Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
ungkapan hati


__ADS_3

Dengan senang hati Davy menuruti keinginan Marissa. Ia segera menyuapi Marissa dengan telaten.


" Aku tuh mau nya kita makan bareng ka. Bukan cuma aku, tapi kita. " Marissa dengan cepat menyuapi Davy juga. Ia sedikit kesal karena Davy hanya menyuapi nya saja.


" Ini kan buat kamu de. Kaka sengaja beli buat kamu. "


" Mulai sekarang apa yang aku makan kaka juga harus makan. Walaupun itu cuma ada satu kita bisa membaginya. Jadi itu bukan alasan ka, susah senang kita sama sama. " Marissa kembali menyuapi Davy.


" Terimakasih. " Davy berbicara dengan mulut penuh.


" Sttt... udah ayo makan jangan bicara terus kasihan nasinya. " ajak Marissa. Davy menyuapi Marissa sedang Marissa menyuapi Davy.

__ADS_1


💖💖💖


Setelah makan mereka duduk sambil menonton televisi. Davy tak henti menciumi pucuk kepala Marissa yang kini tengah berada di pelukan nya.


" De kaka boleh jujur tidak? "


" Jujur tentang apa? " seketika Marissa yang tadi tengah fokus menonton menoleh ke arah Davy.


" Aduh, belum apa apa udah di kasih tatapan kaya gitu. " Davy jadi ngeri sendiri. Tapi jika ia tidak membicarakan tentang Nabila takutnya suatu saat Marissa akan salah faham.


" De, kaka harap kamu ga marah ya. " Marissa terus mendengarkan setiap kata yang di ucapkan Davy. " Jadi di kantor kaka ada karyawati yang selalu menggoda kaka. Namanya Nabila. Tapi sumpah demi apa pun kaka ga tertarik sedikitpun sama dia. Kaka cerita sama kamu karena kaka ga mau kamu salah faham di kemudian hari karena kaka ga cerita. "

__ADS_1


" Hmmm... aku percaya ko sama kaka. Terimakasih ya ka, kaka sudah mau menceritakan semua nya. Kaka selalu menjaga perasaan ku. Ta ada hal yang lebih menyenangkan dari ini Ka. Aku benar benar beruntung sebagai istri kaka. Bahkan hal seperti itu saja kaka sudah membicarakan nya dengan ku. " sebagai seorang istri Marissa sangat terharu karena Davy begitu menjaga perasaan nya.


" Kaka ga ingin membuat kamu kecewa apalagi sampai membuat kamu menangis. Kaka ga mau sampai menyia nyiakan kepercayaan kamu de. Tapi kaka aga kecewa sama kamu de." tatapan Davy menyendu.


" Kecewa? aku Minta maaf jika aku salah. Tolong kaka jelaskan di mana letak salahku sampai kaka bisa kecewa pada ku. " terlihat air mata Marissa sudah mulai menggenang di pelupuk matanya. Sungguh ia tak tau letak kesalahan nya di mana sehingga membuat Davy kecewa. Secepat kilat Davy merengkuh Marissa kedalam pelukan nya.


" Kenapa tadi pagi kamu ga bilang jika mi instan nya tinggal satu sehingga kamu hanya makan dengan garam de. Kamu bilang apa yang kamu makan kaka juga harus memakan nya. Lalu apa yang kaka makan kamu ga boleh makan? kenapa ga bilang de? " Kini suara isakan Marissa mulai terdengar bukan hanya Marissa tapi Davy pun ikut menangis.


Biarlah di anggap cengeng karena menangis ia tak peduli. Ia hanya tak ingin Marissa menanggung beban seorang diri.


" Kaka ga mau kamu menanggung beban itu sendiri. Kaka harap kedepan nya kamu jangan pernah menyembunyikan apa pun dari kaka. Jika ada yang harus tidak makan itu kaka de bukan kamu. Kaka merasa gagal jadi suami. "

__ADS_1


" Maaf ka, aku hanya tak ingin kaka bersedih. Aku iklas ko ka jika harus makan dengan garam. Itu tak masalah untuk ku, asalkan bisa bersama kaka aku ga mempermasalahkan nya. "


" Berjanjilah de mulai saat ini dan seterusnya kamu akan membagi semua beban dan kesedihan kamu. Tolong jangan sembunyikan apa pun dari kaka. " Davy terus menciumi pucuk kepala Marissa mencari ketenangan di sana.


__ADS_2