Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir

Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir
Rasa Jatuh Cinta Seperti Apa?


__ADS_3

Sebelum acara pemakaman di mulai. Hanso,ayah dari Dion meminta seorang tabib untuk memeriksa keadaan mayat anaknya. Dia sangat penasaran mengapa anaknya tiba-tiba meninggal. Namun tak menemukan luka sedikitpun.


"Bagaimana tabib, apa penyebab anakku meninggal?" tanya Hanso setelah tabib itu memeriksa tubuh Dion.


"Ampuni saya tuan, memang dari luar tuan muda Dion tidak terdapat luka sedikitpun. Namun di bagian jantungnya pecah seperti luka tusukan," jawab tabib itu.


"Tusukan?" tanyanya tidak percaya.


"Benar, jantung tuan muda hancur karena tusukan itu."


"Tapi tidak ada luka dari luar tubuhnya? Bagaimana dia bisa tertusuk di jantung seperti itu?" tanya tabib itu.


"Tuan tenanglah dahulu," ucap Tan orang kepercayaan Hanso mencoba menenangkannya. Begitu pula istrinya.


"Tuan, saya pernah mendengar. Ada seseorang yang memiliki kekuatan yang bisa menggunakan senjata transparan. Mereka membunuh dengan senjata seperti itu," jelas Tan.


"Jadi maksudmu, ada orang yang sengaja membunuh Dion?" tanya Hanso.


"Benar tuan, sebaiknya masalah ini harus di selidiki baik-baik."


"Baiklah, kirim orang-orang untuk mencari tahu kemana perginya Dion sebelum meninggal. Dan siapa yang dia temui," perintah Hanso.


"Baik tuan," Tan pergi untuk melaksanakan perintah tuannya.


Setelah itu mereka segera mengadakan upacara pemakaman bagi sang anak. Keluarga besar pun turut datang melayat Dion.


"Kak Hanso, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Tras, adik kandung Hanso.


"Entahlah, ada luka di bagian dalam. Sepertinya seseorang sengaja menargetkan dia." Hanso tak bisa berhenti memikirkan kematian sang anak.


Meski bukan anak satu-satunya, namun Dion adalah calon raja masa depan jika Hanso bisa menguasai kerajaan. Sayangnya pria itu harus meninggal terlebih dahulu. Sebelum sang ayah memiliki tahtanya.


"Apakah itu perbuatan musuh mu?" tanyanya.


"Apa mungkin perbuatan kakak kedua?" tanya Hanso mengira siapa pelakunya.


"Tidak mungkin, jika kakak kedua yang melakukannya. Dia tidak akan menyerang Dion. Pasti target utama kak Hanso." Jelas Tras.


"Kamu benar Tras,dia tidak mungkin tega membunuh Dion. Pasti ada orang lain di balik ini semua," Hanso mulai khawatir.


Darwin dan Rein berhenti di sebuah bangunan paviliun. Keduanya tengah mengawasi seseorang.


"Hei, siapa yang akan menjadi target keduamu?" tanya Darwin.


"Bersabarlah, dia akan keluar sebentar lagi," jawab Rein.


Darwin menganggukkan kepalanya. Lalu dari pintu utama paviliun keluar seorang wanita cantik. Dengan dua pelayan di sampingnya.


"Apakah dia?" tanya Darwin.


"Benar!"


"Sayang sekali, wanita secantik dia harus menjadi target pembalasan dendam mu." Ucap Darwin menyayangkan.

__ADS_1


Rein langsung melirik ke arah Darwin. Tatapan mata gadis itu seakan ingin menguliti hidup-hidup Darwin.


"Baiklah, aku akan memberinya sedikit pelajaran." Darwin hendak melompat ke arah wanita yang menjadi target keduanya. Namun Rein tiba-tiba menarik lengan pria itu.


"Kenapa?" tanya Darwin.


"Belum waktunya, kita siksa secara perlahan saja. Sama seperti saat dia menyiksaku dahulu," ucap Rein dengan mata penuh dendam.


"Kamu sangat menakutkan!"


Darwin akhirnya mengurungkan niatnya untuk membunuh wanita itu. Tapi dia semakin curiga dengan masa lalu Rein. Entah apa saja yang dia alami sehingga bisa membuatnya sekejam sekarang.Sayangnya Darwin tak bisa menembus masa lalu gadis itu.


"Sebaiknya kita pergi, aku sangat mengantuk hari ini!" Rein tiba-tiba berubah seperti pertama kali bertemu dengan Darwin. Gadis yang lemah di depan orang. Tapi ternyata dia lebih berbahaya dari tampilannya.


"Baiklah, mari kita ke penginapan!" Darwin menarik lengan Rein. Dengan sekejap mata saja mereka sudah sampai di depan sebuah penginapan.


Rein sudah terbiasa tidur bersama dalam satu ruang dengan Darwin. Keduanya segera memesan satu kamar di penginapan.


Ketika di dalam kamar, Rein terlebih dahulu berbaring di ranjang. Di ikuti Darwin di sampingnya.


"Hei Rein!" panggil Darwin. Keduanya sama-sama menatap ke langit-langit ruangan.


"Hemm, kenapa?" Rein sedikit malas menjawabnya.


"Siapa sebenarnya kamu? Kenapa aku tidak bisa menembus masa lalu mu?" tanya Darwin.


