Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
pja 2


__ADS_3

malam minggu ini Marissa tengah mondar mandir ta jelas. ta biasanya Davy datang terlambat. hal itu membuat Marissa sedikit khawatir.


" ca kenapa sih dari tadi kayanya gelisah banget? dari tadi ibu liatin mondar mandir terus" heran bu rina


" kamu rin kaya ga pernah muda aja. pasti marissa lagi nunggu davy ya " tebak sang kake


" ah kake... tau aja deh marissa jadi malu. "


" ya jelas tau lah orang keliatan gitu. lagian kake juga pernah muda ca " kake tertawa melihat tingkah cucu nya yang mengingatkan nya pada masa muda.


" uh dasar kake sama cucu sama aja "


setelah kedatangan pa setiyawan kemarin membawa dampak positif bagi penghuni rumah. marissa yang biasanya murung kini lebih ceria dan cerewet seperti biasanya. hal itu membawa kebahagiaan tersendiri untuk bu rina.


karena kesal sang kake terus menggodanya, marissa memutuskan menunggu davy di teras rumah. setelah menunggu beberapa lama nampak davy telah datang. dia datang dengan terburu - buru sambil Membawa dua plastik makanan.

__ADS_1


" maafin kaka ya kaka telat jemputnya soalnya tadi ada pesanan mendadak di toko. sopir yang biasa nganter barang udah pada pulang. jadi kaka yang gantiin " terang davy ngos - ngosan.


" iya ga papa ko ka aku cuma khawatir aja ga biasanya kaka telat, aku telpon ga di angkat - angkat. kalo telat nya karena kerjaan mah aku ma'lum ko ka " marissa tersenyum tulus


" makasih ya kamu udah mau ngerti kondisi kaka, nih buat kamu. ya udah ayo katanya mau ke pasar malem"


" ah... makanan, makasih kaka. oh iya ka boleh ga kalo kita perginya besok - besok aja, gimana kalo kita ngabisin malam minggu nya di rumah aja? " sebenar nya marissa ta enak hati dia merasa kasihan pada davy.


saat davy belum datang marissa menelpon mang mamat untuk menanyakan davy. karena menelpon ibu yati ibunda davy pun menjawab davy belum pulang.


" loh kenapa bukan nya kamu mau masuk wahana rumah hantu? "


" marissa rasa enaksn di rumah aja deh ka kita bisa ngobrol banyak hal " marissa memegang pundak davy. seketika davy meringis menahan nyeri


" aw... aw... " davy menutup mulutnya.

__ADS_1


" kenapa ka bahu kaka sakit " tanya marisa khawatir. davy hanya menggeleng. karena penasaran marissa memaksa menyingkap bahu davy. alangkah terkejutnya marissa mendapati luka lecet di bahu davy.


" ini kenapa ka ko bisa sampai gini " marissa mengelus luka davy " ka apa ini semua karena marissa "


" ah ngga ko cuman tadi kebetulan papan - papan pesanan papah datang jadi aku bantu buat ngangkatin. aku kan belum terbiasa jadi gini " davy memperlihatkan senyum manisnya


seketika marissa menangis dia tau jika davy melakukan itu untuk dirinya. karena pa eko akan membayar setiap pekerjaan davy. bukan nya ingin tega terhadap davy namun orang tua davy ingin mengajarkan davy bagaimana susahnya mencari uang.


jadi setiap pekerjaan yang davy lakukan di toko akan mendapat upah. oleh sebab itu davy menjadi semakin semangat bekerja agar bisa membahagiakan marissa dan memenuhi semua keinginan kekasihnya.


" loh kenapa ko malah nangis. apa kaka salah? kaka minta maaf ya kalau gitu "


" ka terimakasih atas semua pengorbanan kaka untuk marissa "


" tidak ada pengorbanan de itu semua keinginan kaka sendiri. jika pun iya pengorbanan itu tidaklah berarti apa - apa jika di bandingkan dengan senyuman kamu. apa kamu tau jika senyuman mu itu sangat berarti buat kaka. "

__ADS_1


__ADS_2