
Darwin bergerak cepat ke arah belakang tubuh Rein. Dia memukul tengkuk gadis itu. Membuat Rein seketika pingsan.Kedua tangan pria itu sudah sigap menangkap tubuh Rein. Membawanya dari sana.
Darwin meletakkan tubuh Rein ke tempat yang aman. Dia ingin menyerang Zeun, Darwin sudah lama ingin membunuh pria itu.Rasa dendam dihatinya sudah tidak bisa di tahan lagi.
Darwin berjalan ke arah Zeun.Dia membuang pedang di tangannya. Kedua mata pria itu sudah berubah warna menjadi merah. Kuku dan taringnya sudah kembali.
Darwin menunjukkan wujud asli vampir murni miliknya. Zeun tersenyum kecil melihat perubahan Darwin. Inilah yang dia tunggu-tunggu. Darwin keluar dari tempatnya bersembunyi dan mau bertarung dengannya.
Dari tangan Zeun muncul belati perak, yang sudah dia siapkan khusus untuk kaum vampir. Pria itu sudah bersiap menerima serangan dari Darwin.
Dari arah depan, Darwin dengan cepat menuju ke tempak Zeun berdiri. Dia menyerang pria itu dari jarak dekat.Mencoba melukai tubuhnya dengan kuku miliknya.
Tapi Zeun juga tidak mudah di kalahkan. Dia menangkis setiap serangan dari Darwin dengan belatinya.
Rein mulai sadar kembali. Dia melihat Darwin dan Zeun tengah bertarung.
"Darwin," Rein sangat khawatir dengan pria itu.
Ketika Zeun mulai kewalahan menghadapi Darwin, dari belakang pria itu muncul Rumi dengan pedang perak di tangannya.
Beberapa jam yang lalu Zeun bertemu dengan wanita itu. Rumi dalam keadaan sedih karena Darwin telah mengkhianati dirinya. Rumi yang patah hati melampiaskan kekecewaannya pada minuman keras. Dia mabuk dan di jalan tidak sengaja menabrak Zeun.
Pria itu dengan senang hati memapahnya. Lalu niatan buruk tiba-tiba muncul di pikiran Zeun. Sudah lama dia mencintai Rumi. Namun wanita itu tidak sedikitpun menganggap keberadaannya.
Zeun akhirnya membawa Rumi ke sebuah penginapan dan melakukan hubungan itu bersama. Tanpa Rumi sadar bahwa itu adalah Zeun. Rumi berfikir pria yang bersamanya adalah Darwin. Karena pengaruh minuman yang dia teguk.
Setelah puas menikmati tubuh Rumi. Zeun tidak melepaskan wanita itu begitu saja. Dia mengendalikan pikiran Rumi. Sama seperti Rein, dia akan menggunakan Rumi untuk senjatanya dalam melawan Darwin.
"Rumi! Bunuh dia!" Zeun menunjuk ke arah Darwin. Rumi yang sudah di bawah kendalinya segera menyerang Darwin.
Darwin terkejut untuk sesaat sebelum menyadari perubahan mata Rumi yang sama dengan Rein.
__ADS_1
"Jadi kamu sengaja menggunakan mereka untuk senjata melawanku?"batin Darwin semakin kesal pada Zeun..
Rumi menyerang Darwin dengan membabi buta. Di tambah Zeun juga menyerang Darwin. Sedangkan Rein masih berada di tempatnya. Dia seperti kehilangan energi. Rein belum sadar bahwa dia telah di kendalikan oleh Zeun.
Melihat Rein yang sudah tersadar, Zeun kembali mengendalikan pikiran gadis itu.
"Rein! Bunuh Darwin!" perintah Zeun. Kedua mata Rein berubah seperti Rumi. Dia mengambil pedang miliknya lalu ikut bergabung dengan Rumi dan Zeun untuk menyerang Darwin.
"Tsk kamu sungguh menyebalkan!" ucap Darwin.
Darwin menghadapi tiga orang sekaligus. Tapi dia tidak bisa melukai dua wanita yang menyerangnya. Meski berkali-kali mereka menyerang. Darwin tidak bisa membalas serangan keduanya.
Tujuan utama dia adalah membunuh Zeun. Pria itu tampak kehabisan energi karena mengendalikan dua orang sekaligus.Ini kesempatan bagus untuk Darwin menyerang celah kelemahan dari Zeun.
