
Seperti biasa, hari jumat olah raga bersama, tapi jangankan olahraga, Pamungkas hanya duduk saja.
Saat semua istri sibuk volly, istrinya justru tak terlihat sama sekali.
" Kemana istrimu?" tanya Fakih duduk disamping Pamungkas.
" Tidak sehat dia," jawab Pamungkas pelan.
" sakit apa?"
" sering pusing, katanya pengaruh asam lambung.."
" wah, kok bisa? sering telat makan terus stress biasanya.." sahut Fakih.
Pamungkas tak menjawab,
" mungkin memikirkan pekerjaannya?" tanya Fakih,
" aku sudah menyuruhnya tidak terlalu sibuk, tapi entahlah.. Dia terlalu suka dengan dunianya yang sekarang,"
Pamungkas mencabut bunga rumput yang ada disamping kakinya.
" Biarkanlah.. yang penting tidak melenceng dari jalur.."
Pamungkas lagi lagi diam, ia memainkan bunga rumput yang ada di tangannya.
" Bang.." ucapnya tiba tiba,
" hemm," jawab Fakih menatap Pamungkas teliti.
" Bagaimana kalau aku ajukan pindah saja?" tanya Pamungkas menatap orang orang yang sibuk olahraga.
" Kau kan baru pindah kesini?" Fakih mengerutkan dahi,
" ada apa Pam? Bicaralah.. agar aku bisa memberimu saran yang tepat?"
Pamungkas menghela nafas,
" Pam, jangan lari dari masalah,
Selesaikan semua dengan tuntas..?" ujar Fakih.
" Aku tidak bermaksud lari, aku hanya takut membunuh orang..",
sekarang Fakih yang terdiam,
__ADS_1
" si Arga itu, terus saja mengejar istriku," akhirnya Pamungkas bicara.
" yang penting istrimu tidak merespon kan?"
" entahlah, aku tidak tau itu dengan benar.." jawab Pamungkas lesu.
" Lho? Kok bisa tidak memahami istri dengan benar?" Fakih heran.
" Karena dia tidak pernah jujur soal perasaannya padaku,
selama menikah belum pernah sekalipun dia berucap mencintai atau menyayangiku.."
" Pam, cinta dan sayang tidak perlu di ucapkan kan sudah pernah kubilang?"
" ya, aku tidak akan gusar dengan hal itu jika tidak ada pengganggu diantara kami?"
Fakih yang menghela nafas sekarang,
" Bukankah Arga sudah kau lempar jauh kesana?" tanya Fakih,
" dia sering pulang, anaknya sudah lahir.."
" anak dari selingkuhannya itu?"
" yah.. Bahkan dia sudah menceraikan istri sirihnya itu..
" Kau jangan sembarangan berasumsi? Istrimu sudah pernah di khianati , mana mungkin dia mau berdekatan atau berkomunikasi?"
Pamungkas menatap Fakih sembari tersenyum getir,
" kenyataannya istriku masih bertemu dia," suara Pamungkas dalam,
Fakih tak percaya,
" mana mungkin, kau tau dari mana?"
Pamungkas tertunduk,
" kau tau dari mana? Jangan asal dengar omongan orang ya Pam?!" peringat Fakih.
" Dari pegawainya, yang kedua..
aku membuka Hpnya beberapa hari yang lalu,
dia curhat dengan temannya lewat chat,
__ADS_1
Kalau bertemu Arga dirumah sakit dan Arga memaksanya menjenguk si bayi,"
Fakih terdiam, ia lama berpikir.
" Kalau abang jadi aku bagaimana bang..
Kalau tidak ada hukum sudah kubunuh laki laki itu supaya tidak menganggu rumah tanggaku terus menerus..",
Fakih tau benar dari suara Pamungkas yang tertahan,
Ia sudah amat sangat menjaga emosinya, berusaha sekuat tenaga meredam api amarah yang berputar putar di dadanya.
" Dari awal aku menikah, sampai sekarang, aku bahkan tidak pernah menyentuhnya sedikitpun, tapi dia semakin berani."
" salah jika aku menyuruhmu untuk terus tenang, tapi salah juga jika aku menyuruhmu untuk menyelesaikannya dengan amarah,
semua tergantung istrimu Pam, dia harus tegas..
tapi, perkaran bertemu itu bukan suatu hal yang di sengaja kan oleh istrimu?
Jadi jangan terlalu menyalahkan dia.."
" tapi dia tidak jujur padaku?"
" mungkin dia takut kau langsung mencari Arga?"
" bukan takut karena masih mencintainya?" tatapan Pamungkas pedih.
Fakih tercengang, ia menarik Pamungkas bangkit,
" ayo kita keruangan saja, jangan bicara disini," Fakih mengajak Pamungkas masuk ke dalam ruangan kantor mereka.
Meski keduanya duduk jauh di ujung lapangan, dan suasana yang riuh akan mengaburkan suara mereka, tapi Fakih takut orang orang dapat melihat sorot mata Pamungkas yang penuh kepahitan itu.
" Pakk!!" Fakih memukul lengan Pamungkas, cukup keras saat keduanya sudah sampai di ruangannya.
" Kau ini bodoh ya! Jangan cengeng! Arga tidak bisa dibandingkan denganmu!"
" aku manusia biasa bang, hatiku sakit istriku tidak jujur padaku..?"
" brengsek?! awas saja kalau kau lembek begini di depan orang orang!" Fakih memukul lengan Pamungkas lagi.
" Istrimu bukan berselingkuh?! Dia hanya tidak sengaja bertemu?!" tegas Fakih,
" Dia tidak jujur,"
__ADS_1
" mungkin ada alasannya?"
" alasan karena masih berat dan takut aku memukul mantan suaminya?!" nada Pamungkas meninggi, ia tampak lelah dengan pikiran pikirannya sendiri.