Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
pja


__ADS_3

seperti biasa saat pulang sekolah Davy telah menunggu Marissa di depan gerbang sekolah. Dia sudah ta sabar untuk mengajak Marissa jalan - jalan.


dari kejauhan terlihat Marissa yang tengah berjalan lesu dengan dua teman nya. Davy segera melambaikan tangan nya.


Marissa yang melihat keberadaan Davy segera menghampiri nya. Dan berpamitan pada teman nya


" sudah lama ka? "


" mmm belum Baru saja sampai. ya udah yu..."


setelah motor Davy melaju beberapa meter. marissa Menyadari itu bukan jalan menuju rumahnya.


" ka kita mau kemana? ko arah nya kesini sih?"


" kejutan "


setelah mendengar jawaban Davy Marissa hanya diam. Dia enggan untuk bertanya lagi Karena jika Davy berkata seperti itu maka pertanyaan kedua akan menjadi Sia - Sia.


setelah sekitar dua puluh menit berkendara mereka telah sampai di sebuah restoran yang selalu di inginkan Marissa. Marisa merasa sangat bahagia.


" ka... kaka serius mau ngajak aku makan disini? " Marissa bertingkah layak nya anak kecil yang di belikan mainan kesukaan nya. "tapi ka di sini kan mahal. apa kaka punya uang? " bisik Marissa


" udah ah ayo masuk katanya mau kesini giliran di ajak malah bengong gitu " Davy merasa gemas sendiri melihat tingkah kekasihnya itu.


seperti itulah Marissa Dan Davy. jika pasangan lain nya selalu berusaha menjaga image nya di hadapan kekasihnya , lain halnya dengan mereka. mereka selalu Tampil terbuka Dan apa Adanya. itu lah yang membuat Davy nyaman dengan marissa Karena dia tidak harus menjadi orang lain saat bersama Marissa, begitu pun sebaliknya.


Suasana restoran itu aga Ramai mungkin Karena berdekatan dengan waktu makan sing. setelah mereka masuk, mereka langsung memesan Makanan.


" kamu suka Gadis kecil "


" hey stop memanggil ku Gadis kecil aku sudah besar ka... " Marissa mengerucutkan bibirnya. " tentu saja aku suka ka, terimakasih"


" apa pun untuk putri kecil ku " Davy terkekeh


" ih... kaka mah ! "


mereka menikmati makan siang nya dengan lahap. beberapa orang yang duduk di dekat mereka mengira Davy Dan Marissa adalah adik kaka. Karena marissa masih mengenakan Seragam sekolah nya. Dan wajah Davy terlihat sudah dewasa. Ditambah cara Davy memperlakukan Marissa layaknya seorang kaka.

__ADS_1


" duh... pengen deh punya kaka cowo kaya gitu jadi ngiri "


" ih kaka nya baik banget deh "


" adik nya cantik kaka nya ganteng "


begitu lah kira-kira omongan netijen di depan mereka. namun Marissa Dan Davy tetap cuek, mereka ta menanggapi perkataan mereka.


setelah selesai makan mereka segera pulang Karena marissa masih mengenakan seragam sekolah.


" de kita pulang ke rumah ka silvy ?"


" oh iya aku lupa tadi ibu telpon katanya pulang ke rumah kake dulu "


" siap Tuan putri ku yang manja "


di jalan pulang mereka melewati lapang sepak bola nampak banyak orang tengah sibuk. rasa penasaran Marissa muncul


" ka Ada apa ya ko banyak orang seperti sedang memasang tenda? "


" permisi pa Ada apa ya ko rame banget? "


" itu de kami lagi masang tenda buat pasar malam kan mulai malam minggu kita udah buka maaf saya duluan ya de temen saya nunggu soalnya "


" ah iya pa, terimakasih. " sopan davy


" kamu mau ga kaka ajak ke pasar malam? kamu kan ga suka keramaian ?" Tanya davy


" iya sih aku ga suka keramaian tapi kalo ke pasar malam ayo deh, tapi janji sebentar doang ya ka soal nya kaka tau sendiri kan aku suka mual " cengir Marissa


