
" Lancar ko Ka, makasih ya udah bantu aku. "
" Selama Kaka mampu, apa pun akan Kaka usahakan buat kamu de. Kamu belajar yang benar ya, jangan pikirin masalah biaya walaupun Ayah kamu tak lagi membiayai sekolah mu kamu jangan sedih. Masih ada Kaka sama Ibu kamu De. Kamu harus semangat agar cita - cita mu tercapai. Cukup Kaka yang hidup ga jelas De kamu harus berhasil. "
Davy memang ta bisa melanjutkan sekolah nya ke bangku kuliah karena masalah biaya. Saat itu orang tuanya lebih mengutamakan pendidikan Hani kaka nya.
Walaupun seperti itu Davy ta pernah merasa sedih. Dia berpikir semua yang di lakukan orang tua nya mempunyai alasan tertentu. Mungkin saat itu Hani lah yang terlihat lebih menjanjikan. Karena Davy hanya suka keluyuran, jadi itu lah sebab nya orang tuanya lebih memilih menyekolah kan Hani.
Orang tua Davy menaruh harapan besar pada Hani, agar ia bisa merubah nasib keluarganya. Davy yang sadar diri dia menyetujui semua keputusan orang tuanya. Dia rela ta melanjutkan sekolah dulu sebelum Hani selesai kuliah dan bekerja untuk membantu nya membiayai kuliah Davy.
Walaupun akhirnya pengorbanan Davy menjadi sia - sia. Setelah lulus dan mendapat gelar sarjana Hani malah memutuskan untuk menikah dan menjadi ibu rumah tangga.
Walau pun kecewa keluarga Davy menerima semua keputusan Hani dengan lapang dada. Karena mereka berpikir ta ada baiknya jika mereka harus memaksakan kehendaknya.
" Ka terimakasih ya... Marissa merasa sangat bahagia mempunyai Kaka di samping Marissa. Kaka selalu ada buat Marissa. Maaf jika selama ini Marissa banyak merepotkan kaka. "
" Tidak apa - apa sayang kamu tidak usah sungkan. Oh iya siapa yang akan mengambil laporan hasil belajar kamu de? Kamu sudah bilang sama orang tua mu? "
" Ya ampun Ka aku sampai lupa. Nanti aku langsung bilang sama Ibu ka. " cengir Marissa mungkin karena terlalu fokus pada ulangan nya hingga membuat Marissa melupakan banyak hal.
🍃🍃🍃🍃
Setibanya di rumah Marissa langsung menemui Ibu nya.
" Bu besok ibu bisa ke sekolah ngga bu buat ambil laporan hasil belajar Marissa? "
" Tentu sayang " Bu Rina membelai rambut Marissa
brukkk
" Apa itu Bu? " Marissa dan Bu Rina langsung berlari ke arah suara. Mereka begitu kaget saat melihat Kake tersungkur ta sadarkan diri di lantai.
" Astaga ayah..... " jerit Bu Rina
" Kake... Kake kenapa Ke? Bangun ke? " Marissa histeris.
__ADS_1
Bu Rina langsung menelpon ambulans untuk membawa Kake ke rumah sakit. Dalam keadaan kalut mereka sampai lupa memberi tahu anak - anak Kake yang lain.
Setelah Kake mendapatkan perawatan mereka baru sadar jika mereka ke rumah sakit bahkan tanpa alas kaki dan hanya mengenakan baju tidur sangking paniknya.
Tak butuh waktu lama seorang dokter telah keluar dari ruang periksa. Dengan buru - buru Bu Rina menghampiri sang dokter.
" Bagai mana keadaan ayah saya dok? "
" Pasien sudah siuman, tekanan darah nya naik. Tolong jaga emosi beliau jangan sampai banyak pikiran. Untungnya tidak ada benturan yang berbahaya. Di usia beliau yang menginjak tujuh puluh tahunan keadaan ini sangat beresiko Bu ." terang sang dokter
" iya terima kasih dok. " Bu Rina membungkukan tubuhnya. " Apa saya boleh menemui ayah saya? "
" Oh.. iya silah kan bu "
" Maafkan Rina yah... Rina yakin ini semua karena Rina. Walaupun Ayah tak pernah menunjukkan kesedihan Ayah tapi Rina tau Ayah lebih terluka daripada Rina "
Bu Rina segera masuk untuk melihat kondisi ayahnya. Dia merasa sangat bersalah. Sedangkan Marissa mencoba menghubungi paman - paman nya. Namun ke empat anak Kake ta ada satupun yang bisa datang.
