Apa tadi itu? Kenapa aku mimpi aneh sekali?" Darwin memegang bibirnya, lalu berlari ke kamar mandi. Melihat dirinya dari pantulan cermin.


"Kenapa aku bermimpi aneh? Tentang diriku yang vampir murni, kenapa Rein juga muncul dalam mimpi itu?" gumam Darwin bingung dengan mimpi yang baru saja dia alami.


Darwin berjalan ke luar dari kamar mandi. Dia menghampiri jendela kamarnya. Dari kamar Rein, gadis itu juga berjalan ke arah jendela kamar.

__ADS_1


Keduanya saling memandang, dengan pertanyaan di benak mereka masing-masing. Mereka sama-sama bermimpi aneh.


Rein berlari ke luar dari kamar. Dia bertemu dengan sang mama.


"Rein mau kemana?" tanya mamanya.


"Keluar sebentar ma!" jawan Rein tanpa melihat ke arah mamanya itu.


Dia buru-buru berlari ke rumah Darwin. Memencet bel rumah pria itu.


Darwin segera berlari ke depan pintu utama. Membukanya dan Rein telah berdiri di depan pintu.Darwin bingung kenapa tiba-tiba gadis itu ke sana.


"Kamu? Kenapa kesini?" tanya Darwin.


Rein mendorong Darwin agar masuk ke dalam rumah.Tangan kiri gadis itu menutup pintu rumah.


"Apa yang ingin kamu lakukan?"Tanya Darwin panik, jika saja pamannya tiba-tiba pulang dan melihat mereka di dalam rumah hanya berdua. Sang paman pasti akan sangat marah padanya.


"Aku ingin bertanya serius padamu?" ucap Rein.


"Tentang apa?" tanya Darwin.


"Apa kamu tadi juga mimpi tentang kita bertemu di tengah hamparan pasir?" tanya Rein penasaran.


"Hah, kamu bicara apa sih?" tanya Darwin. Dia sebenarnya tahu maksud yang di ucapkan oleh Rein. Tapi Darwin pura-pura saja tidak mengalaminya.


"Kamu beneran tidak mengalami mimpi barusan?" tanya Rein lagi. Darwin menggelengkan kepalanya. Rein tampak kecewa dengan jawaban dari pria itu.Rein lalu menjauh dari Darwin.


"Darwin!" panggil pak Ilham dari luar pintu rumah.


"Paman!" Darwin panik karena pamannya benar-benar sudah pulang.


"Paman? Kamu tinggal dengan pamanmu?" tanya Rein dengan suara pelan.Darwin menganggukkan kepalanya.


"Kamu cepat sembunyi dulu!" pinta Darwin, Rein berlari ke arah dapur.


"Jangan-jangan ke sana!" ucap Darwin.


"Darwin tolong buka pintunya dong. Paman lupa membawa kunci rumah!" ucap sang paman dari luar pintu rumah.


"Iya paman sebentar!" jawab Darwin.


"Terus kemana?" Rein ikut panik,dimana dia harus bersembunyi.

__ADS_1


"Ke atas kamar paling ujung!" ucap Darwin. Rein mengangguk, dia segera berlari ke lantai atas. Ada dua kamar, Rein bingung lagi harus masuk kamar yang mana.


"Dia bilang tadi yang pojok kan? berarti yang itu!" tunjuk Rein pada kamar paling pojok. Dia segera masuk ke dalam kamar itu.


Darwin segera membuka pintu rumahnya. Setelah memastikan Rein sudah bersembunyi di dalam kamar pria itu.


"Paman," sapa Darwin ketika sudah membuka pintu.


"Paman lupa membawa kunci rumah, kamu tidak keluar main?" tanya Ilham pada keponakannya itu.


"Ah tidak paman, Darwin capek. Pengen tiduran aja seharian ini," jawab Darwin.


"Kamu ini? Ya udah sana tidur lagi!" pinta Ilham pada Darwin.


"Iya paman," Darwin menutup pintu rumah dan segera ke kamarnya.


Sang paman pergi ke dapur, sepertinya pria itu selesai berbelanja keperluan dapur mereka.


Rein berada di dalam kamar Darwin. Dia mengamati kamar pria itu. Dari jendela, kamar Rein terlihat jelas dari sini.


"Wah dia bisa saja mengintip ku saat tidur!" ucapnya.


Lalu ekor matanya tertarik pa ponsel yang sejak tadi menyala. Rein mengambilnya dan dia mengetahui ada foto-foto dirinya.


"Apa ini?Foto-fotoku tadi siang?" gumam Rein bertanya-tanya.


Darwin membuka pintu kamarnya dan segera menutupnya kembali. Dia melihat Rein tengah menatap ponsel miliknya. Darwin seketika panik.


"Apa ini Darwin?Kamu diam-diam mengambil fotoku?" tanya Rein. Darwin melangkah ke arah Rein. Dia ingin menjelaskannya pada gadis itu.


"Itu, tidak seperti yang kamu pikirkan Rein. Aku hanya iseng mencoba kameraku saja, bawa sini. Aku akan menghapusnya," pinta Darwin,dia hendak merebut ponsel miliknya dari tangan Rein.


"Kalau aku tidak mau memberikannya bagaiman?" Rein berlari menghindari Darwin.Pria itu mengejar Rein.


"Bawa sini!" pinta Darwin. Keduanya berada di atas ranjang sambil terus berebut ponsel.


"Tidak bisa! Ternyata kamu diam-diam mengagumi ku kan? Ayo mengaku saja!" ucap Rein.


Tapi Darwin tidak mungkin mengakuinya, harga dirinya bisa jatuh di hadapan gadis itu.


Darwin berhasil mendekap Rein dari belakang. Lalu merebut ponsel dari tangan gadis itu.


"Haha kena kau!" Darwin akhirnya berhasil tapi Rein bisa berbalik badan dan ingin merebutnya kembali.

__ADS_1


Tapi salah satu kaki Rein tiba-tiba kram. Gadis itu kehilangan keseimbangannya. Dia hampir jatuh ke belakang, kedua tangan Rein menarik baju Darwin.


Keduanya jatuh bersama di atas ranjang.Rein berada di bawah tubuh Darwin. Kedua mata mereka saling bertemu, jantung keduanya tak lagi terkendali. Jarak mereka sangat dekat saat ini. Darwin ingin mencium bibir gadis itu.


__ADS_2