Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
curiga


__ADS_3

Setelah pertemuan dengan Dwi hari itu hidup Marissa mulai tak tenang. Banyak pesan masuk dari nomor tak di kenal yang seolah meneror Marissa. Awalnya Marissa tak menanggapi namun lain hal nya hari ini. Si peneror melampirkan foto Davy yang tengah berfose bersama Dwi.


" Apa apa an nih? ih ko Davy... " pesan masuk saat Marissa masih belajar di dalam kelas. Mau tak mau ia harus menahan emosinya karena ada guru yang tengah menerangkan.


Jaka yang duduk sebelah Marissa melihat perubahan wajah Marissa yang tampak akan menangis itu.


" Ada apa? lo kenapa ko kaya lagi ada masalah? " bisik Jaka. Marissa hanya mengangguk sedih. Konsentrasi nya buyar. Entah seperti apa perasaan nya saat ini. Air mata keluar begitu saja tanpa bisa di tahan.


" Marissa kamu kenapa? " tanya bu Tita guru kimia yang tengah mengajar. Ia melihat Marissa menangis.


" Ini bu Marisaa sakit. " jawab Jaka " Boleh saya bawa Marissa ke uks Bu? " Yogi dan Deni segera menoleh. Mereka merasa ada yang aneh dengan Marissa.


"Ya sudah silahkan. " Bu Tita memang terkenal guru yang baik selain itu jam pelajaran nya juga hampir usai.


Jaka segera membawa Marissa ke uks ia ingin segera bertanya apa sebenarnya yang terjadi hingga membuat Marissa begitu terpukul.

__ADS_1


" Ca.. lo kenapa? " Jaka tak bisa lagi menahan rasa penasaran nya ia langsung saja bertanya setelah sampai di uks. Tanpa menjawab Marissa memperlihatkan foto Davy di hp nya yang terlihat sedang tersenyum di samping Dwi.


" Apa salah kalau gue nangis? "


Pintu tiba tiba terbuka nampak Yogi dan Deni masuk dengan tidak sabaran. Setelah jam pelajaran usai mereka langsung menuju uks. Mereka merasa heran akan sikap Marissa. Karena gadis itu tak pernah menangis seperti saat ini. Seberat apa pun masalah yang di hadapi ia selalu ceria.


" Kenapa? " tanya Yogi. Tanpa menjawab Jaka menyerahkan hp Marissa untuk memperlihatkan foto Davy pada mereka.


" Siapa wanita ini? gue baru lihat. " Deni menyipitkan matanya mencoba mengingat wanita dalam foto yang bersama Davy.


" Namanya Dwi. Kemarin gue ketemu sama tuh cewe di tukang baso. Dia nyosor nyosor sama ka Davy. Apa iya ka Davy suka sama cewe itu? "


" Lo tau sendiri kan secinta apa ka Davy sama lo? "


" Iya gue rasa juga gitu. Pasti ini cuma salah faham. Lagian lo dapat dari mana sih tuh foto?" Deni ikut bertanya.

__ADS_1


" Gue dapet dari no baru. Belakangan ini gue sering dapat pesan pesan ga jelas dari nomor gak dikenal. Gue udah berusaha buat telpon tuh nomor nomor itu tapi hasilnya nihil. "


" Apa gue salah kalo gue sedih? Yang gue punya saat ini cuma ibu sama ka Davy. Mereka orang yang paling gue percaya. Apa mungkin ka Davy udah bosen sama gue? atau benar semua omongan Dwi waktu itu kalo ka Davy sebenarnya ngerasa terbebani sama gue. Gue takut Yog... gue takut.... " air mata Marissa kembali menetes tak bisa di tahan.


Mungkin karena ikut sedih Yogi segera mendekap tubuh mungil Marissa dalam pelukan nya. Entahlah.


" Lo ga usah sedih masih ada kita yang jagain lo. Kita juga bakal bantu lo buat nyelesain masalah ini. Tapi lo harus yakin sodara gue Davy gak mungkin hianatin lo. Gue, Deni sama Jaka tau betul Davy gimana orang nya. Ini pasti cuma salah paham. Lo ga usah sedih apalagi overthingking kaya gitu ini pasti cuma kerjaan orang iseng. "


" Iya Ca kita juga pasti bantu lo. Kalo ada masalah cerita aja." Deni ikut menyemangati Marissa. "Udah Yog jangan ambil kesempatan dalam kesempitan ketauan Davy mampus lo. " ejek Deni.


" Iya yog gue engap. Lagian lo bau keringet. " celetuk Marissa yang mengundang tawa jahat kedua rekan nya.


" Sialan lo Ca. " Yogi melerai pelukan nya langsung mencium bau badan nya sendiri. " Orang wangi gini juga. Jangan jangan hidung lo polip ya sampe ga bisa bedain bau minyak wangi sama keringet. Gue itu cowok paling wangi di Sma ini. " narsis Yogi kumat. Dengan gaya tengil nya ia membenarkan kerah baju lalu mengguyar rambut nya kebelakang.


Sontak Marissa yang tadi sedang menangis jadi tertawa melihat tingkah konyol calon sodara nya itu.

__ADS_1


" Nah gitu dong kan lebih cantik. " kompak Yogi Deni dan Jaka bersama sama.


" Kalian baru nyadar gue cantik. Pada kemana aja lu. " Marissa tak kalah narsis. Mereka pun tertawa bersama. Beban dalam hati Marissa aga berkurang setelah membagi dengan tiga bodyguard abal abal nya.


__ADS_2