Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
kake


__ADS_3

Seperti biasa nya Marissa bersiap sekolah pagi pagi sekali. Yogi sudah siap menunggunya di depan rumah.


"Buruan Ca gue ada tugas nih belom selesai. "


" Terus... "


" Ya gue musti buru buru sampe sekolah biar bisa nyelesain tugas gue. "


" Maksud lo nyontek? Gila lo hari gini masih aja nyontek. "


" Alah... kaya lo kaga pernah aja. Udah yu ah buruan. "


" Iya iya Yogi. Lama lama lo makin ngeselin ya. Heran gue. Padahal lo sepupuan sama Ka Davy tapi sifat kalian jauh beda kaya langit Dan bumi. "


" Sialan lo Ca. " cemberut Yogi.


Karena jalanan masih lengang mereka hanya butuh waktu sekitar lima belas menit untuk sampai di sekolah.


Yogi buru buru ke kelas nya. Sedangkan Marissa yang memang belum sempat sarapan memutuskan untuk ke kantin dulu. Ia segera memesan makanan.


Baru beberapa suapan Marissa sudah di kejutkan dengan notifikasi di HP nya. Di sana tertera nama sang ibu yang mengirim pesan. Dengan perasaan heran Marissa segera membuka pesan itu.


" Kake.... " lirih Marissa. Ia segera membayar makanan nya tanpa ingin menghabiskan nya dulu. Marissa terkejut melihat pesan sang ibu yang menggatakan jika kake nya di bawa ke rumah sakit.

__ADS_1


Dia berlari ke kelasnya menemui Jaka.


" Jaka... lo buatin surat ijin buat gue yah plis. Gue buru buru harus ke rumah sakit. Kake gue sakit. " setelah mengutarakan maksudnya menemui Jaka Marissa pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban Jaka.


" Eh.. iya. " Jaka yang setengah terkejut hanya menggumam kecil.


Marissa berlari ke halte dekat sekolahnya. Ia mencoba mencari angkutan umum.


" Ka Davy kalo kaka ada di sini pasti kaka bakalan secepat kilat dateng bantu aku. Ka... hiks hiks.. " Marissa menangis ia frustasi menunggu angkutan umum yang tak kunjung datang.


Beberapa saat menunggu akhirnya datang juga angkot yang di tunggu tunggu Marissa. Ia segera naik setelah angkot itu berhenti.


¤¤¤¤


" Bu... bagaimana keadaan kake? "


" Entah lah Ca Dari tadi dokter belum keluar dari ruang ICU. Ibu juga belum tau. " Bu Rina tertunduk lesu.


" Ibu yang sabar ya. Kake pasti kuat. " Marissa segera merangkul ibu nya. " Apa yang terjadi sama kake bu? bukan nya tadi kake baik baik saja. "


" Ibu juga kurang faham Ca. Setelah sarapan kake kembali ke kamar nya. Saat ibu melihat ke kamarnya kake sudah tergeletak di lantai tak sadarkan diri."


Mereka akhirnya saling merangkul untuk saling menguatkan. Sudah jatuh tertimpa tangga mungkin itulah istilah yang tepat untuk Bu Rina.

__ADS_1


Setelah resmi dicerai Pa Setiyawan Bu Rina terus saja di timpa masalah.


Pintu ruang ICU perlahan terbuka. Nampak seorang dokter keluar dari ruangan itu.


" Bagai mana kondisi ayah saya dok? " Bu Rina nampak tak sabaran.


" Maaf bu, kami sudah berusaha sekuat semaksimal mungkin. Tapi takdir berkata lain. Tuhan lebih menyayangi beliau. Saya harap Ibu dan keluarga bisa bersabar. Saya permisi. "


" Iya dok terimakasih. " ucap Marissa


Seketika Bu Rina terkulai lemas. Satu persatu orang yang ia sayang meninggalkan nya. Bu Rina jatuh tak sadarkan diri. Saking sakit nya rasa di tinggal orang tua nya hingga ia tak kuasa lagi menahan beban itu.


Marissa dengan sigap menangkap tubuhnya rapuh sang ibu. Bukan nya Marissa tak bersedih namun ia mencoba tegar.


Marissa di bantu beberapa suster untuk membawa bu Rina ke ruang rawat. Marissa segera menelpon semua paman Dan bibi nya untuk memberitahu kondisi kake.


Marissa melorotkan tubuhnya setelah semua anak anak kake ia hubungi. Ia menangis sesegukan di lorong rumah sakit. Tubuhnya bersandar pada dinding rumah sakit. Beberapa orang yang melihat Marissa merasa kasihan bahkan Ada yang ikut menangis.


" Kake.. kenapa kake ninggalin aku? Kenapa kake tega ke? satu persatu orang yang aku sayang ninggalin aku. Apa aku ga pantas hidup berdampingan sama kalian. Segitu buruknya kah aku tuhan... Hiks Hiks hiks"


Seorang ibu yang berada tak jauh dari Marissa mendekatinya ibu itu terus mengusap punggung Marissa. Ia begitu merasakan kesedihan Marissa.


" Nak jika Allah mengambil kake mu itu tandanya allah lebih menyayangi nya. Kamu harus iklas. Doakan kake mu agar di tempat kan di tempat nya yang paling indah.

__ADS_1


Ingat na setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Itu sudah menjadi ketetapan nya. Kita yang masih hidup harus iklas menjalani nya. Ibu yakin kamu anak yang kuat nak. " Ibu itu memeluk Marissa seolah ingin memberikan kekuatan untuk Marissa .


__ADS_2