Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
kebahagiaan istri di atas segalanya


__ADS_3

Karena begitu lelah Marissa langsung tertidur begitu sampai rumah. Ia bahkan tertidur di sofa ruang tamu tanpa membersihkan diri dulu.


Sementara Marissa tertidur karena kelelahan lain hal nya dengan Davy ia tengah sibuk me gurus beberapa berkas pengajuan nasabah.


" Dav, makan siang dulu. Kamu belum makan loh dari tadi, sibuk amat sih? Udah hampir jam satengah tiga loh ini. " Nabila kembali menghampiri Davy yang terus terusan cuek padanya.


" Iya nanti."


" Dav... " Nabila mengelus pundak Davy begitu lembut. Ia sengaja memanggil Davy dengan suara sensual nya.


" Pergi! sebelum saya bertindak lebih kasar." Davy segera menepis tangan Nabila dan berdiri dengan kasar. " Tolong jangan pernah ganggu saya. Saya sudah menikah. " tegas Davy, ia langsung pergi tanpa menyelesaikan pekerjaan nya. Semangat kerjanya sudah hancur gara gara ulah Nabila.


" Dav... " teriak Nabilla kesal karena selalu di abaikan oleh Davy.


Davy pergi tanpa menghiraukan Nabila, ia yang sedang kesal memilih membuat kopi di pantry. Ia berharap waktu pulang segera tiba. Ia ingin segera bertemu sang istri.

__ADS_1


Mau tak mau ia kembali ke meja kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang tadi sudah tertunda. Sudah tak nampak Nabila di sana.


" Huh.. untung tuh perempuan jadi jadian udah ga ada. Ini yang buat aku ga betah kerja. Tapi gimana lagi aku harus tetap kerja buat masa depan ku dengan Marissa. Lagian nyari kerja jalan sekarang kan susah banget. " Davy menghela nafas kasar. " Aku harus bertahan. "


Waktu pulang sudah tiba ia buru buru menuju parkiran untuk mengambil motor nya. Rasanya sudah tak sabar untuk bertemu Marissa.


Davy memutuskan untuk berhenti dulu di SPBU terdekat untuk mengisi penuh bahan bakar motornya. Ia berniat untuk membelikan sisa uang nya daging ayam untuk Marissa.


Uang nya hanya tersisa lima puluh delapan ribu cukup lah untuk membeli satu potong ayam begitu pikirnya.


" Tinggal tujuh ribu. Tapi ga papa kebahagiaan istri di atas segalanya. Kata ayah istri itu penarik rejeki. " Davy menatap uang kembalian yang tak seberapa itu. " Sukur lah masih ada kembalian. Jadi aku masih punya pegangan uang. " ia berbicara sendiri.


Buru buru ia pulang setelah berbelanja, wajah Marissa sudah memenuhi pikiran nya. Dibukanya pintu rumah dengan pelan saat sudah sampai di kontrakan. Davy terkejut karena pintu sama sekali tak di kunci Marissa.


Davy semakin terkejut saat melihat Marissa tidur tengkurap di sofa, salah satu tangan nya menjuntai ke bawah. Sungguh posisi tidur yang tidak nyaman.

__ADS_1


" De... " di raba nya kening Marissa ia takut jika sang kekasih hati nya itu tengah sakit.


" Ga panas. " di kecup nya dahi sang istri yang tertutup rambut.


" Bangun de... "


" Hmmm... " Marissa mulai menggeliat. Wajah tampan sang suami nya yang ia lihat pertama kali. " Kaka udah pulang, maaf aku ketiduran." Marissa langsung bangkit dan duduk.


" Mandi dulu yu, nanti kita makan. Kaka bawa ayam goreng kesukaan kamu. " Davy menunjukan keresek yang berisi ayam goreng yang di belinya tadi.Marissa mengangguk lalu mereka mandi bersama, selalu dengan alasan agar hemat waktu. Seusai Mandi mereka makan bersama.


" Loh ka ko cuma satu? " Tanya Marissa jika itu untuk nya lalu Davy makan dengan apa, begitu pikirnya.


" Ia itu buat kamu aja. Kaka lagi kepingin telor ceplok. " bohong Davy. Ia tak mau sampai Marissa bersedih karena ia hanya mampu membeli sepotong ayam goreng. Sebenarnya jika ia mau ia bisa membeli dua potong tapi untuk besok mereka harus makan dengan garam. Dari pada seperti itu ia memilih membeli telur dan mi instan agar cukup untuk mereka tiga hari kedepan.


" Kita makan sama sama ya ka, biar romantis. Aku mau di suapin sama kaka." sebenarnya itu cuma akal akalan Marissa walaupun Davy tak bilang, Marissa sudah cukup mengerti jika kini Davy tengah membohonginya jika Davy ingin telor ceplok.

__ADS_1


__ADS_2