
Pagi hari Bu Rina sudah nampak rapih ia ingin segera mengurus perceraian nya walaupun harus berjuang sendiri.
" Bu, Ibu jadi ngurus gugatan cerai sekarang? "
Sebetulnya Marissa sedih jika Ibu dan Ayah nya harus benar-benar berpisah. Namun ia pun tak ingin egois. Karena Marissa juga berfikir jika Ibu nya pantas bahagia.
Marissa merasa pengorbanan dan kesedihan Ibu nya itu sudah cukup. Ini saat yang tepat untuk Ibunya bahagia. Marissa akan mendukung semua keputusan Ibu nya.
" Iya Ca, maafin Ibu ya ga bisa mempertahankan keutuhan keluarga kita. " Ibu Rina merasa sangat bersalah pada Marissa.
" Bu, Marissa akan mendukung apa pun keputusan Ibu. Karena Marissa yakin itu pasti yang terbaik untuk kita. Sudah cukup penderitaan Ibu selama ini Bu. Lagian buat apa Ibu bertahan dengan keadaan ini jika Ayah saja sudah tak menginginkan kita. Sekuat apa pun kita mempertahan kan hubungan akan sia - sia Bu jika orang yang kita pertahankan saja enggan untuk bertahan. "
Setelah mendengar perkataan Marissa Bu Rina semakin mantap untuk bercerai dengan Pa Setiyawan. Ia merasa semua perkataan Marissa benar. Buktinya ia sudah berusaha berdamai dengan keadaan dan menerima jika ia harus di madu. Tapi apa daya Pa Setiyawan sama sekali ta menghargai nya. Yang membuat Bu Rina sangat marah ialah karena Pa Setiyawan sama sekali ta memperdulikan Marissa.
#####
Seperti biasa Davy sudah duduk manis di teras rumah menjemput Marissa. Jika biasanya Davy selalu tampil sederhana dengan kaos dan celana pendek nya. Namun kali ini ia nampak lain. Davy lebih sedikit rapih.
" Widih... abang udah ganteng aja nih tumben mau kemana? Ada acara ya? " goda Marissa
" Iya nih Kaka mau ngehadirin acara reuni. Teman - teman sekolah pas SMA Kaka ngadain acara reuni. Boleh kan Kaka dateng? "
" Ouh gitu. Ya boleh lah masa ngga. Asal jangan macem-macem aja soalnya aku udah sering denger banyak pasangan yang putus bahkan bercerai gara-gara acara reuni."
" Makasih ya udah di ijinin. Kaka janji nggak macem-macem. Lagian rugi banget kalo Kaka harus nyakitin kamu Dek. Eh berangkat yu nanti telat. "
Jika boleh jujur sebenarnya Marissa aga was-was jika Davy mengikuti acara itu pasti Davy akan bertemu dengan mantan-mantan nya dulu. Karena dulu pas sekolah Davy mendapat julukan playboy. Namun setelah bertemu Marissa Davy berubah seratus delapan puluh derajat. Jika dulu wanita yang mengejar-ngejar dia namun saat bersama Marissa justru dia yang harus mengejar-ngejar Marissa.
Marissa sebenarnya takut jika ia harus kehilangan Davy.Namun Marissa tak ingin egois dan mengekang Davy. Dia akan berusaha percaya pada Davy.
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃
Hari ini di sekolah Marissa tak bisa fokus saat jam pelajaran. Pikiran nya begitu kacau bayangan Davy akan meninggalkan nya terus saja menghantui nya. Mungkin saat ini Marissa trauma karena ayahnya pun meninggalkan nya demi wanita lain.
Berulang kali ia menetralkan perasaan nya. Ia mencoba percaya pada Davy. Ia berharap Davy tak mengecewakan nya seperti ayah nya.
Waktu istirahat tiba tanpa sengaja Marissa melihat story WA Davy. Disana nampak Davy tengah berfoto dengan beberapa teman-teman laki-laki nya. Namun saat ia melihat foto terakhir hati nya bergemuruh nampak seorang wanita cantik tengah merangkul nya mereka berfose seperti sepasang kekasih yang sangat bahagia.
Tanpa terasa Marissa menetes kan air matanya. Bukan karena foto yang ia lihat tetapi caption di story itu lah yang membuat nya bersedih. Dengan jelas Davy menulis " MY LOST LOVER ". Entah Davy sengaja atau tidak namun itu seolah menghancurkan perasaan Marissa.
