Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
ta boleh Ada kata egois


__ADS_3

Pagi pagi sekali Marissa terbangun, seperti biasa pelukan Davy yang begitu erat membuat Marissa susah untuk bergerak.


Marissa harus susah payah membangunkan Davy yang terlihat begitu nyenyak. Cara yang selalu ampuh untuk membangunkan Marissa yaitu dengan mencium kedua kelopak matanya.


" Ka.. bangun yu, aku udah laper. " jika sudah seperti itu senyeyak apapun Davy akan segera bangun.


" Kamu sengaja ya de, masa baru bangun udah laper aja. " Davy menciumi wajah Marissa.


" Ih... kaka aku masih bau belum mandi. Jangan di ciumin terus, aku malu. "


" Ngga ko ngga bau malahan wangi parfum alami. " Davy mulai tertawa


" Tuh kan mulai. Parfum apa emang? " heran Marissa. Karena Davy hanya tertawa sendiri.

__ADS_1


" Parfum jigong. "


" Ish... ya udah ni ya aku tambahin biar bau nya pindah ke kaka semua. " Marissa semakin menciumi Davy. Sedangkan Davy bahagia karena itu yang sebenarnya ia inginkan.


Selepas drama parfum jigong, Davy menyuruh Marissa mandi terlebih dahulu. Sedang Davy menyiapkan nasi goreng spesial buatan nya setelah mencuci baju mereka.


Pagi ini ia ingin memanjakan Marissa walaupun hanya dengan hal yang sederhana. Ia merasa sangat beruntung karena walau kehidupan rumah tangga mereka yang masih seumur jagung tidak lah mudah, tapi Marissa tak pernah mengeluh.


" Kaka, cucian nya ko udah di cuci. Aku kan udah bilang ga usah biar aku aja. Nanti kaka telat. " Ada rasa ta enak hati di hati Marisa saat ia melihat cucian nya sudah bersih tinggal di jemur. Apalagi aroma nasi goreng yang begitu menggugah selera telah terhidang di meja makan.


" Ayo makan de, katanya tadi laper. " Davy segera membawa Marissa ke meja makan. Ia ingin segera Marissa mencicipi masakan nya.


" Gimana enak? " Davy harap harap cemas setelah melihat Marissa menyuapkan nasi itu. Walaupun ini bukan kali pertama nya ia masak, namun memasak untuk seseorang yang sangat istimewa cukup mendebarkan bagi nya.

__ADS_1


" Kaka, ini sungguh sangat enak. " Marissa meraih kedua tangan Davy di genggam nya erat tangan itu. " Ka... terimakasih sudah menjadikan aku istrimu. Aku benar benar sangat beruntung memiliki kaka dalam hidup ku. "


Benar kata orang jika perempuan menikah dengan orang yang tepat maka ia akan di jadikan ratu oleh suami nya.


" Bukan kamu yang beruntung de justru kaka yang beruntung memiliki kamu. Kaka ga yakin perempuan lain akan tahan hidup susah seperti kamu bersama kaka. Apalagi di awal awal pernikahan. Kaka ga pernah dengar kamu mengeluhkan masalah ekonomi kita yang pas pasan. Terimakasih. "


" Ka, masalah ekonomi kita bisa cari bersama. Seberapa pun nafkah yang kaka berikan pada ku, aku sangat bersyukur. Jangan pernah berpikir jika aku akan meninggalkan kaka hanya karena hal itu. Apa aku boleh ikut ka Dani jualan online. "


" Tida de jangan, masalah uang biar kaka yang cari. Kaka ga mau kamu kelelahan apa lagi kamu harus kuliah. "


" Ka, sebagian besar gaji kaka kan untuk biaya kuliah ku. Aku hanya ingin membantu sedikit saja. Aku janji tidak akan membuat kuliah dan juga kewajiban ku sebagai seorang istri terbengkalai. Bukan kah pasangan suami istri seperti kita harus saling bahu membahu? "


" Maaf bukan aku tak percaya pada kaka. Tapi aku hanya ingin sedikit meringankan beban kaka. Aku tak ingin hanya merasakan manis sendirian sedangkan kaka kesusahan. "

__ADS_1


" Baiklah, kaka ijinkan. Tapi kaka harap kamu jangan terlalu cape. Terimakasih de, walaupun usia kamu terbilang cukup muda tapi kamu begitu dewasa. "


Memang seharusnya seperti itu bukan, dalam berumah tangga kita harus saling dukung. Ikatan rumah tangga akan terasa semakin erat jika kita selalu menghadapi segala masalah bersama sama. Ta boleh Ada kata egois dalam kehidupan berumah tangga.


__ADS_2