Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir

Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir
Dua Jiwa Dalam Satu Tubuh


__ADS_3

Darwin membaringkan Rein di atas ranjang setelah menyembuhkan gadis itu. Kini tinggal membiarkan gadis itu beristirahat terlebih dahulu.


Darwin menyelimuti tubuh Rein dengan selimut yang tersedia di kamar itu. Ketika hendak membenarkan posisi tangan Rein. Darwin melihat dua tanda hitam di tangan kirinya.


"Tanda apa ini?" tanya Darwin belum pernah melihatnya.Selama bersama gadis itu, baru kali ini dia melihat Rein memiliki tanda lahir.


"Mungkin tanda lahir," gumamnya. Darwin hendak berdiri. Namun tangan Rein tiba-tiba menariknya.


"Awin," panggilan itu keluar dari bibir Rein. Darwin membelalakkan kedua matanya.


"Kenapa kamu bisa memanggilku dengan panggilan itu?" tanya Darwin pada gadis itu,dia sudah sadar.


Rein duduk di atas ranjang, di depannya Darwin masih bertanya-tanya. Bagaimana Rein bisa tahu nama panggilan khusus untuknya dari Rumi itu.


"Awin," panggil dia lagi.


"Ru,rumi?" Darwin mulai menebaknya. Rein menganggukkan kepala.


"Ya aku Rumi, jiwa ku ada pada gadis ini," jawabnya.


"Ba,bagaimana mungkin? Lalu siapa yang berada di tubuhmu itu?" tanya Darwin.


"Dia adalah iblis yang mengambil tubuhku, bantu aku melenyapkannya. Agar aku bisa kembali ke tubuhku?" pinta Rein sebagai Rumi itu.


"Tunggu! Tunggu dulu. Lalu dimana jiwa Rein yang asli?" tanya Darwin bingung. Jika yang saat ini berada di tubuh Rein adalah jiwanya Rumi. Laku dimana jiwa Rein yang sebenarnya.


"Aku adalah jiwanya yang asli. Karena gadis ini adalah reinkarnasi ku. Sedangkan yang kamu maksud dengan jiwa gadis bernama Rein. Dia bukanlah asli manusia dari jaman ini, dia hanyalah jiwa yang tersesat saja," jelasnya. Darwin semakin bingung.


"Jadi di dalam tubuh Rein ini ada dua jiwa?" tebak Darwin.


"Ya, saat aku bangkit. Dia tertidur. Jika saat dia bangkit makan aku sebaliknya, jadi tolong bantu aku mendapatkan tubuhku yang sebenarnya dari iblis itu."


Rumi memohon pada Darwin. Pria itu tidak bisa menolaknya.


"Darwin apa kamu masih mencintaiku?" tanyanya. Dia mendekati Darwin, pria itu masih diam tak bergerak di tempatnya.


Bibir Rumi mendekati bibir Rein. Dia mencium pria itu lembut. Darwin tidak bisa menolaknya, karena dia memang merindukan Rumi.


Jiwa Rein tiba-tiba tersadar secara paksa. Dia membelalak, lagi-lagi pria mesum itu menciumnya. Itu yanga ada pada pikiran Rein saat ini. Dia mendorong tubuh Darwin.


"Dasar mesum! Kamu lagi-lagi mencari kesempatan di saat aku tidak sadar!" ucap gadis itu. Kali ini jiwa Rein yang terbangun.

__ADS_1


"Rein?" panggilnya.


"Iya ini aku Rein. Kamu kira siapa?" gerutunya kesal sambil mengusap bibirnya yang telah di cium oleh Darwin.


Pria itu hanya bisa menghela napas dalam. Dia bingung harus berbuat apa. Ada dua jiwa dalam satu tubuh. Dan mereka sangat berlawanan.


Membuat pria itu kebingungan, karena jiwa Rumi yang ingin mendekat dengannya. Sedangkan jiwa Rein yang ingin menendangnya.


"Oh tuhan, aku ingin bersembunyi saja ke tempat yang sepi dan jauh tanpa orang tahu!" batin dia lelah menghadapi ini.


Kali ini jiwa Rein menekan jiwa Rumi yang masih belum sempurna. Gadis mendominasi.


"Eh tanda apa ini?" Sejak kapan ada di lenganku?" Rein mencoba menghapus tanda hitam di tangannya. Namun tidak bisa.


"Bukankah itu tanda lahir mu?" tanya Darwin heran.


"Bukan, aku tidak memiliki tanda lahir!" jawabnya.


"Lalu apa itu?"


