
" aku ga mau tau pokonya kita harus cerai aku sudah mendaftarkan perceraian kita "
" tapi mas kenapa kamu tiba - tiba mau bercerai? sedangkan rumah tangga kita ta pernah Ada masalah "
" aku muak harus terus bersama kamu. Jadi aku harap kamu jangan mempersulit proses perceraian kita"
" tapi bagaimana dengan putri - putri kita mas. mereka akan menjadi korban. aku mohon pikirkan kembali keputusan mu mas. aku mohon.... "
" ah sudah lah mereka itu sudah dewasa mereka pasti mengerti"
" apa sebenarnya yang terjadi mas kenapa kamu tiba - tiba ingin bercerai dariku mas? very aku Alasan yang jelas agar aku bisa menerimanya! oh.... atau benar gosip yang beredar di luar kalau mas sudah punya wanita simpanan? jawab mas! "
" kalau kamu sudah tau lalu kenapa kamu seolah Enggan berpisah dengan ku? "
__ADS_1
" oh jadi gosip itu benar mas ? OK aku akan tandatangani Surat cerai kita agar kamu puas "
"oh ia satu lagi segera Kemasi barang - barang mu, Karena rumah ini akan segera aku jual ! Dan jangan lupa bawa putri mu pergi"
seorang gadis yang beranjak remaja ta sengaja mendengar pertengkaran orang tuanya. dia adalah Marissa Putri Setiyawan yang terdaftar sebagai siswi dari sebuah SMA Negeri ternama di kotanya.
Marissa adalah anak bungsu dari Dua saudara. kakanya Silvy Putri Setiawan telah menikah Dua tahun Lalu dan telah dikaruniai seorang putri .dia tinggal bersama suaminya di kota setelah.
ayahnya pa Setiyawan adalah seorang pemilik showroom motor yang sudah terkenal di kotanya. sedangkan bu Rina Hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa.
" ayah... hentikan yah apa yang ayah lakukan " Marissa mencoba menarik tangan ayah nya untuk menghentikan tindakan ayah nya.
" jangan ikut campur! " Bentak pa setiyawan
__ADS_1
" AYAH.... yang ayah lakukan itu salah yah. jangan kan ibu yah aku juga sudah tau tentang kebusukan ayah. jika memang benar ayah mau menikah lagi silahkan yah tapi marissa mohon jangan sekali - Kali lagi menyakiti ibu! "
" dasar anak kurang ajar kamu" pa setiyawan menampar Marissa
" Marissa akan selalu ingat tamparan ayah! tamparan untuk yang pertama Dan terahir yah. hanya Demi hidup bersama wanita jal*ng itu ayah tega menampar aku yah "
pa setiyawan langsung pergi meninggalkan rumah setelah membanting pintu kasar. bu Rina mencoba kuat di depan putrinya. dihapusnya airmata yang membasahi wajahnya .
" Ca.... maafin ibu yah kamu jadi melihat yang ta seharusnya kamu lihat " bu Rina mengusap pipi marissa yang di tampar ayah nya. " apa ini sakit ca? "
" tidak bu, yang sakit bukan pipi ica tapi hati ica. sebaiknya kita cepat berkemas bu sebelum Ayah memukuli ibu lagi. "
" tapi ca kita mau pergi kemana ini rumah kita. "
__ADS_1
" kita ke rumah kake saja bu, ica lebih senang jika kita ke rumah kake daripada harus memaksa tinggal disini tapi tersiksa untuk apa bu? " Marissa membelai punggung tangan ibunya.
" tapi na itu akan menciptakan masalah Baru. apa yang harus kita katakan pada kake jika wajah kita lebam begini? "