Saat Marissa tengah menangis tiba-tiba ada yang memberinya tissu.
" Ada apa hemm... ko nangis sendiri di pojokan lagi? "
" Nggak apa-apa ko Jak, aku cuma kelilipan. " Marissa segera menghapus air mata nya. Laki-laki itu adalah Jaka sudah sejak lama Jaka menyukai Marissa namun Marissa selalu menutup diri.
Marissa dan Jaka hanya diam tak ada percakapan antara keduanya hingga bel masuk kembali berbunyi.
Waktu pelajaran terasa berjalan begitu lambat bagi Marissa. Dalam pikirannya hanya Davy dan Davy. Bahkan saat guru bertanya pun Marissa seolah tak mendengar nya. Marissa baru tersadar saat Jaka menepuk pundak Marissa dari belakang.
"Marissa kalau mau melamun silahkan di luar! "
" Maaf Bu. " Hanya itu yang keluar dari mulut Marissa.
Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi pertanda kegiatan belajar mengajar telah usai. Mereka berebut pulang terlebih dulu. Lain hal nya dengan Marissa ia nampak ogah-ogahan.
" Marissa.... " teriak Yogi. Yogi adalah sodara sepupu Davy.
" Apa? "
__ADS_1
" Tadi Davy ngehubungin gue, nyuruh lo balik bareng gue. "
" Oh dia ga bilang tuh. Duluan aja Yog gue ada perlu dulu soalnya. Ntar gue bilang deh ke Ka Davy kalo gue ga bisa pulang bareng lo. "
" Ya udah gue duluan. Tapi awas lo beneran bilang ya soalnya gue males ribut. " Marissa hanya menganguk saja. Dia Lalu menelpon Davy.
" *Ka aku ga bisa pulang bareng Yogi ada hal penting dulu soalnya. "
"............."
" Iya aku bisa jaga diri ko. Ya udah kalo Kaka masih sibuk aku cuma kasih kabar doang. " Marissa langsung menutup telpon tanpa mendengarkan jawaban Davy. Nampak sekali jika Marissa tengah kesal*.
Jaka yang memang saat itu belum pulang mendengar semua percakapan Marissa. Dia tau jika saat ini Marissa sedang tidak baik-baik saja.
Marissa kembali melihat story Davy namun foto yang tadi telah memenuhi story nya sudah terhapus. Marissa semakin kesal dibuatnya sampai dia harus memukul meja untuk meluapkan emosinya.
" Marissa pulang bareng gue yu." suara Jaka membuat Marissa kaget. Dia bahkan tak menyadari jika Jaka masih berada di kelas itu. Karena posisi bangku Jaka yang berada tepat di belakang Marissa di tambah pikiran nya yang tidak fokus mambuatnya tak menyadari kehadiran Jaka.
" Ngagetin aja lo..! Gue pikir cuma tinggal gue yang di dalem kelas. " Marissa malu sendiri dengan tingkah konyol nya tadi.
" Mau ngga pulang bareng gue? "
" Mmmmmm.... maaf ya Jak gue ga bisa, gue ada urusan dulu soalnya. Lagian Ka Davy mau jemput gue. Sorry ya... gue duluan ya Jak." sebenarnya Marissa merasa tidak enak karena menolak Jaka terus - terusan. Tapi dia pun tak ingin memberikan harapan palsu untuk Jaka. Ia lalu bergegas pergi meninggalkan Jaka sendiri.
Marissa memutuskan pulang naik angkot saja. Dua enggan jika harus m ef nambah masalah lagi jika harus pulang dengan Jaka. Beruntung tak lama angkot yang ditunggu Marissa datang.
Saat Marissa tengah asik naik angkot tanpa sengaja dia melihat Davy lewat membonceng seorang wanita cantik. Mereka terlihat begitu mesra, wanita itu tampak memeluk Davy. Wanita itu yang ada di story WA Davy.
Tanpa terasa air mata Marissa terjatuh. Dia seolah kehilangan sandaran hidup untuk yang kedua kalinya. Marissa segera menunduk untuk menutupi wajahnya agar orang lain dalam angkot itu tak bisa melihatnya.
__ADS_1