Ketika hendak menyerang Zeun lebih dekat. Dari arah belakang Rumi menusuk jantung Darwin.
"Uhh!" Seketika gerakan Darwin terhenti, pria itu merasakan sakit di bagian jantungnya.
"Darwin! Tidak! Bertahanlah!" Rein sangat ketakutan melihat Darwin terkena pedang perak milik Rumi. Wanita itu belum sadar juga, dia masih berusaha menyerang Darwin.
Rein akhirnya melindungi Darwin. Meski sedikit terlambat membantunya. Kini giliran Rein melawan Rumi. Dia berhasil melukai wanita itu hingga jatuh tersungkur.
Rein kembali ke tubuh Darwin.Dia tahu bahwa ada kekuatan milik Darwin dalam tubuhnya. Saat ini mungkin itulah yang diperlukan oleh Darwin.
Zeun yang melihat Rumi terluka segera mendekati wanita itu. Dia sangat marah pada Rein dan Darwin.
Ketika melihat Darwin semakin parah dan tak sadarkan diri. Rein merasa hatinya begitu hancur. Dua takut kehilangan pria itu.
"Darwin bangunlah! Aku mohon Darwin!"
Rein dan Zeun sama-sama tidak ingin orang yang mereka cintai pergi.
__ADS_1
"Semua ini salah kamu!" Rein menunjuk Zeun.
"Kamu juga telah melukai Rumi! Dari awal semua ini tidak akan terjadi jika Darwin tidak melawanku!" Zeun berdiri dan dari tubuhnya mengeluarkan sebuah aura yang kuat.
Aura manusia yang bercampur dengan iblis. Rein baru melihat hal seperti itu pada Rumi dan sekarang Zeun juga memilikinya.
"Kamu? Kenapa memberikan tubuhmu pada iblis seperti ini?" tanya Rein pada Zeun.
"Hahaha, iblis ini lebih baik dari pada kalian. Dia memberiku kekuatan besar dan hidup yang abadi!" balas Zeun. Kali ini suaranya sedikit lebih besar. Berbeda dengan suara asli pria itu.
Rein bisa melihat tubuh Zeun sepenuhnya sudah di kuasai oleh iblis. Meski separuh dari hatinya masih manusia.
Zeun menyerang Rein,akhirnya mereka berdua bertarung. Kekuatan di dalam diri Rein perlahan aktif kembali. Karena di paksa oleh wanita itu.
Rein melihat tanda di tangannya, hanya tinggal seperti titik saja.
"Jika memang harus pergi sekarang. Aku ingin berada di samping Darwin!" batin Rein.
Aura dari tubuh Rein memancar keluar. Zeun sedikit khawatir tentang kekuatan yang di miliki oleh Rein.
Gadis itu melaju ke arah Zeun. Menebas pria itu dengan pedang di tangannya. Meski begitu Zeun masih bisa menahan serangan dari Rein.
Tubuhnya terpelanting jauh dari tempatnya tadi. Tapi Zeun masih bisa bangkit kembali. Rein tampak kesal menghadapinya. Iblis benar-benar merepotkan bagi Rein.
Rumi yang masih bernapas menyaksikan kekuatan hebat keduanya. Dia telah kehilangan kekuatannya karena di serap habis oleh Zeun yang di kendalikan oleh iblis.
"Darwin bangunlah!" Rumi mengatakan dengan lirih sambil meraba ke arah pria itu. Karena jarak mereka terlalu jauh, Rumi tidak bisa menggapainya.Jiwanya harus keluar dari raga itu kembali. Dan dia tidak mungkin bisa kembali ke tubuh Rein lagi.
Darwin belum juga tersadar, luka karena pedang perak itu sangat fatal mengenai jantungnya. Dengan cepat racun dari pedang itu menyebar ke seluruh tubuh pria itu.
"Boom!" Zeun mendapatkan serangan bertubi-tubi dari Rein. Pria itu berhasil terpojok, dia tidak bisa bangkit kembali. Rein segera menghampiri tubuh Darwin. Mengguncangnya dengan sisa kekuatan yang dia miliki.
__ADS_1
"Darwin bangunlah!" pintanya. Tapi Darwin tidak sedikitpun merespon gadis itu.Kedua mata Rein sudah tak lagi bisa dia tahan.Air mata keluar begitu saja. Dia sangat takut kehilangan Darwin.