Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
rencana lamaran


__ADS_3

Setelah Davy membersihkan diri ia bergegas menemui sang ibu dan ayahnya nya yang tengah mengobrol Santai di ruang keluarga.


" Baru pulang nak? " saps ayah yang baru mengetahui kedatangan anak bungsunya. "Ada lembur? ko baru pulang. "


" Ngga yah aku tadi ketemu Marissa dulu. "


" Marissa terus yang kamu pikirin Dav. " ketus bu Yati. Entah apa yang membuat bu Yati berubah sikap nya Davy dan pa Eko menjadi heran.


" Marissa itu ga tulus sama kamu dia itu cuma mau manfaatin kamu aja. Kamu sadar ngga sih? dia itu bukan wanita baik baik. " bu Yati tiba tiba marah marah tak jelas.


" Bu... " pa Eko mencoba melerai marah sang istri yang tiba tiba meledak ledak. " Ibu kenapa sih ko tiba tiba marah marah gini. Kita kan udah tau bagaimana Marissa bu. "

__ADS_1


" Itu semua cuma topeng yah. Dia itu cuma pura pura baik buat manfaatin Davy. Tadi Dwi datang kesini ngasih tau ibu semuanya. Termasuk Marissa yang dekat sama teman kampusnya yang cowo malah mereka selalu bareng kalo di kampus. " Davy hanya tersenyum mendengar ucapan sang ibu.


" Bu.. jadi ibu tau dari Dwi? emang ibu kenal siapa Dwi? aku mau tanya ibu lebih kenal Marissa atau Dwi? jika ibu ingin tau seperti apa Marissa kenapa ibu bertanya pada orang yang sama sekali tak mengenal Marissa bu? jika ibu tak percaya pada perkataan ku ibu bisa tanya Yogi. Dia yang setiap Hari bersama Marissa jadi dia pasti tau seperti apa Marissa. " Nada suara Davy tetap lembut. Walaupun Hatinya begitu marah Karena Dwi berani menggangu hubungan nya. Davy menggengam tangan sang ibu yang kini diam membisu seolah tengah mencerna semua ucapan Davy.


" Bu, Dwi tidak menyukai Marissa. Jadi wajah saja dia menjelek jelekan nya. Bukan kah itu sudah tau seperti apa Marissa. Jika Dia hanya ingin memanfaatkan aku lalu kenapa hari ini aku ajak dia belanja dia menolak. Banyak laki laki yang mendekati Marissa termasuk Jaka dia tetap acuh bu. Dia benar benar menjaga perasaan ku. Malah dia memintaku untuk segera menikahinya. "


" Kamu makan anak orang Dav? Marissa hamil? " kini suara pa Eko yang mulai meninggi. Bahkan bu Yati sudah melotot tajam leash Davy.


" Hah... sukurlah. Pokonya jangan buat ayah malu. Lalu kalo bukan Karena hamil kenapa Marissa minta di Nilson secepat ini? "


" Mungkin dia ga enak yah Karena semua kebutuhan nya sudah aku yang tanggung. Katanya malu sama orang orang mereka selalu bilang Marissa Cewe matre. Lagian dia bilang butuh kepastian. "

__ADS_1


" Ya benar juga sih kata Marissa pacaran ko kaya kriditan mobil udah hampir lima tahun ga ada kejelasan. " Sindir bu Yati.


" Jadi ibu setuju aku nikahin Marissa? Aku mau minta ijin sama Ayah dan ibu buat ngelamar Marissa sambil nentuin tanggal pernikahan kami. "


" Iya ibu setuju. Maaf ibu sudah menuduh Marissa macam macam. "


" Ayah juga setuju. jadi kapan? "


" Lusa yah bisa kan? " Bu yati Dan pa eko mengangguk setuju. Mereka berpikir semakin cepat semakin baik.


"

__ADS_1


__ADS_2