"Sudah dua puluh satu kali kamu menanyakan hal yang sama. Aku tetap tidak bisa menjawab mu," jawab Rein.


"Kamu selalu menutupinya," Darwin sebenarnya tahu bahwa sia-sia saja menanyakannya pada Rein. Gadis itu tidak akan menjawabnya.


"Bukan, hanya saja kamu satu-satunya orang yang tidak bisa aku tembus masa lalunya."


"Lupakanlah, tidak penting siapa aku. Yang jelas, aku putri raja negeri ini." Jawaban itu yang selalu Darwin dengar. Dia menghela napas panjang.


"Jangan seperti itu!" larang Rein pada Darwin.


"Sudahlah, kamu bilang mengantuk. Sana tidur!" perintah Darwin.


"Darwin," panggil Rein.


"Ya, kenapa lagi? Katanya mau tidur!"


"Apa vampir juga pernah jatuh cinta?" tanya Rein tiba-tiba menanyakan tentang kisah cinta Darwin.


"Tentu saja, kaum vampir juga memiliki hati. Kami bisa jatuh cinta juga, kenapa kamu menanyakannya?" tanya Darwin.


"Bukan begitu, aku penasaran. Siapa gadis yang sangat sial mendapatkan cintamu itu?" ledek Rein. Gadis itu mulai berulah, menggoda Darwin agar pria itu kesal.


"Aku ingin sekali menggigit mu sekarang!" kesal Darwin.


Pria itu tiba-tiba teringat oleh cinta pertamanya. Juga cinta terakhirnya sebelum dia hidup kembali.


"Bagaimana rasanya jatuh cinta?" tanya Rein.

__ADS_1


Darwin menghadapkan tubuhnya ke samping. Menatap curiga pada Rein.


"Apa kamu sedang merasa jatuh cinta?" tanyanya.


"Bagaimana rasanya?" kini Rein menghadap ke arah Darwin. Mereka saling berhadapan.


"Aku rasa kamu akan sering merasakan jantung berdebar saat di dekatnya. Juga saat dia bersamamu, kamu akan merasa nyaman. Yah mungkin seperti itu," jawab Darwin.


"Apa kamu sering merasakannya?" tanya Rein ambigu. Darwin mengerutkan dahinya.


"Apa maksud kamu?"


"Tidak-tidak ada maksud apapun," Rein tiba-tiba memalingkan tubuhnya membelakangi Darwin.


"Aku akan tidur dulu! Bangunkan aku jika sudah pagi!" pinta Rein.


"Baiklah, selamat tidur!" Darwin hanya bisa memandangi punggung Rein saat ini. Gadis itu dengan cepat tertidur.


"Apa dia sedang jatuh cinta?" gumam Darwin.


"Kalau iya, pria itu pasti sangat sial!" tambahnya lagi.


Darwin tidak bisa tidur setelah memikirkan siapa yang tengah membuat Rein jatuh cinta. Apakah pria itu lebih hebat darinya. Dan sejak kapan Rein bertemu dengannya.


Karena tidak bisa tidur, Darwin memutuskan untuk berjalan-jalan di luar sana. Malam ini jalanan begitu ramai, entah ada acara apa Darwin tidak tahu.


"Kenapa ramai sekali?" gumamnya sambil mengawasi jalanan di depan penginapan itu.


Ada banyak orang berlalu lalang di sana. Mereka seperti tengah tertarik pada sesuatu.


"Hei tunggu aku!" teriak seorang pria tak jauh dari Darwin.


"Cepatlah, kamu mau lihat kan anak vampir itu! Sebelum dia di habisi oleh para pemburu vampir!" ucap seorang pria lain tak jauh darinya.


Mendengar kata vampir, Darwin segera berlari mengikuti keduanya. Jika benar itu adalah vampir,Darwin tidak akan tinggal diam melihat mereka menyiksanya.


Di sebuah tanah yang lapang, banyak orang berkumpul. Mereka sedang menyoraki seseorang.


"Vampir, bunuh vampir ini!" teriak mereka.


Darwin segera menyelinap diantara mereka. Dia melihat siapa anak kecil itu. Benar saja ada aura vampir darinya. Darwin tidak bisa tinggal dia melihat sesama vampir di siksa.


Tiba-tiba waktu terhenti, semua orang yang berada di sana mendadak mematung. Tak bisa bergerak,seperti ikut terhenti kecuali anak vampir itu dan juga Darwin.


Darwin segera membawa anak kecil itu pergi dari sana.


"Kakak, kakak hebat sekali bisa menghentikan waktu." Ucap anak vampir itu.


"Siapa orang tuamu? Kenapa bisa seorang vampir berkeliaran bebas diantara manusia-manusia itu. Kamu ingin mati?" tanya Darwin ketika mereka sudah berada jauh dari kumpulan orang-orang kejam itu.


"Mereka sudah membunuh orang tuaku kak," jawab anak itu. Tiba-tiba hati Darwin tersentuh. Seorang anak yang tak memiliki kedua orang tuanya. Sama seperti dirinya dan juga Rein.


Ketika orang-orang itu kembali sadar. Mereka sibuk mencari anak vampir itu.

__ADS_1


"Hah kemana anaknya, kenapa tiba-tiba menghilang?" ucap salah satu diantara mereka.


"Iya,tadi masih ada di sini. Kenapa tiba-tiba tidak ada," sahut yang lain. Mereka tengah kebingungan mencari anak vampir itu.


__ADS_2