Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir

Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir
Alee


__ADS_3

Tubuh Hanso terhempas ke tembok.Tepat di jantungnya, luka tusukan mengenai pria itu. Luka lain juga ada di tubuhnya. Darah segar mengalir ke pakaiannya


"Kamu bukan Rein yang ku kenal!" ucap Hanso menunjuk Rein. Gadis itu mengarahkan pedang milik Hanso ke tubuh pria itu.


"Aku memang bukan Rein yang dulu!" Rein langsung menghujamkan pedang ke perut Hanso. Nafas pria itu langsung terhenti.


Pakaian Rein penuh dengan darah dari Hanso. Dia terduduk lemas di tanah.Rein kehabisan tenaga setelah bertarung dengan Hanso.


Darwin segera mengangkat tubuh gadis itu. Membawanya pergi dari kediaman Hanso sebelum bala bantuan datang menyerang mereka berdua.


Di sebuah gubuk jauh dari kediaman Hanso. Darwin meletakkan tubuh Rein di atas tumpukan jerami. Gubuk itu sepertinya sudah lama di tinggal pemiliknya.


"Rein, kamu baik-baik saja?" tanya Darwin.


"Aku baik-baik saja, hanya tenagaku lumayan terkuras. Kenapa kamu hanya melihat saja? Tak membantuku!" gerutu Rein.


"Untuk apa membantu, kamu bahkan sangat bersemangat membunuhnya tadi. Baru kali ini kamu sedikit berbeda!" jawab Darwin.


"Alasan saja," Rein cemberut mendengar penjelasan dari Darwin.Pria itu malah terkekeh.


"Sudahlah kamu istirahat dulu di sini,aku akan membeli makanan untukmu," pinta Darwin.


"Baiklah, lagi pula aku sangat lapar malam ini," jawab Rein.


Darwin segera keluar dari gubuk itu. Mencari rumah makan terdekat untuk membelikan makanan Rein. Tak lama kemudian dia sudah menenteng satu bungkus makanan.


Namun ketika hendak pulang ke gubuk, Darwin tidak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita.


"Bruk!" keduanya jatuh bersamaan.


"Maaf tuan saya tidak sengaja," ucap gadis itu. Penutup jubahnya terbuka, menampakkan wajah cantik gadis itu.


Deg!


Darwin terkejut melihat wajahnya.Gadis itu mengingatkannya dengan seseorang. Begitu juga dengan gadis itu juga terkejut ketika melihat siapa yang di tabraknya.Karena saat itu topeng yang di pakai Darwin terlepas.


"Kakak!" sapanya.


"Kamu Alee?" tanya Darwin.


"Benar ini aku Alee. Kakak benar-benar bangkit kembali setelah sekian lama?" Alee memeluk tubuh kakaknya.


"Ya benar, tapi kenapa kamu di wilayah manusia ini?" tanya Darwin.

__ADS_1


"Aku mencari kakak, kakak sekarang tinggal dimana? Ayo kita pulang kak?" pinta Alee.


"Maafkan kakak Alee. Saat ini kakak belum bisa pulang. Karena kakak harus mencari inti kekuatan kakak yang entah dimana," jelasnya.


"Benar juga, kaum kita harus bersembunyi-sembunyi untuk tetap hidup kak, sejak kakak di segel. Semuanya kacau balau," Alee tampak sedih.


"Lebih baik kita bicara di tempat lain saja," ajak Darwin,dia segera memakai topengnya kembali. Alee menganggukkan kepalanya setuju. Mereka segera pergi dari sana menuju ke pinggir sungai tak jauh dari gubuk tempat Rein istirahat tadi.


"Jadi, ceritakan semua yang kamu alami selama kakak di segel!" pinta Darwin pada adiknya.


"Baik kak," Alee segera menceritakan semuanya sejak kakaknya tersegel. Kehidupan kaum vampir menjadi buruan para manusia keji itu. Mereka harus bersembunyi jika tak sengaja bertemu mereka.


"Mereka pantas mati! Tunggu kakak menemukan pecahan batu berisi kekuatan kakak. Kita harus membalaskan dendam pada mereka," ucap Darwin.


"Kakak benar, tapi dimana bagu inti itu kak?" tanya Alee.


"Kakak juga belum menemukannya,entah dimana batu itu sekarang. Kakak harus mendapatkannya segera," ucap Darwin sambil menatap air sungai di depannya.


Rein yang terbaring di dalam gubuk tidak bisa memejamkan matanya sejak tadi. Karena rasa lapar di perut pria itu.


"Duh mana sih Darwin. Katanya mau beli makanan buat aku?" gumam Rein kesal.


Dia memutuskan untuk bangun dari tempatnya berbaring. Berjalan ke arah pintu. Di luar sudah gelap gulita. Hanya ada penerangan dari sinar bulan saja.


