Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir

Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir
Pedang Mulai Berayun


__ADS_3

Darwin melesat cepat ke arah pria berjubah putih itu. Suara pedang beradu terdengar di telinga Rein. Sedangkan gadis itu tengah menahan sakit di lengannya karena terluka.


Dari kejauhan Rein hanya bisa melihat bayangan yang cepat tengah beradu. Darwin sepertinya masih bisa mengatasi pria itu. Terlihat dari dia yang belum sepenuhnya mengeluarkan kecepatannya.


Braaakk.


Pria berjubah putih itu terseret ke belakang dan jatuh mengenai tembok. Rein bisa melihat darah segar berceceran di tubuhnya.


Darwin melesat ke arahnya sambil menodongkan pedang miliknya.


"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Darwin dengan wajah dinginnya.


"Hahaha, gadis itu harus mati!" tanpa Darwin tahu pria berjubah putih itu masih memiliki tenaga untuk menyerang Rein. Dia melesat ke arah Rein yang tak jauh dari keduanya.Ternyata Rein lah sasaran dari pria itu.


"Rein! Awas!" teriak Darwin mengejar pria itu.


Jleb.


Rein yang tak siap dengan apa yang terjadi hanya bisa terkejut. Bukan karena dia yang terkena pedang dari pria itu. Namun Darwin yang melindunginya, dan akhirnya dia yang terkena pedang itu.


"Darwin!" teriak Rein khawatir padanya.


Darwin masih sempat tersenyum ke arah Rein.


"Kamu tidak apa-apa kan?" tanyanya.


"Bodoh!" Rein mengumpatnya.


Darwin membalikkan tubuh dan segera menyerang pria tadi. Menusuknya tepat di jantung. Seketika pria itu mati terkapar di tanah.


"Kamu, pedang itu!" Rein melihat pedang yang bersarang di tubuh Darwin. Dia dengan mudah menariknya. Rein yang melihatnya menjerit ketakutan. Tapi Darwin malah tersenyum.


"Ka,kamu baik-baik saja?" tanya Rein khawatir.


"Kamu lupa ya aku kan vampir!" Darwin membuang pedang yang menancap di tubuhnya ke tanah. Luka bekas pedang itu kembali ke semula.Rein merasa lega jika Darwin baik-baik saja.


"Baguslah!" ucap Rein. Namun Darwin tiba-tiba pingsan setelah dia menyelesaikan pertarungannya.


"Darwin!" Rein memapah tubuh Darwin yang terjatuh ke arahnya.


"Darwin bangun!" ucapnya sambil mengguncang tubuh Darwin. Rein sangat khawatir melihat Darwin yang lemas. Dia membiarkan kedua pahanya untuk bantalan kepala pria itu.


Rein lalu teringat, sehari ini pria itu belum meminum darahnya.


"Jangan bilang kamu lapar Darwin?" batin Rein.

__ADS_1


Rein segera mengarahkan lengannya yang sejak tadi mengeluarkan darah ke arah bibir Darwin. Agar darahnya menetes dan di minum olehnya.


Beberapa menit kemudian, Darwin akhirnya membuka mata. Dia menjilat bibirnya yang penuh dengan darah milik Rein. Sekaligus menarik lengan Rein untuk melanjutkan menghisap darah gadis itu.


"Enak?" tanya Rein dari atas kepala Darwin.


Darwin menganggukkan kepalanya seperti anak kecil. Tingkahnya benar-benar seperti anak-anak yang manja pada ibunya.


"Cepat bangun! Kedua pahaku kram karena mu!" sentak Rein. Darwin baru sadar bahwa dia memakai paha Rein sebagai bantalan.


"Wah nyamannya!" Darwin malah menggerakkan kepalanya di paha wanita itu.Membuat Rein kegelian.Gadis itu segera mendorong Darwin jatuh ke tanah.


"Aduh kasar banget sih?" ucapnya lalu bangun dan duduk di samping Rein.


"Siapa suruh keenakan tidur di pangkuanku!" ucap Rein kesal.


Darwin tersenyum mendengarnya. Rein ikut tersenyum di dalam hati. Setidaknya Darwin baik-baik saja. Dia sempat takut jika pria itu sampai terluka.


"Baiklah, ayo kita kembali ke penginapan!" ajak Darwin pada Rein.


"Baik." Rein segera bangun dan mengikuti Darwin kembali ke penginapan mereka.


Ketika sampai di penginapan,Rein dan Darwin kebingungan mencari Alex. Anak itu tak ada di tempat tidur.


