Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
penyesalan 2


__ADS_3

"Marissa..... " Teriak pa Setiyawan yang telah sampai di depan rumah kake. " Nak kamu di dalam maafin ayah nak. Buka pintunya! " dia terus menggedor pintu tak sabaran.


Pa Setiyawan seketika mematung saat pintu terbuka entah apa yang akan dia ucapkan pada Bu Rina.


" Ada apa mas kesini? " bu Rina lah yang membuka pintu karena memang hanya bu Rina yang ada di rumah.


" Maafkan aku Rin. Aku salah. Aku tak pantas di maafkan. "


" Sudahlah mas lebih baik mas pergi. Tak ada lagi yang perlu di maafkan. "


" Tidak Rin." Pa Setiyawan segera menahan pintu agar tak di Tutup bu Rina. " Aku salah Rin. Aku salah... aku sudah membentak Marissa. Dimana dia sekarang Rin? "


" Apa? membentak? " kening Bu Rina mengkerut tak mengerti maksud Pa Setiyawan.

__ADS_1


" Iya Rin maafkan aku. Tadi Dia datang menemuiku karena aku begitu emosi tanpa sengaja membentak dan mengusir nya. " Pa Setiyawan segera bersimpuh di kaki Bu Rina.


"Berani sekali kamu membentak bahkan mengusir putriku! memang nya apa yang telah ia lakukan hingga kau tega melukai hati putriku? Apa kau kurang puas menyakiti ku sampai sampai putri mu sendiri kau usir Dan buat sakit hati. Aku benar benar tak mengenal mu Setiyawan. Aku berusaha memaafkan semua penghianatan mu demi Marissa. Tapi apa yang kau lakukan? apa? " teriak bu Rina penuh tekanan.


" Pergi dari rumah ku! Aku ta sudi melihat lelaki seperti mu lagi. Kau boleh mencampakan ku kau boleh menyakiti ku. Tapi jangan pernah berani menyakiti putri ku. " Bu Rina dengan segenap amarahnya mendorong Pa Setiyawan hingga tersungkur ia segera masuk dan memerosotkan diri di balik pintu.


Jika tadi ia berbicara dengan lantang tak ada sedikitpun air mata yang keluar maka saat ini ia sudah tak bisa menahan nya lagi. Air mata itu keluar dengan sendiri nya.


####


Hari mulai sore perasaan Marissa sudah aga tenang. Ia memutuskan untuk pulang karena takut sang ibu khawatir.


" Kamu yakin Dek mau pulang sekarang? kuat ga nanti ga nangis di depan ibu? " Davy terus saja menggengam tangan Marissa untuk menenangkan dan mengalirkan kekuatan pada sang kekasih hatinya.

__ADS_1


" Iya ka... kasihan ibu. Pasti ibu hawatir. Aku akan berusaha sekuat aku ka. Aku tak ingin ibu turut sedih dengan masalah ini. "


" Semangat sayang, masih banyak orang orang yang menyayangimu. " Davy mengelus lembut pipi sang kekasih. " Ingat sayang seberat apa pun masalah mu jangan malu untuk bercerita pada kaka. Kita cari solusi nya bersama. oke? jangan pernah sungkan kaka akan selalu Ada buat kamu. " Davy mencubit hidung Marissa yang memerah setelah menangis.


" Makasih ya ka " Marissa kembali memeluk Davy. " Makasih sudah mau mendengar semua keluh kesahku. Makasih ka... "


" Ssstttttt" Davy menutup bibir Marissa yang terus berterima kasihan dengan satu jarinya.


" Tak ada yang perlu di terimakasihi sayang. "


Davy mengambil motornya dan segera memasangkan helm pada Marissa segera bersiap pulang.


Suasana sore hari yang mulai gelap membuat mereka buru buru pulang.

__ADS_1


__ADS_2