Om Pamungkas

Om Pamungkas
hari sakral


__ADS_3

Hari sakral untuk Pamungkas tiba,


ia sudah mengenakan busana pengantin dodotan lengkap, beserta keris di belakang pinggangnya juga melati yang melingkari leher sampai dadanya.


Dodotan adalah busana pilihan mama Ratih, karena di pernikahan pertama, Ratih lebih memilih pakaian yang lebih modern dan ke barat baratan.


Pamungkas berjalan memasuki ballroom, tentu saja dadanya yang lebar dan bidang dapat di lihat banyak orang disana.


Alunan Gending temu manten menggema di ballroom hotel yang hanya berjarak lima belas menit dari kediaman Adi putra pambudi utomo itu.


Rafael dan Frans berdiri disamping Pamungkas, kedua laki yang tidak memiliki darah jawa sama sekali itu terlihat sedikit kikuk, namun keduanya tampan menggunakan setelan beskap.


Sementara Derry berdiri di belakang Pamungkas juga dengan setelan beskap coklat muda.


Tidak sedikit para tamu yang terlihat berbisik bisik, beberapa terlihat tersenyum senyum melihat pengantin pria yang gagah itu.


Sementara Ratih, yang juga memakai dodotan berwarna hijau itu terlihat cantik dengan sanggul solo basahan yang di bungkus penuh melati itu.


Parasnya anggun dengan alis yang rapi dan potongan daun sirih yang di tempelkan di dahinya.


satu kepang melati menjuntai ke dadanya,

__ADS_1


tubuh kecil itu terlihat beberapa kali merasa berat dengan sanggul dan jariknya yang berlapis lapis itu. Namun perias jawa kepercayaannya mamanya selalu mendampingi Ratih, dan beberapa kali merapikan melati yang menjuntai ke dada itu.


Pamungkas tak tersenyum sedikitpun, meski dalam hati mengagumi keanggunan istrinya itu.


Keduanya tetap tenang, sampai prosesi lempar sirih, injak telur, dan sungkem pada kedua orang tua selesai.


Banyak anggota keluarga yang haru, karena melihat tak ada seorang pun keluarga yang mendampingi Pamungkas.


" Anak segagah dan sepatuh itu.. duh alahh.." keluh salah satu saudara jauh Adi.


Pamungkas sempat menangis, begitu juga Ratih, saat keduanya bersimpuh di paha Adi dan Ana.


Bagaimana tidak, sang MC pintar memainkan kata hingga mengaduk aduk perasaan kedua pengantin dan kedua orang tua.


rupanya sore ini masih tumpah juga, bahkan teman teman Pamungkas pun ikut berkaca kaca.


Ballroom yang di hias dengan mewah dan di penuhi dengan nuansa coklat muda sesuai dengan seragam para keluarga itu tampak riuh dengan nyanyian yang sengaja di persembahkan Hendra pada kedua pengantin.


Laki laki itu bernyanyi di iringi band lokal yang sengaja ia hadirkan untuk memeriahkan suasana.


Sementara Ratih dan Pamungkas duduk tenang di pelaminan, Pamungkas sesekali menatap Ratih dan menggenggam tangan pengantinnya itu, aroma cinta dari Pamungkas terlihat begitu pekat, membuat semua mata iri memandang Ratih yang di penuhi tatapan sayang dari Pamungkas.

__ADS_1


Sementara Ratih hanya diam dan patuh.


" Sabarlah.. setengah jam lagi katanya kita boleh ganti baju.." ujar Pamungkas berbisik.


Ratih hanya mengangguk dan terus mengarahkan pandangannya pada tamu.


Beberapa tamu terlihat ingin menyalami Pamungkas dan Ratih, karena itu keduanya bangkit dan mengulas senyum hangat.


Namun di saat Pamungkas dan Ratih sibuk berfoto dengan para tamu, sesuatu yang tak di sangka sangka terjadi.


Sosok Arga tiba tiba saja hadir disana, dengan langkah lebar ia mendatangi Pamungkas,


dan langsung mengarahkan tinjunya ke wajah Pamungkas, semua terjadi begitu cepat.


Pamungkas yang tidak siap tentu saja terjerembab ke kebelakang.


Setelah melihat Pamungkas terjerembab Arga menarik lengan Ratih, " beraninya kau menikahi orang lain!" tegas Arga, tapi tak lama laki laki itu di sergap oleh Frans dan Derry.


Sementara Pamungkas yang kesulitan bangun karena jariknya yang melilit lilit itu Di bantu bangun oleh Hendra yang langsung saja melemparkan mic nya saat melihat omnya itu di pukul sampai jatuh.


Suasa pesta tidak lagi riuh karena nyanyian, tapi karena teriakan ibu ibu yang kaget melihat pengantin laki laki di pukul.

__ADS_1


" Lepaskan aku?! lepaskan?!!" Arga yang sudah di pegang oleh Frans dan Derry itu masih mengamuk.


Bau alkohol menyeruak saat laki laki itu berteriak keras.


__ADS_2