Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
saat terakhir


__ADS_3

Semua anak anak kake datang ke rumah sakit. Mereka begitu menyesal karena tak berada di samping sang ayah di saat terakhirnya.


Paman Marissa segera mengurus kepulangan jenazah kake. Mereka berencana untuk memakamkan kake hari itu juga.


" Ca... terimakasih nak, kamu sudah menjaga kake. "


" Iya paman." hanya itu yang keluar dari mulut Marissa.


" Bagaimana keadaan ibumu? "


" Ibu sudah sadar, beliau juga akan ikut pulang."


" Baiklah."


Suasana menjadi kelabu semua anak perempuan dan menantu kake menangis. Hanya Marissa satu satunya cucu kake yang ada saat itu.


Marissa teringat ibunya lalu meninggalkan paman dan bibinya ke ruangan ibunya.


" Bu... " lirih Marissa saat tau tubuh sang ibu bergetar hebat membelakangi pintu.

__ADS_1


" Ca.. ibu sudah tidak punya siapa siapa lagi Ca. Kake pergi Ca... Kake ninggalin ibu sendiri. Sekarang tak ada lagi tempat ibu pulang Ca. Kake Dan nene sudah pergi....hiks hiks.."


Marissa segera mendekap erat tubuh sang ibu.


" Bu... ibu tidak sendiri masih ada Marissa, Ka Silvy, mas Galih. Ibu yang tenang ya.. ibu harus iklas kasihan kake. Marissa tau bagaimana perasaan ibu saat ini. Sebab Marissa juga merasakan hal yang sama Bu. "


" Jika ibu terpuruk seperti ini lalu siapa yang akan menguatkan Marissa, paman dan bibi. Cuma ibu yang paling tegar Dan paling kuat bu."


" Terimakasih sayang. " mereka saling berpelukan satu sama lain untuk saling menguatkan.


#####


Sementara di tempat lain Davy begitu gelisah saat mendapat kabar dari sang ibu jika kake Marissa meninggal dunia.


" Maaf pak saya mau ijin ga kerja dulu saya baru dapat kabar jika kake saya meninggal. Saya harus segera pulang. "


" Saya turut berduka Davy. Silahkan kalau kamu mau pulang sekarang juga tidak apa apa. "


" Terimakasih Pak atas pengertian Bapa. "

__ADS_1


Tanpa membuang waktu lagi Davy segera kembali ke rumah kaka nya Hani untuk mengemas beberapa barang Dan berpamitan pada kaka nya.


Dengan di antar suami Hani Davy segera menuju terminal bus. Ia memilih menggunakan bus.


Davy sengaja tak memberi tahu kabar kepulangan nya pada Marissa. Ia yakin jika kini Marissa pasti sangat sedih.


" Sabar ya dek kaka akan segera sampai. " Davy mengusap usap layar HP nya. Nampak foto Marissa sebagai wallpaper nya.


¤¤¤¤¤


Susana haru kembali terjadi saat Paman Imam Kaka tertua Ibu Rina mengumandangkan adzan di dalam liang lahat.


Dengan susah payah ia menyelesaikan adzan nya. Begitu nampak penyesalan dari Paman Imam. Mungkin karena dia tak berada di sisi kake di saat saat terakhirnya.


Perlahan tanah mulai diturunkan sedikit demi sedikit tanah menutupi jenazah kake. Bu Rina berdiri bertopang pada Marissa dan Silvy.


Bu Rina yang biasanya kuat dan tegar kini terlihat rapuh. Ujian hidup yang seolah tiada henti membuatnya menjadi rapuh.


Cobaan demi cobaan ia hadapi dengan iklas. Di mulai dari pengkhianatan sang suami hingga berakhir perceraian. Di usir dari rumah sendiri. Dan yang terakhir yang begitu berat bagi bu Rina kehilangan sosok ayah yang selalu memberi kekuatan dan nasihat nasihatnya.

__ADS_1


Sosok ayah yang selalu berada paling depan untuk membela sang putri.


" Yah... maafkan Rina sudah banyak menyusahkan Ayah. Rina yang telah membuat ayah banyak pikiran. Maafkan Rina yah.. "


__ADS_2