Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir

Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir
Kematian Alee


__ADS_3

Darwin dan Leon serta tiga orang lagi sudah memasuki kawasan istana. Mereka berpencar untuk mencari dimana Alee di tahan.


Leon dan dua orang lainnya mencari ke arah timur. Sedangkan Darwin dan satunya mencari ke arah barat.


"Jika ada petunjuk, lakukan telepati. Kalian harus hati-hati," pinta Darwin.


"Baik," mereka akhirnya berpencar,menuju ke arah masing-masing.


Darwin sangat hapal tata letak istananya. Ada dua penjara bawah tanah di sana. Di barat dan timur bagian istana.


Entah dimana orang itu mengurung Alee saat ini. Dia berharap bisa secepatnya menemukan gadis itu.


"Pangeran lihat itu, penjara itu tampak di jaga. Mungkin putri Alee di sana," ucap Giil panglima perang milik Darwin.


"Benar juga, kita serang diam-diam mereka agar tidak membuat keributan." Darwin mengeluarkan sebuah belati kecil dari bajunya. Begitu juga dengan Giil. Dia mengeluarkan jarum beracun sebagai senjata andalannya.


Mereka melemparkan senjata masing-masing ke arah para penjaga itu. Satu persatu terkapar di tanah.


Keduanya segera mendekat ke jalan menuju penjara bawah tanah itu. Giil yang berada di depan, sebagai panglima dia harus melindungi pangerannya.


"Berhati-hati lah Gill, mungkin saja ini salah satu jebakan mereka!" ucap Darwin sambil mengawasi area sekitar penjara itu dengan mata tembus pandangnya.


Ada beberapa orang yang bersembunyi di luar sana. Mereka masih mengawasi keduanya. Sedangkan di dalam sana memang benar ada Alee.


Gadis itu tengah meringkuk dengan kaki dan tangan terikat. Giil dan Darwin segera masuk ke dalam ruang bawah tanah itu.


Mendengar seseorang datang, Alee segera membuka matanya.


"Kakak," panggilnya.


"Alee, kamu baik-baik saja?" tanya Darwin.


"Iya kak, jangan kemari kak. Ada jebakan di depan mu!" Alee melarang keduanya untuk semakin melangkah ke depan.

__ADS_1


Sebuah jebakan sudah terpasang di sana. Setelah mengatakan hal itu, Alee tiba-tiba pingsan. Seseorang memukulnya dari belakang.


"Alee!" panggil Darwin pada adiknya. Tapi Giil mencegah Darwin melangkah ke depan. Karena ada jebakan di sana.


"Hahaha, akhirnya sang penguasa tidak berkutik di depan ku," seorang pria muncul dari belakang Alee. Wajahnya tampak senang atas kedatangan Darwin.


"Siapa kamu? Lepaskan adikku!" tanya Darwin.


"Melepaskannya? Seperti ini!" pria itu tiba-tiba menusuk Alee dengan pedangnya tepat mengenai jantung gadis itu. Darwin membelalakkan kedua matanya.


Alee berteriak kesakitan. Dia memuntahkan darah dari mulutnya.


"Kak Darwin," panggil Alee lemah. Tanpa memperdulikan jebakan di depannya, Darwin menembusnya. Kekuatan hebat mengenai tubuh Darwin.


Serangan demi serangan dari jebakan yang telah terpasang mengenai pria itu.


"Tidak, pangeran Darwin. Jangan ke sana!" teriak Giil, namun percuma. Pria itu tetap menerobos jebakan di sana.


Alhasil terdapat banyak luka di tubuhnya. Darwin tidak peduli asal bisa menyelamatkan Alee.


"Kakak, maaf Alee harus pergi. Alee menyayangi kak Darwin," ucapnya. Lengannya mulai jatuh ke tanah. Alee sudah tidak bernyawa lagi.


"Tidak!" teriak Darwin histeris. Adik satu-satunya terbunuh di depan matanya.


Pria yang tadi membunuh Alee masih berada di sana. Dia tertawa senang melihat Darwin menderita.


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Darwin,aura dinginnya terpancar dari tubuh pria itu. Dia meletakkan tubuh Alee ke tanah.Meminta Giil untuk menjaganya.


Kuku panjang dan taring milik Darwin mulai muncul. Kedua matanya sudah berubah merah darah. Dia sepenuhnya mengaktifkan aura vampir murni miliknya.


"Aku Ron, kaki tangan Zeun.Dia menyuruhku untuk segera menghabisi mu!" ucap pria itu.


"Zeun lagi, orang itu tidak sabar melihatku hancur!" gumam Darwin kesal.

__ADS_1


"Karena kamu telah membunuh adikku, maka nyawa harus di bayar dengan nyawa!" Darwin mengarahkan kuku-kuku panjangnya pada Ron.


Pria itu sudah siap bertarung dengan Darwin. Pertarungan jarak dekat akhirnya tak terhindarkan. Ron mampu menyeimbangi serangan dari Darwin. Begitu pula Darwin.


Giil membawa tubuh Alee menjauh dari mereka. Dia mencoba memberikan energi kaumnya pada gadis itu. Barangkali bisa hidup kembali. Namun berkali-kali usahanya tetap gagal.


Alee benar-benar sudah pergi meninggalkan mereka. Giil merasa sedih atas kepergian nona besarnya.


"Putri Alee,kamu tenanglah di sana. Aku dan pangeran akan membalaskan dendam untukmu," Giil meletakkan tubuh Alee di tempat yang jauh dari keduanya bertarung.


Giil lalu ikut bergabung melawan Ron. Sekarang dua lawan satu.


"Pangeran, biar aku saja yang melawannya!" Ron mengambil alih serangan. Kini Darwin menumpulkan kekuatannya kembali.


"Kita serang bersama!" ucap Darwin pada Giil. Panglima itu menganggukkan kepalanya. Mereka akhirnya menyerang bersamaan.


Ron merasa tersudut karena kedua lawannya semakin kuat. Sedangkan dirinya mulai kehabisan tenaga untuk melawan mereka.


"Matilah kamu!" ucap Giil sambil berlari ke arah Ron. Dia mengarahkan pedangnya ke arah pria itu. Karena kehabisan tenaga, Ron tidak bisa menghindarinya.


Pedang itu berhasil menusuk jantungnya hingga menembus ke punggung.


"Ini adalah balasan untuk putri Alee!" ucap Giil. Darwin bisa tenang akhirnya dendam Alee terbalas.


Ron terkapar tak bernyawa di atas tanah. Darwin dan Giil menuju ke mayat Alee. Membawanya kembali ke kediaman mereka.


Sepanjang perjalanan, Darwin tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya. Dia bersumpah untuk membunuh Zeun suatu saat nanti.


Kabar kematian Alee dengan cepat beredar diantara kaum vampir yang tersisa. Mereka semua merasa sedih atas apa yang terjadi pada gadis itu.


Juga memberi semangat pada Darwin agar tetap hidup dengan baik.


"Mereka sengaja membuat putri Alee menderita sebelum membunuhnya," gumam Giil melihat luka-luka di tubuh Alee.

__ADS_1


Keesokan harinya, para kaum vampir berkumpul untuk upacara kematian Alee. Mereka merasa sangat kehilangan.


"Tidurlah tenang di sana Alee. Kakak tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan mu demi kaum kita," batin Darwin. Sang adik akhirnya di makamkan di tanah kosong dekat kediaman mereka.


__ADS_2