Rein berjalan lurus ke depan, tak tahu arah kemana dia mencari Darwin. Ekor matanya tertuju pada dua orang yang tengah duduk menghadap ke sungai.


"Ternyata berkencan di sana. Sia-sia aku menunggu makanan darinya. Lebih baik aku membeli sendiri saja," Rein memutuskan untuk tidak mengganggu Darwin.


Meski di dalam hatinya sedikit kesal. Dia lebih memilih membeli makanan terlebih dahulu.Dia mengambil jalan memutar. Tidak melewati keduanya.


"Ngomong-ngomong, siapa gadis itu? Selama ini aku tidak pernah melihat Darwin mengenali seseorang." Rein tak bisa berhenti memikirkan Darwin dan gadis di sampingnya tadi.


Sedangkan Darwin masih berbincang dengan Alee. Tapi gadis itu menyadari sesuatu.


"Apa yang kamu beli tadi kak?" tanya Alee.


Darwin menatap bungkusan makanan yang dia beli untuk Rein.


"Hanya makan malam saja," jawabnya singkat, pikiran pria itu teringat oleh Rein yang kelaparan di dalam gubuk.


"Hah sejak kapan vampir makan makanan manusia seperti ini?" tanya Alee heran.


"Bukan untukku,sebaiknya kamu cepat kembali ke tempat kita," Darwin mencoba mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Jangan tiba-tiba menyuruhku kembali! Untuk siapa makanan itu kak?"tanya Alee mengorek informasi.


"Dia hanya gadis bodoh yang tidak sengaja membuka segel peti kakak saja," jelas Darwin.


"Apa? Jadi segel itu terbuka karena gadis itu?" tanya Alee.


"Ya benar, kenapa kamu seperti terkejut?" tanya Darwin.


"Gadis itu pasti bukan gadis biasa kak. Dia pasti memiliki hubungan sesuatu dengan kakak. Entah masa lalu kakak. Atau kekuatan kakak ada pada dirinya. Jika tidak mana mungkin segelnya terbuka dengan mudah. Aku sudah berkali-kali mencoba membuka segel itu. Namun tak bisa loh? Aneh sekali gadis itu bisa dengan mudah membukanya," Alee tak berhenti bicara, sebelum Darwin memukul kepala gadis itu.


"Aduh kenapa memukul Alee sih kak?" tanyanya protes.


"Kamu berisik sekali,sudah pergi sana. Jangan lupa pakai jubahmu itu!" Darwin mengusir adiknya.


"Baiklah-baiklah. Tapi setidaknya biarkan aku melihat siapa wanita itu kak?" mohon Alee.


"Tidak perlu, cepat pergi!" Darwin berdiri lalu meninggalkan Alee.


"Hei dasar pria dingin. Pasti wanita itu sangat sial bertemu denganmu!" ucap Alee kesal pada sang kakak.


Darwin segera menuju ke gubuk tempat Kiara tinggal. Namun ketika sampai di sana, Darwin tidak melihatnya.


"Rein! Dimana kamu?" tanya Darwin mencarinya. Namun gubuk itu sudah kosong. Bekas tempat tidur Rein pun sudah mendingin. Berarti gadis itu sudah lumayan lama pergi.


"Kemana lagi dia?" gumam Darwin khawatir.


Dia segera berlari ke luar dari gubuk itu. Namun ketika membuka pintu, dia menarik dengan kuat. Sedangkan dari luar Rein mendorong dengan kuat pula. Akhirnya Rein tak sengaja jatuh di tubuh Darwin.


Darwin yang tak siap kehilangan kendali. Dia dan Rein terjatuh ke belakang bersamaan. Rein menindih tubuh Darwin.


"Aduh!" Rein mengaduh saat kepalanya terantuk dada bidang Darwin.


"Rein?" Darwin lega gadis itu sudah kembali. Namun posisi mereka berdua saat ini sangat membahayakan bagi Darwin.


Tiba-tiba suhu tubuhnya memanas. Kedua mata mereka saling menatap.


"Kamu mesum!" Rein segera bangun dari tubuh Darwin karena sesuatu yang keras dia rasakan di bagian bawah Darwin.


"Itu hanyalah naluri alami saja! Lagi pula kamu malah betah di atas tubuhku!" elak Darwin.


Rein cemberut, dia lalu berjalan ke arah tumpukan jerami. Duduk di sana dengan wajahnya yang memerah. Untungnya cahaya di dalam gubuk itu hanya remang-remang. Jadi Darwin mungkin tidak melihatnya.


Darwin juga mengikuti gadis itu,duduk di sampingnya. Lalu menyerahkan sebungkus makanan yang tadi dia beli. Memang sedikit dingin, tapi masih bisa dimakan oleh gadis itu.

__ADS_1


"Ini makananmu? makanlah!" pinta Darwin.


"Simpan saja aku sudah kenyang!" Rein entah mengapa teringat kembali pada sosok gadis yang tadi di temui oleh Darwin.


__ADS_2