
Deru napas Darwin tak beraturan. Dia kehilangan jejak Rein, ketika melihat dengan mata batinnya. Rein berada di gang sempit.
Darwin segera menuju ke gang itu, namun gadis itu tidak ada di sana. Ketika mencoba mencarinya lagi. Darwin tidak bisa menemukan dimana posisi Rein saat ini.
"Sial, apa yang terjadi dengannya? Apa dia kembali ke istananya?" gumam Darwin.
Dia akhirnya menuju ke istana milik Rein. Untuk mempercepat waktu dia melakukan teleportasi.Darwin harus menjelaskan semuanya pada Rein.
"Rein!" panggil Darwin ketika pria itu di luar kamar Rein.Namun tidak ada jawaban dari dalam. Darwin segera membuka pintunya.
Tak ada siapapun di sana. Dari belakang Darwin,seorang pelayan datang menemui Darwin.
"Tuan Darwin, yang mulia tidak ada di kamar. Kami tengah mencarinya. Sejak pagi tidak ada di istana," jelas pelayan itu.
"Apa dia tidak pamit saat hendak pergi kemana?" tanya Darwin. Pelayan itu menggelengkan kepalanya. Lalu dia pamit untuk mencari ratunya kembali.
Darwin mengusap kasar rambutnya. Dia bingung harus mencari dimana dia.
"Apa dia belum kembali ke sini? Lalu kemana dia sekarang?" tanya Darwin mulai berpikir dimana Rein berada.
Dia berjalan ke luar istana, barang kali Rein memang pergi ke suatu tempat. Namun ketika baru keluar dari istana. Darwin bertemu dengan Guen.Pria itu tampak berjalan terburu-buru ke arahnya.
"Darwin, dimana Rein?" tanyanya pada Darwin.
"Aku juga tidak tahu, sekarang sedang mencarinya," jawab Darwin dengan wajah dinginnya.
"Apa kamu bisa di percaya?Jangan-jangan dia kamu sembunyikan ya?" tanya Guen curiga pada Darwin.
"Terserah apa yang kamu pikirkan, jangan mengganggu ku. Aku harus mencari Rein!" Darwin bergegas meninggalkan Guen.
__ADS_1
"Hei tunggu! Biarkan aku ikut dengan mu?" pintanya,buru-buru berlari mengikuti Darwin.
"Jangan mengikuti ku!" Darwin segera melakukan teleportasi di hadapan Guen. Pria itu kebingungan karena Darwin tiba-tiba menghilang.
"Hah kemana dia?" ucap Guen panik.
Rein saat ini berada di sebuah kamar kecil. Dia baru sadarkan diri. Tak jauh darinya Zeun berdiri sambil menyandar pada tembok kamar.
"Siapa kamu?" tanya Rein lupa pada Zeun. Ingatan tadi seolah terhapus dari kepalanya.
Zeun mendekati Rein, dia duduk di samping gadis itu. Rein menjauh dari Zeun. Dia waspada padanya.
"Tenang lah, aku Zeun. Mulai sekarang kamu harus menuruti perintah ku," pinta nya.
Rein yang mendengar itu tiba-tiba tidak bisa mengendalikan dirinya. Kepalanya mengangguk paham. Tapi hatinya ingin memberontak.
"Bagus, kamu boleh kembali ke rumahmu," Zeun sudah menanamkan pengendali pikiran pada Rein di kepala gadis itu.
Rein keluar dari kamar itu dan juga istana milik keluarga Darwin. Yang sekarang di kuasai oleh Zeun.
Ketika berada di luar istana. Rein merasa ada yang aneh pada dirinya.
"Loh kenapa aku ada di sini?" tanya Rein pada dirinya sendiri.
Dia tidak ingat pernah pergi ke istana itu. Yang dia ingat adalah dia kabur dari Darwin karena melihatnya bersama dengan gadis lain.
"Uh aku tidak mau peduli dengan pria itu lagi!" kesalnya pada Darwin.
Rein segera kembali ke istananya sendiri. Dia tidak mau bertemu dengan Darwin untuk beberapa hari ini.
__ADS_1
"Lagi pula sejak awal dia memang tidak menyukaimu Rein, sadarlah!" Rein ingin menenangkan hatinya agar tidak terlalu larut dalam luka.
Memang dari awal hubungan mereka hanyalah saling mencari keuntungan saja. Rein memberikan darah untuk Darwin. Dan pria itu menjadi pengawalnya. Hanya sebatas itu saja.
Rein tiba di kamarnya, dia tidak ingin melakukan apapun. Hanya ingin tidur lebih cepat saja malam ini.
Rein berbaring di ranjangnya, lalu memejamkan kedua mata. Dan mulai tidur, berharap besok pagi akan lebih bahagia dari hari ini.
Rein benar-benar merasa kesepian. Sejak Darwin sibuk kembali ke istananya sendiri. Rein tak lagi ada teman untuk mengobrol. Meski ada pangeran Guen, tapi masih saja tidak bisa membuat Rein tersenyum.
Ketika kedua matanya terpejam, Rein teringat kembali oleh keluarganya di dunia modern nya. Mereka sangat menyayangi Rein. Tidak membiarkan dirinya kesepian seperti saat ini.
Perlahan dia meringkuk dalam balutan selimut.Mulai masuk dalam dunia mimpi.
Rumi kembali menemui Darwin. Melihat pria itu begitu peduli dengan Rein. Rumi merasa sangat cemburu.
"Apa karena gadis itu kamu tidak lagi memperdulikan ku?" tanya Rumi di samping Darwin.
"Bukankah sudah ku bilang, kamu menjauh lah dariku. Karena kami bukanlah Rumi!" Mata Rein memerah, tanpa di duga dia memegang leher Rumi. Mencekik wanita itu, hingga dia menghilang.
Rumi hanyalah ilusi bagi Darwin. Meski terlihat nyata, tapi dia bukanlah Rumi yang sesungguhnya. Dia hanya boneka yang dimainkan oleh seseorang yang membenci Darwin.
"Sial! Dia pasti yang mengatur semua ini!" tebak Darwin.
Saat ini pikiran Darwin sangat kacau. Dia masih belum menemukan Rein. Yang ternyata gadis itu sudah berada di istananya sendiri.
Darwin mulai merindukan gadis itu. Entah sejak kapan dia mulai merasakannya.
"Mungkin kah aku mencintainya?" tebak Darwin tentang hatinya saat ini.
__ADS_1
Ada rasa takut ketika harus jauh dari gadis itu. Apa lagi jika terjadi sesuatu pada Rein. Darwin tidak akan memaafkan dirinya sendiri.