" tapi kalau kamu ga mau juga ga papa de daripada nanti kamu kenapa - Napa kan kaka juga yang sedih. " Davy dengan ekspresi hawatirnya


" ngga papa ko ka, kalau kaka bisa ngabulin semua keinginan aku lantas kenapa aku ngga bisa ka. egois banget kan aku. "


" kaka cuma ga mau kamu terpaksa ngelakuin yang ga mau kamu lakuin. kaka ga mau kamu terpaksa ngelakuin nya "


" ya ngga ko ka, sebenernya aku ingin masuk ke rumah hantu kayanya seru "

__ADS_1


" kamu serius de? emang ga takut? "


"ya ngga lah ngapain aku takut, kalo ada kaka yang jagain aku " marissa menaik turun kan alisnya.


setelah percakapan panjang lebar mereka memutuskan segera pulang. saat sampai di rumah kake nya Marissa melihat mobil ayahnya.


" ayah... ada apa lagi ini ka? " Marissa melirik davy


" kamu tenang dulu siapa tau ayah kamu mau menjemput kalian. ingat kata kaka ya kamu harus kuat, kamu harus jadi sumber kekuatan untuk ibu mu. apa pun yang terjadi kamu ga sendiri de ada kaka. ingat itu " Davy mengacak rambut Marissa. " ya udah gih masuk, kaka langsung pulang aja ya "


davy menatap punggung Marissa yang semakin menjauh. entah mengapa dia merasa enggan untuk meninggalkan Marissa.namun apa boleh buat itu urusan keluarga davy tidak mau ikut campur. walau berat dia tetap pergi. davy akan menyibukkan dirinya di toko.


🍃🍃🍃


dengan berat hati marissa masuk di sana sudah nampak kake, ka silvy , ka galih, ibu rina, dan ayah setiyawan. mereka seperti tengah mengobrol serius.


Marissa senakin mendekat hingga semua orang menyadari kedatangan nya. tanpa ia duga pa setiyawan langsung memeluknya.


" maafkan ayah ca, ayah janji ca ayah akan berubah demi kamu demi keluarga kita. " pa setiyawan menagis sambil memeluk marissa


Marissa yang ta siap dengan perlakuan pa setiyawan dia hanya diam. ta sedikitpun dia membalas pelukan ayahnya. entah mengapa ada sedikit keraguan di hati marissa. seolah - olah yang dia lakukan ayahnya hanya lah sebuah sandiwara.


suara isakan terdengar menggema memenuhi ruangan. nampak wajah bu rina yang begitu bahagia. walau sesakit apa pun hatinya dia tetap bahagia karena dia ta perlu mengorbankan anak - anaknya.


sebesar apapun kesalahan pa setiyawan bu rina akan berusaha memaafkan nya. bukan karena bu Rina sangat mencintai pa setiyawan namun karena dia sangat mencintai putri - putrinya.


seberapa sakitnya bu Rina ta akan sesakit perasaan anak - anaknya. karena itu dia rela mengorbankan perasaan nya.


" kalau kamu memang mau membawa putri ku kembali maka silahkan tapi jika kamu sudah ta lagi menginginkan nya maka kembalikan lah pada ku " tegas kake marissa


" iya pah beri aku waktu tiga hari untuk menyelesaikan semua masalahku dengan ida, aku janji setelah tiga hari aku akan kembali. aku titip Rina dan Marissa disini dulu pah "


" baik lah jika itu sudah menjadi keputusan mu, tapi ingat ini yang terahir setiyawan aku ta akan pernah memaafkan mu jika terjadi lagi. " ancam kake marissa


" baik yah " pa setiyawan langsung pergi


sepeninggal pa setiyawan suasana menjadi hening. seolah tengah bergelut dengan pikiran nya masing - masing

__ADS_1


__ADS_2