Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
status baru


__ADS_3

Setelah kejadian itu Davy Dan Marissa sama sama setuju untuk tidak saling menghubungi. Davy tak ingin ia menjadi lebih nekat lagi. Biar lah mereka tahan perasaan rindu yang begitu menggunung itu. Toh tinggal tiga hari lagi sampai hari H.


Memang itu menjadi keputusan yang cukup berat untuk mereka saat ini. Namun rasa takut Davy tak bisa mengontrol perasaan nya seperti saat itu membuatnya mengambil keputusan sulit itu. Semua demi kebaikan bersama.


Waktu tiga hari tidak lah lama bagi kita. Namun bagi Davy dan Marissa itu sungguh sangat menyiksa.


Davy sampai sampai harus tetap bekerja menjelang satu hari pernikahan nya. Itu semua ia lakukan agar bisa sedikit melupakan Marissa. Bahkan sang atasan sudah beberapa kali menegurnya karena masih bekerja menjelang hari pernikahan nya.


Tak berbeda dengan Davy Marissa pun masih kuliah seperti biasa. Mereka sama sama menyibukan diri. Beruntung Marissa masih memiliki tiga bodyguard abal abal nya, sehingga ia tak merasa kesepian.


💐💐💐💐


Penantian mereka akan berahir hari ini. Hari yang begitu mereka berdua nantikan sudah di abang mata.


Marissa sudah tampil cantik mengenakan kebaya putih yang begitu pas di tubuhnya. Senyuman tak pernah pudar dari bibirnya. Silvy yang sedang menemani Marissa merasa gemas sendiri melihat sang adik.


" Duh yang bentar lagi jadi istrinya Davy. Dari tadi senyum terus kaka sampe takut loh de liat kamu. " Silvy sengaja menggoda sang adik.

__ADS_1


" Ishh... kaka kaya yang ga pernah ngalamin aja. Aku sih masih mending ya cuma senyum senyum doang, nah kaka dulu sampe harus bolak balik wc gara gara gugup kan lebih parah. " Marissa mengulum senyum nya ketika mengingat kejadian itu.


" Iya deh iya kaka kalah. " Silvy memeluk Marissa yang tengah duduk di depan meja rias dari samping. " Selamat ya sayang, mulai hari ini kamu akan menjalani sebuah kehidupan yang sebenarnya. Kaka harap kamu bisa bahagia hidup bersama Davy. Jadilah istri yang bisa menjadi penyejuk untuk suamimu. Semoga kebahagiaan selalu bersama kalian. "


Bu Rina yang baru datang tak kuasa menahan air matanya saat melihat kedua putrinya saling berpelukan. Ia langsung memeluk kedua putrinya dari belakang.


" Ibu rasanya baru kemarin melahirkan kalian. Ternyata kini kalian sudah dewasa. Semoga hidup kalian selalu di limpahi kebahagiaan dan keberkahan. Berusahalah menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kalian. "


" Aamiin. Terimakasih bu. " kompak keduanya mereka berbalik untuk memeluk sang ibu.


Suasana tiba tiba hening saat Pa Setiyawan dan Davy sudah berjabat tangan bersiap melakukan ijab qobul. Marissa yang menunggu di kamar semakin gemetar. Ia takut Davy tak bisa mengucapkan nya.


Sah


Hanya suara itu yang Marissa dengar karena ia sudah tak fokus.


"Alhamdulilah... " seru Silvy. "Selamat Ca kamu sekarang sudah resmi jadi istri nya Davy. "

__ADS_1


" Hah.." Marissa nampak belum menyadari ucapan Silvy.


" Eh ni anak ya. " Silvy memukul pelan lengan Marissa berharap gadis itu segera sadar. "Udah sah tuh jadi bu Davy. "


" Alhamdulilah... " sahutnya.


" Ets... jangan nangis make up kamu nanti blepotan. Yu keluar udah di panggil tuh. " ajak Silvy ia menuntun sang adik.


Tatapan semua orang tertuju pada Marissa. Gadis yang biasanya tampil polos tanpa make up bahkan terkesan tomboy kini tampil begitu cantik Dan elegan dengan make up natural.


Tak perlu make up tebal untuk membuat Marissa tampil sempurna. Hanya make up tipis sudah membuatnya begitu pangling.


" De... " lirih Davy. Ia tak berkedip melihat penampilan Marissa yang begitu sempurna dimatanya.


" Awas mingkem Dav. Tuh lalat masuk ke mulut lo. " ucap Yogi yang berhasil membuat semua orang yang hadir tertawa kecuali Jaka.


Laki laki itu masih memendam perasaan suka pada Marissa. Ada rasa sesak di dadanya yang coba ia tutupi. Mau bagaimana lagi mungkin Marissa memang bukan jodoh nya. Walaupun hatinya terasa sakit ia masih tetap mendoakan yang terbaik untuk Marissa dan Davy.

__ADS_1


__ADS_2