Dari kejauhan nampak Davy berlari kecil mencari keberadaan Marissa. Setelah mendapat kabar dari tetangga Marissa dia segera menyusul Marissa dan Ibu nya.
" De... gimana Kake? " tanya Davy
" Iya tadi pas kaka lewat depan rumah kamu buat ngantering pesenan Bu Wati tetangga Kake. Ga sengaja denger kalau Kake di bawa ke rumah sakit. Makanya Kaka buru - buru ke sini setelah nganterin pesanan. Kaka khawatir sama kamu"
" Ah Kaka aku ga papa ko Ka."
" Tuh kan kamu pasti lupa ga pakai sendal, lagian di sini dingin Dek pakai jaket sama sendal Kaka aja dulu yah. " Davy menyerahkan jaket dan sendalnya.
" Ga usah ka aku ga papa ko"
Walaupun Marissa menolaknya namun Davy tetap memaksa. Davy takut nanti Marissa malah ikutan sakit.
Beberapa menit berlalu Bu Rina keluar dari ruang perawatan Kake.
" Eh ada nak Davy." Davy menganguk "Ca gimana apa paman - paman mu ada yang bisa kesini menemani Ibu?"
__ADS_1
" Maaf Bu mereka semua sedang sibuk katanya baru bisa kesini besok sore. "
" Aduh gimana dong Ibu kan harus ke sekolahan kamu Ca? apa ga ada satupun yang bisa kesini buat gantiin Ibu sebentar. "
" Katanya ga bisa Bu, mereka pada sibuk semua. Masalah ke sekolah biar nanti Marissa minta Ayah yang gantikan. "
" Ya sudah kalo gitu, kamu pulang aja ya. Biar Ibu aja yang disini. Nak Davy tolong antarkan Marissa pulang yah. "
" Baik Bu, biar saya yang antar Marissa. Kalau Ibu butuh apa - apa telpon saja saya ya Bu, jangan sungkan. "
Davy pun mengantar Marissa pulang. Hanya perlu dua puluh menit mereka sudah sampai di rumah Kake.
" De kamu telpon Ayah kamu dulu gih biar tenang. "
Dengan segera Marissa menelpon ayahnya. Butuh waktu beberapa panggilan hingga Ayahnya mengangkat telpon. Sampai membuat Marissa kesal sendiri. Padahal waktu masih menunjukan pukul delapan malam.
" halo Ca ada apa? " ketus tante Ida
" Ayah mana Tan? Marissa mau bicara sebentar? "
" Ayah kamu sedang tidur dia tidak bisa di ganggu, memang nya ada apa? " dengan sengaja bu Ida ta mau memberikan telpon itu pada Pa Setiyawan.
" Gini Tan aku mau minta Ayah besok datang ke sekolah. Kira - kira bisa?"
" Aduh ga bisa Ca soalnya besok kami mau pergi " bohong Bu Ida.
" Ya sudah kalo ga bisa. Makasih "
Marissa menutup telpon nya kesal dia tau jika Bu Ida hanya pura - pura. Saat Marissa sedang menelpon tadi dia mendengar percakapan Ayah nya dengan Bian dari kejauhan.
" Kenapa ko cemberut gitu? "
" Gimana ga cemberut Ka. Tante Ida sama sekali ngga ngebiarin aku ngobrol sama Ayah. Belum juga aku ngomong ke Ayah dia udah bilang Ayah ga bisa. Sumpah aku kesel banget sama tuh nene sihir. "
" Ya udah kalau orang tua mu ga bisa biar Kaka aja yamg ambil. Ga papa kan? "
__ADS_1
" Emang kaka mau? "
" Ya mau lah masa ngga. "