Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir

Oh Tidak! Pengawal Ku Vampir
Selalu bersama


__ADS_3

Rein menatap dengan wajah dingin ke arah sebuah restoran. Dua orang tengah berdiri saling berhadapan. Rein bisa melihat begitu pedulinya gadis itu pada si pria.


Pria yang tak lain adalah suaminya. Sudah hampir sebulan Darwin bekerja di restoran itu.Sama seperti biasanya dia bekerja setelah pulang sekolah. Dan mulai sejak itu semakin tidak ada waktu bagi dirinya dan pria itu bersama.


Rein lalu mencoba mengunjungi tempat kerja Darwin saat ini.Untuk memberi kejutan pada suaminya.Kedua matanya melihat bahwa pria itu tampak dekat dengan seorang gadis.


"Darwin," panggil Rein ketika dia berada tak jauh dari keduanya.Darwin menoleh ke arah Rein yang memanggilnya.


Darwin sudah selesai bekerja,dia hendak pulang ke rumahnya. Namun Leira menghentikan langkah pria itu.


Leira dengan yakin telah mengatakan isi hatinya pada Darwin. Pria itu tidak bisa menerimanya. Tapi Leira tetap bersikeras ingin memiliki Darwin.


"Rein," Darwin membalas sapaan istrinya. Dia sekaligus terkejut oleh kedatangan gadis itu.


"Kamu sudah mau pulang?" tanya Rein. Dia menatap Darwin dan Leira bergantian dengan wajah masam.


"Iya, tumben kamu ke sini?" tanya Darwin senang sekaligus khawatir,jika Rein mendengar semua yang di ucapkan Leira tadi pada dirinya.


"Siapa dia kak?" Leira yang sejak tadi diam akhirnya menanyakannya pada Darwin.


"Dia Rein, kekasihku Leira. Jadi tolong kamu menyerah lah," balas Darwin.

__ADS_1


Balasan itu membuat Leira terdiam, hatinya tak dapat dia cegah untuk terluka.


Rein bisa mengerti kondisi suaminya saat ini. Dia mendapat ungkapan cinta dari Leira. Dan Rein tidak suka itu.


"Ya, kamu harus menyerah. Karena aku lah miliknya?" ucap Rein, dia mendekat ke arah Darwin lalu menarik tengkuk pria itu. Dan mencium bibirnya.


Leira yang baru jatuh cinta harus menerima pukulan berat itu. Di depan matanya dia melihat pria yang dia sukai di cium oleh seorang gadis.


Dan mereka saling membalasnya. Leira menangis di depan keduanya. Lalu memutuskan untuk pergi karena tidak tahan lagi.


Setelah Leira pergi, Rein melepaskan ciuman mereka. Dia langsung memasang wajah kesalnya. Darwin tahu bahwa gadis itu tengah cemburu.


"Dia sudah pergi, untuk apa melanjutkannya," jawab Rein sambil mengerucutkan bibirnya.


"Cepat naik ke motor!"pinta Darwin.


"Gak, aku naik taksi saja!" jawab Rein.


"Naik!" pinta Darwin tegas.


Melihat wajah Darwin yang mulai tidak bersahabat membuat Rein sedikit mengendurkan kekesalannya. Dia naik ke atas motor pria itu.

__ADS_1


Motor itu mulai melaju ke jalanan. Darwin membawanya dengan santai, agar bisa menikmati suasana malam itu.


Tangan Rein di tarik oleh Darwin agar memeluk pada pinggangnya. Gadis itu tersenyum, lalu memeluknya dengan senang hati.


"Rein," panggil Darwin pada Rein. Suara pria itu terdengar jelas,meski beradu dengan suara dari motornya.


"Kenapa Win?" tanya Rein.


"Jangan pernah mencoba tinggalin aku ya,meski apapun yang terjadi," pinta Darwin.


Rein mengerutkan keningnya, dia heran mengapa tiba-tiba Darwin mengatakan hal seperti itu.


"Kenapa memangnya?" tanya Rein.


"Karena aku mencintaimu, dan ingin selamanya bisa bersama mu Rein," balas Darwin.


Senyuman Rein tak bisa dia sembunyikan. Sambil bersandar pada punggung pria itu dia semakin mengeratkan pelukannya.


"Ya,aku tidak akan meninggalkanmu Darwin," jawab Rein.


Kini giliran Darwin yang tersenyum. Rasa rindu yang membuncah kini dia rasakan. Dia ingin menikmati waktu bersama dengan istrinya mulai sekarang.

__ADS_1


__ADS_2