Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
kepergian Davy


__ADS_3

Marissa dan Kristin segera menuju rumah Davy setelah Marissa mengganti pakaian nya. Marissa ingin bertemu Davy.


" Ka... " lirih Marissa saat melihat sebuah koper sudah tersimpan di ruang tamu.


" Dek... sukur kamu kesini. Maaf ya Dek Kaka terpaksa harus ke Jakarta, ada pekerjaan untuk Kaka disana. Ayah meminta Kaka untuk berangkat sekarang bersama Kristin. "


" Hmmm"


" Kamu gak marah kan dek? Kaka harap kamu bisa ngerti ini semua demi masa depan kamu. Kalau Kaka terus-terusan kerja di sini kamu pasti ga bakalan bisa ngelanjutin sekolah Dek. Karena Kaka ingin kamu bisa kuliah. Mumpung masih ada waktu satu tahun buat Kaka nyari uang buat kamu."


Diam hanya itu saja yang Marissa lakukan. Bibirnya seolah kelu hanya air mata saja yang keluar dari matanya.


Dengan cepat Davy memeluk Marissa ia ingin sedikit menenangkan Marissa. Namun bukan nya tenang Marisaa malah semakin terisak.


" Marissa ga papa ko Ka ga ngelanjutin kuliah asal Kaka tetap bersama Marissa. Aku ga mau pisah sama kaka. Aku ga tau harus apa kalo kaka ga ada sama aku. Terus siapa yang bakalan hibur aku kalau lagi sedih kalo kaka ga ada? "

__ADS_1


" Ssstttt.... Kaka yakin kamu bisa Dek kamu itu wanita yang kuat. Lagian ini hanya untuk sementara waktu Dek. Bukan kah kamu ingat kalo kaka sudah berjanji akan membahagiakan kamu. Ini semua kaka lakukan untuk masa depan kamu. Kaka ingin kamu jadi orang sukses Dek tudak seperti Kaka. "


" Terus kaka mau tinggal di mana? " Marissa masih terus terisak bahkan Kristin yang melihat ikut menangis.


" Kamu tenang aja Ka Hani kan di Jakarta jadi untuk sementara kaka akan tinggal bersama ka Hani. Kamu doa'in kaka ya supaya lancar kerjanya. "


" I-iya.. "


Dengan berat hati Marissa melepas kepergian Davy dia terus saja menangis. Entah mengapa dia merasa sendirian benar-benar sendirian.


Marissa memutuskan pulang setelah melepas kepergian Davy. Ia menolak untuk diantar ia lebih memilih naik ojek.


Di tengah jalan tiba-tiba ia ingat tempat ternyaman nya saat sedang sedih. Ia memutuskan untuk pergi ke sawah untuk beberapa saat agar pikiran nya tenang.


Awalnya dia tampak tenang namun beberapa saat kemudian ia mulai menangis.

__ADS_1


" Hiks.. hiks.. Ka... kenapa kaka tega ninggalin aku? Kenapa kaka harus repot-repot kerja cuma buat biaya sekolah ku? aku lebih baik ga lanjutin sekolah ka kalo gini ceritanya. Hiks.. hiks...


Kaka selalu janji bakalan ada terus di samping aku! mana ka mana?


Apa emang kalian semua gak mau deket-deket aku? Tega ka kamu ninggalin aku. Apa pun alasan nya aku ga suka ka... "


"KA DAVY...... " teriak Marissa


Tangisnya begitu pilu. Hingga mengundang orang-orang yang berada dekat dengan nya.


"Udah neng kalo cowok nya ninggalin ga usah nangis, masih banyak cowok lain ko. " ucap salah seorang warga.


Marissa langsung menghapus air matanya ia merasa malu ternyata banyak yang memperhatikan nya. Karena sedih dia sampai lupa melihat sekitar.


" Eh maaf saya mengganggu. " Marissa membungkuk lalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2