"Entahlah, sepertinya tadi pagi belum ada. Apa ini karena luka saat aku bertarung tadi?" tebak Rein.


"Itu adalah tanda jiwa di dalam tubuh gadis ini. Jika suatu saat aku bisa kembali ke tubuh asliku. Satu tanda akan terhapus.Jika gadis ini meninggal, makan akan terhapus semua tanda itu," jelasnya.Kini jiwa Rumi yang terbangun.


"Rumi?" Darwin lagi-lagi kebingungan dengan pergantian dua jiwa di dalam tubuh Rein.


"Ya, ini aku. Tapi sepertinya tidak akan lama. Karena anak ini terlaku kuat menekan jiwaku.Dia ingin bangun lebih lama," jawabnya.


Setelah mengatakan itu, jiwa Rein kembali lagi.


"Eh kenapa sepertinya tadi aku tertidur?" gumamnya merasa aneh.


"Mungkin kamu lelah, sebaiknya istirahat saja dulu," pinta Darwin.


"Tidak ,aku ingin makan! " Rein merasa sangat lapar. Dia ingin makan daging ayam kali ini.


"Baiklah,mari kita mencari makanan di luar sana!" Ajak Darwin.


"Baiklah."


Sebelum pergi, Darwin memberikan jubahnya untuk menutupi tubuh Rein yang terlaku seksi itu.

__ADS_1


"Aku tidak mau memakai ini!" tolaknya.


"Pakai!" ucap Darwin sambil menatap tajam Rein.Gadis itu terpaksa menurutinya.


Rein berjalan di belakang Darwin. Sedangkan pria itu tidak berhenti memikirkan keanehan ini. Dia baru menemui dua jiwa yang ada dalam satu tubuh. Sangat merepotkan jika dia tidak bisa mengenali jiwa siapa yang terbangun.


Rein dan Darwin pergi ke sebuah restoran ayam panggang. Rein memesan satu utuh ayam panggang untuk dirinya sendiri. Yang jelas Darwin tidak pernah tertarik makanan manusia.


Dengan lahap gadis itu menyantapnya. Dia seperti sangat kelaparan dan tidak makan berhari-hari.


"Ngomong-ngomong apa yang terjadi dengan diriku tadi? Saat aku bertarung melawan pangeran Avos, aku tidak ingat apa yang terjadi?" tanya Rein.


"Benarkah? Kamu mengalahkannya? Apa kamu tidak ingat?" tanya Darwin. Rein menggelengkan kepalanya.


"Tidak. Aku seperti tertidur di ruang hampa. Hanya ada aku sendiri di sana."


Darwin kini bisa mengira, bahwa di detik terakhir saat Rein melawan pangeran Avos dan berhasil mengalahkannya yang muncul adalah jiwa Rumi. Bukan jiwa Rein.


"Hei, kenapa melamun?" tanya Rein melihat Darwin lebih banyak melamun hari ini.


"Ah tidak, hanya memikirkan sesuatu saja," jawabnya asal.


"Apakah gadis itu? Kamu merindukannya?" Rein sebenarnya tidak ingin mengetahui jawaban dari pertanyaannya itu. Dia hanya berpura-pura untuk tegar saja.


"Rumi?" tanya Darwin.


"Ya, bukankah kalian adalah sepasang kekasih?" tanyanya lagi memancing informasi tentang masa lalu pria itu.


Yang di maksud Rein adalah tubuh Rumi yang asli. Yang tengah di kuasai oleh iblis jahat.


"Ah bukan seperti yang kamu pikirkan. Kami sahabat sejak kecil," jawab Darwin. Untung saja jiwa Rumi tidak terbangun. Jika mendengarnya dia pasti akan marah besar pada dirinya.


Darwin merasa masuk dalam sebuah perangkap. Ketika hatinya masih bertanya-tanya. Siapa sebenarnya yang ada di dalamnya.


Setelah kenyang, Rein dan Darwin kembali ke penginapan. Mereka memutuskan untuk kembali ke istana besok pagi. Karena sangat berbahaya jika melakukan perjalanan di malam hari seperti saat ini.


"Hei Darwin!" panggil Rein ketika mereka dalam perjalanan ke penginapan.


"Ya, kenapa Rein?" Darwin berhenti melangkah.


"Terima kasih sudah menolongku kembali hari ini, entah sudah berapa kali kamu melakukannya," ucap Rein tulus. Darwin tersentuh dengan ucapan itu. Dia tersenyum,lalu menarik tubuh Rein. Membenamkan dalam pelukan pria itu tanpa mengatakan apapun.

__ADS_1


__ADS_2