Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
Ujian


__ADS_3

Ahirnya hari yang di nanti oleh setiao siswa sekolah tiba. Hari yang menentukan masa depan mereka. Ada yang gugup ada yang tidak percaya diri, siap atau tidak mereka harus siap.


" Ca lo kayanya santai banget? lo udah nyiapin contekan yah? " heran Yogi


" Enak ajah. Walaupun otak gue ga cerdas cerdas banget gue ga perlu tuh nyontek. Santai aja lagi kita kan udah belajar dengan baik selama ini. "


" Serah lo deh. " Jaka juga heran biasanya perempuan akan selalu ribet bilang gugup lah bilang takut lah lain hal nya dengan Marissa ia terlihat santai.


Bel tanda masuk berbunyi. Semua siswa masuk ke kelas masing masing. Pertarungan di mulai. Empat hari yang menentukan tiga tahun mereka belajar apa berhasil atau gagal.


Sebelum mengerjakan Marissa berdoa dengan santai ia membuka soal soal membaca dan mengerjakan yang di anggapnya mudah terlebih dahulu setelah mengisi data diri tentunya.


Suasana ruangan begitu hening semua hanyut dengan soal soal mereka masing masing. Di tambah guru pengawas yang di rasa cukup jeli melihat setiap siswa di kelas itu menambah aura mencekam.

__ADS_1


Bukan hanya Marissa yang merasakan aura mencekam itu. Sang kekasih, Davy ia terus berdoa di rumah nya agar Marissa bisa mengerjakan dengan baik ujian hari ini.


Ada sedikit kekawatiran Davy pada Marissa ia takut jika masalah keluarganya sedikit banyak mengganggu pikiran Marissa. Meskipun ia sudah sering kali mewanti wanti Marissa untuk tetap fokus pada saat ujian.


Bel berbunyi menandakan waktu yang di berikan untuk mengerjakan soal soal ujian telah usai. Suara riuh mulai terdengar ada yang bergegas mengumpulkan ada yang masih cap cip cup untuk memilih jawaban.


Perlahan semua siswa keluar kelas menambah kegaduhan. Mereka bersyukur bisa menyelesaikan ujian hari pertama dengan lancar.


" Gila lo Ca gue kode kode ngga noleh noleh. " ketus Yogi.


Apalagi saat ia tau dari Yogi jika Davy menjual gitar listrik kesayangan nya hanya untuk membayar biaya sekolah Marissa kemarin.


Siapa wanita yang tak bahagia jika mengetahui begitu besarnya cinta sang kekasih. Laki laki yang sama sekali tak memiliki hubungan darah tapi mau berkorban sebesar itu untuk nya.

__ADS_1


" Kumat... " ledek Deni dan Jaka kompak. Dimana pun Marissa ia akan selalu menyebut nama Davy. Kadang membuat teman teman nya muak. " Davy ajah terus kita sih apah... " Yogi ikut menimpali.


" Ya lah, makanya jadi cowok tuh harus kaya ka Davy. " terang Marissa tak mau kalah.


" Yu ah guys kita balik. Ngomong sama si Marissa mah bikin haredang. Jiwa jomblo gue meronta ronta. "


" Huh... sirik tanda tak mampu keles." mereka pun tertawa bersama. Eca dan Lia mereka beda kelas dan jurusan sehingga mereka tak bertemu sehingga hanya ada Marissa diantara tiga cowo yang menyandang bodyguard abal abal Marissa.


Kadang ada saja yang merasa cemburu melihat Marissa bersama tiga cowok itu. Mereka terkenal tampan dan dingin saat berada di dekat perempuan lain. Namun saat bersama Marissa sikap mereka selalu berubah hangat dan menyenangkan.


Bahkan mereka tak segan membela Marissa jika ada yang mengganggu nya. Bukan hanya y as ng mengganggu tapi jika ada laki laki lain yang berusaha mendekati Marissa mereka selalu berada di garda paling depan untuk menghadang laki laki tersebut.


Itu semua mereka lakukan untuk Davy yang telah menyelamatkan hidup mereka empat tahun lalu. Bagi mereka Davy tak h as nya sebagai sodara melainkan oenyelamat mereka. Sejak kejadian saat itu mereka berjanji pada Davy akan selalu membantu nya.

__ADS_1


Jangan lupa like komen Favorit.


Terimakasih....


__ADS_2