"Entah,apa dia keluar?" tanya Darwin. Keduanya saling bertanya, namun tak mendapatkan jawaban. Rein mencoba mencari anak itu. Namun tetap tak dia temukan.


"Aneh, bau vampir di sini sudah hilang. Sepertinya dia sudah lama pergi dari penginapan ini," ucap Darwin.


"Benarkah?Lalu kemana dia?" tanya Rein.


"Sebentar aku akan mencarinya?"Darwin memejamkan kedua matanya. Dia mencari dengan kekuatan tembus pandangnya. Dari jarak lima ratus meter dari penginapan itu. Alex tengah di bawa oleh seorang pria dewasa berbaju hitam.Alex tengah meronta-ronta karena pria itu memaksanya.


"Sial,dia ada di arah ke hutan! Seseorang memaksa dirinya untuk ikut bersama dia!" jelas Darwin.


"Ayo kita ke sana!" ajak Rein. Dia bersiap untuk melompat ke arah jendela.


Namun Darwin tiba-tiba menarik lengan Rein. Dia menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" tanya Darwin.


"Biarkan saja, Alex tidak sesederhana yang kita kira. Orang yang membawanya memiliki kekuatan yang lebih dari kita.


"Kamu takut?" tanya Rein.


"Bukan takut, jika dua pertiga kekuatanku sudah pulih. Aku dengan mudah menghabisinya. Sayangnya kekuatanku belum bisa kembali," jelas Darwin.

__ADS_1


"Maksud kamu?" tanya Rein tidak mengerti.


"Sebelum aku tersegel di dalam rumah tua itu. Aku adalah penguasa kaum vampir. Karena seseorang menjebak ku dan mengambil dua pertiga kekuatan milikku. Kekuatan itu tersegel dalam batu berwarna biru. Entah dimana batu saat ini?" jelas Darwin.


"Jadi kamu harus menemukan batu itu. Agar kekuatan mu sepenuhnya kembali?" tanya Rein.


"Ya, begitulah," jawab Darwin.


"Tapi aku tetap akan menyusul Alex!" ucap Rein tanpa menunggu Darwin. Gadis itu sudah melompat keluar dari jendela menuju ke arah hutan.


"Haih dasar gadis bandel!" gerutu Darwin segera mengejar Rein.


Rein semakin cepat dalam melompat diantara atap penginapan-penginapan di sana. Dia tidak menghiraukan panggilan dari Darwin untuknya.


Darwin juga semakin menambah kecepatannya. Keduanya sampai di tepi hutan. Rein mencari-cari keberadaan Alex.


"Ayo kembali!" pinta Darwin.


"Tidak, aku akan mencarinya? Dia itu sejenis mu loh tapi kenapa kamu tidak menolongnya?" tanya Rein. Keduanya berjalan masuk ke dalam hutan.


"Itu bukan urusan ku. Lagi pula dia bukan vampir murni!" gumam Darwin.


Cetak!


Rein berhasil memukul kepala Darwin dengan gagang pedang miliknya. Pria itu mengaduh kesakitan.


"Apa sih pukul-pukul?" gerutunya memelototi Rein.


Ketika mereka sampai di tengah hutan. Tiba-tiba segerombol pria berbaju hitam mengepung keduanya. Darwin sudah menduga tentang hal ini.


"Siapa kalian?" tanya Rein. Dia sudah memasang kuda-kuda. Dengan pedang di tangan kanannya. Sedangkan Darwin masih diam memperhatikan mereka.


"Kalian yang siapa? Kenapa tiba-tiba masuk ke hutan ini?" tanya salah satu diantara mereka.


"Kak Darwin!" teriak Alex tak jauh dari mereka. Rupanya segerombol orang itu adalah penculik Alex.


"Alex!" Rein hendak mendekat ke arah Alex. Namun dengan cepat beberapa pria berbaju hitam itu menyerangnya.


Rein di bantu Darwin melawan mereka. Alex masih saja memberontak ingin melepaskan diri. Namun karena kesal,orang yang memegangnya memukul anak itu hingga pingsan.


"Dasar pengganggu kecil!" gerutu orang itu. Dia menyaksikan Rein dan Darwin yang tengah melawan para bawahannya.


"Siapa sebenarnya orang-orang ini. Kenapa selalu saja datang mengincar kita berdua?" batin Rein.


Dia masih ingat pria yang menusuk Darwin tadi. Sekarang pria-pria ini juga menyerang mereka. Apakah alasannya adalah dirinya kembali atau hal lain.

__ADS_1


__ADS_2