
Bel pulang telah berbunyi sejak lima menit lalu namun Marissa masih tertahan oleh tiga bodyguard abal abal Davy. Mereka bertanya akan hubungan Marissa dengan Riki.
" Ayolah kalian kaya gak kenal gue aja. Mana pernah gue mainin hati ka Davy. Suer deh... " kesal Marissa. Ia tak menyangka kedatangan Riki tadi membuatnya dalam masalah.
" Kita cuma heran kenapa Riki begitu berani deketin lo. Padahal lo itu kan udah punya cowok. Lo yakin ga pernah ngasih harapan sama dia. "
" Harepan gimana sih? lo kan tau kebanyakan temen gue tuh cowok tapi gue sih biasa aja sama kaya ke kalian. " santai Marissa.
" Iya juga sih. Jangan jangan dia salah mengartikan kebaikan lo Ca.. " imbuh Jaka. Marissa hanya menggedikan bahu.
" Kayanya mulai sekarang lo jangan terlalu baik deh sama cowok. Takutnya cowok nya baper kan berabe. Masalah buat lo juga. " Deni manggut manggut.
" Oke lah. Kan ada kalian. Udah ya gue balik nih. Ka Davy udah nunggu di depan kasian. "
" Ya udah yu bareng sekalian. " Mereka keluar bersama. Layaknya seorang putri Marissa berjalan di depan dengan tiga pengawal di belakang nya.
Davy yang melihat Marissa keluar tersenyum apalagi Marissa kini tengah di kawal tiga orang sodaranya.
" Cie... tuan putri. Pengawalnya banyak bener. " ledek Davy.
" Ish.... " Marissa mendengus kesal. Lain hal nya ketiga sodara Davy mereka memposisikan diri seolah hendak laporan pada sang atasan.
" Lapor komandan... kami sudah selesai mengawal tuan putri yang rada sableng ini. Laporan selesai. " kata Yogi tegas.
__ADS_1
"Dasar sialan lo... " Marissa memukul lengan Yogi. Semua tertawa melihat wajah Marissa yang kini sudah cemberut.
Setelah melapor pada Davy tiga bodyguard abal abal itu pamit pulang terlebih dahulu.
" Gimana sekolahnya?"
" Biasa aja. "
" Masih marah? mau makan dulu ngga? jajan baso misalnya? " jurus terjitu saat Marissa tengah ngambek ya jajan baso.
"Hem... "
" Ko cuma hem. Ya udah ayo berangkat. " Marisaa masih diam hingga mereka sampai di warung baso kesukaan Marissa.
" Adek kaka tersayang tuh di makan baso nya jangan di diemin nanti dingin. " Davy mengelus tangan Marissa.
" Makasih ka.. " Dia langsung sibuk makan. Seorang perempuan cantik dan seksi tiba tiba menghampiri mereka.
" Davy? apa kabar? " tanpa permisi wanita itu langsung memeluk Davy. " Aku kangen tau udah lama gak ketemu. " manja wanita itu sambil terus bergelayut di tangan Davy.
" Eh Dwi, ngapain? " karena risih Davy segera menepis tangan Dwi secara halus.
" Ihh Davy.. ya mau makan lah. Bareng ya. Aku sendirian nih. Kamu juga sendirian kan? " Dwi masih terus saja bergelayut manja.
__ADS_1
" Tempelin aja terus...." ledek Marissa sambil terus makan baso nya tanpa di kunyah saking kesel nya.
" Itu siapa? adek kamu ya? " Dwi menunjuk Marissa dengan dagu nya.
" Bukan itu... " Ucapan Davy terpotong oleh cuitan Marissa.
" Iya adek ketemu gede. " ketus Marissa. Karena makan terburu buru ahirnya dia tersedak. " Uhuk... uhuk... "
" Ya ampun sayang pelan pelan." segera Davy memberikan minum untuk Marissa di tepuknya punggung Marissa. Davy sengaja menegaskan kata sayang agar Dwi mengerti. Tapi bukan nya mengerti Dwi malah semakin menjadi.
" Adik kamu lucu ya. Gumus aku. Masa makan baso ga di kunyah. " Dwi malah terkekeh.
Marissa semakin jengkel nampak sekali dari raut wajahnya. Bagaimana Dwi tidak mengira Marissa adik Davy saat ini ia tengah memakai seragam sekolah. Jarak usia Davy dan Marissa yang terpaut lima tahun membuat mereka terlihat layaknya seorang adik kaka.
" Maaf Wi... Ini Marissa pacar ku. " karena ta ingin memerkeruh suasana Davy segera memperkenalkan Marissa. Ia ta ingin gadis kecilnya merasa kecewa.
" Sejak kapan kamu suka daun muda? Bukan kah dulu kamu paling males sama daun muda. Kamu kan selau bilang kalo daun muda itu ribet. " Dwi sengaja memanas manasi Marissa. Marissa masih duduk tenang walaupun tangan nya kini sudah terkepal di bawah meja.
" Ternyata pikiran ku salah. Usia bukan jaminan kedewasaan seseorang. Terbukti di usianya yang masih belia dia bisa berpikir lebih dewasa dari aku."
" Dewasa dalam hal apa? "
" Dewasa dalam menyikapi wanita seperti kamu. "
__ADS_1