
Selepas Davy melunasi biaya sekolah Marissa mereka kembali lagi ke tempat teman teman Marissa tadi berkumpul.
" Yog, thanks ya bro lo udah hubungin gue. " Marissa melotot tajam ke arah Yogi. Ia sebenarnya tak ingin merepotkan Davy terus menerus sehingga ia sengaja tak memberi tau Davy.
" Santai aja Dav. " Cengir Yogi yang menyadari tatapan tajam dari Marissa.
" Eca sama Lia mana? "
" Mereka balik duluan. Yu ah balik cape gue." ajak Jaka.Alhasil mereka berjalan beriringan. Hanya Marissa cewe satu satunya di antara mereka.
" Huh... dasar cewe murahan. Di kelilingi cowo terus. Pasti buat bayar sekolah yah.. " ledek Sinta. Ia merasa geram melihat kedekatan Marissa dengan Davy yang semakin hari semakin lengket.
Marissa tersenyum kecut. Ia sidah sangat muak dengan tingkah Sinta yang selalu mencari gara gara dengan nya.
" Lo ngomong sama gue? " Tunjuk Marissa pada dirinya sendiri. " Heh lo denger baik baik ya. Mending gue kemana mana murahan masih ada harganya dari pada lo!" tunjuk Marissa ke wajah Sinta " GRATISAN " kata Marissa penuh penekanan.
__ADS_1
Sontak semua yang berada di sana tertawa menertawakan wajah Sinta yang berubah seperti kepiting rebus.
Sinta tak menyangka Marissa akan melawan nya. Karena biasanya gadis itu hanya diam dan acuh pada setiap hinaan nya.
" Lo pikir gue ga berani sama lo? Lo salah! selama ini gue diem bukan berarti takut tapi gue cuma ga mau ribut. Satu hal lagi yang harus lo inget BELAJAR jangan terus terusan cari masalah." Jangan tanya Davy dan teman teman nya yang lain mereka sedikit kaget melihat sikap Marissa yang tak biasa.
" Udah yu de kita pulang. Ga usah ngeladenin manusia kaya dia. Bikin mut rusak doang. Ga enak takut ada masalah masih di lingkungan sekolah." lerai Davy. Ia menarik lembut lengan Marissa.
Baru beberapa langkah Marissa berjalan di gandeng Davy ia sengaja menoleh.
Entah apa yang ada di pikiran Marissa saat ini sehingga ia bisa bersikap seperti tadi. Entah karena rasa cemburu atau karena rasa tak suka nya kepada sikap Sinta yang sudah lama ia pendam.
Melihat sikap Marissa yang aga kurang bersahabat hari ini Yogi Jaka dan Deni memutuskan pulang duluan mereka berpisah di parkiran. Istilah nya cari aman daripada ikut kena amukan Marissa.
" Sayang kamu kenapa? " tanya Davy sesaat setelah mereka sampai di rumah Pa Hendra. Mereka memutuskan langsung pulang karena Davy melihat Marissa berbeda hari ini.
__ADS_1
" Aku sebel sama Sinta kayanya dia masih penasaran sama kaka." raut wajah Marissa benar benar tak bersahabat hari ini. Seakan semua hal membuat nya emosi.
" Kamu cemburu de? "
" Gak" ketus Marissa
" Ayolah de, masa kamu cemburu sama cewe kaya ondel ondel gitu. Lagian yah mau ada seribu Sinta yang datang menggoda pun kaka pasti cuma milih kamu MARISSA. " goda Davy yang berhasil membuat senyum Marissa merekah. Hanya dengan kata kata gombalan receh Davy saja ia sudah merasa bahagia.
Sereceh itulah kebahagiaan Marissa. Yang ia ingin kan hanyalah kasih sayang dan perhatian orang orang terdekatnya. Namun sekarang seolah hanya Davy yang selalu mengerti dan ada untuk nya. Hanya Davy yang mampu mengembalikan senyuman nya.
##
Jangan lupa like komen Favorit ya...
Biar otor makin semangat ok..
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏🙏