
Sudah hampir satu minggu Davy meninggalkan Marissa. Rasa kehilangan Davy begitu terasa oleh Marissa.
" Hmm... Ka Davy ko tumben udah siang gini belum ada telpon ya. Heran... "
" Ca... Ca... " pangil bu Rina
" Iya Bu kenapa? "
" Ini Ada paket katanya buat kamu."
" Astaga besar amat bu. Dari siapa? " ibu nya hanya menggeleng kepala.
Marissa segera membuka paket itu.
" Ah... boneka beruang. Ka Davy. Pasti ini dari ka Davy. " Marissa segera melihat ke sekeliling boneka lalu ia melihat ada sebuah surat yang menempel di bagian perut boneka.
...Untuk Marissa ku tersayang...
De, maaf kaka ga bisa selalu ada bersama kamu. Kaka sengaja kirim boneka itu sebagai pengganti kaka.
*De, rasa nya kaka udah ga sabar pengen ketemu kamu. Kaka kangen banget sama kamu.
I love you Gadis kecil kaka*.
Oh iya de, jangan lupa belajar yang rajin ya. Terus doakan kaka agar bisa sukses dan segera kembali berkumpul bersama kamu.
Miss you my love 😍
Marissa terus membaca surat itu berulang - ulang. Rasa rindu nya kepala Davy seolah terobati.
__ADS_1
" Kaka... " Marissa memeluk boneka nya erat.
" Udah peluk - peluknya. Buruan berangkat nanti kamu telat. " Bu Rina mengagetkan Marissa.
" Oh iya bu hampir lupa. "
Jika biasa nya Marissa tampak muram lain hal nya hari ini. Wajahnya berseri menunjukan bahwa dia saat ini tengah bahagia.
" Tumben ga mendung. " ledek Jaka
" Ih apaan sih. "
" Iya biasanya lo datang _datang udah mendung. Malah biasa nya pake geledek segala. "
" Ngaco ah. " Karena suasana hatinya sedang senang ia tak begitu menanggapi seperti hari - hari biasa. Jika biasa nya ia akan selalu marah - marah ga jelas saat ada orang yang meledeknya. Lain hal nya Hari ini. Ia cuma senyum - senyum sendiri.
" Lo lagi sakit ya. " Jaka meletakan punggung tangan nya di dahi Marissa. " Ga panas. Oh aneh banget tau ga sih lo" heran Jaka.
" Lo kenapa sih kayanya bahagia banget?"
" Kepo "
" Ih aneh banget sih lo hari ini sumpah. Heran gue. Gue malah merinding sendiri liat lo kaya gini. "
Marissa tetap cuek tak menanggapi omongan Jaka. Ia sibuk sendiri melihat HP nya. Ia berulang kali mengirim pesan pada Davy. Walaupun belum Ada jawaban dia tetap bahagia. Karena ia tau jika sekarang pasti Davy tengah bekerja.
' Ka makasih bonekanya. Aku udah terima. '
' Kaka lagi sibuk ya. Ya udah kerja yang rajin ya biar cepat pulang. '
__ADS_1
' oh iya lupa jangan lupa makan ya. '
Walaupun pesan yang ia kirim termasuk pesan sederhana. Tapi ia sangat bahagia walaupun mereka tidak bisa bersama. Setidaknya saling memberi perhatian bisa membuat hubungan mereka baik - baik saja.
Pelajaran yang biasa nya akan terasa berat untuk Marissa hari ini terasa begitu menyenangkan. Dia bisa melalui nya dengan mudah.
Tet....
" Ah akhirnya pulang juga. "
" Ca lo pulang bareng Yogi lagi?" Tanya Jaka.
" Ga tau. Gimana ntar aja. "
" Mau gue anter pulang ga? "
" Ca buruan... " tiba - tiba Yogi sudah berada di depan kelas nya. Ia menatap ta suka pada Jaka.
" Oh iya tunggu gue beresin buku dulu. " tanpa menjawab perkataan Jaka Marissa melangkah pergi.
Marissa berjalan bersama Yogi. Namun tatapan Yogi seolah penuh pertanyaan.
" Apa? lo ko liatin gue kaya gitu amat. "
" Ya habisnya gue heran lo ko kayanya deket banget sama si Jaka. "
" Oh soal itu. Dia itu temen gue. "
" Ca masa lo ga merasa ada yang aneh sih dari cara dia natap lo terus perhatian sama lo. "
__ADS_1
" Ah udah biarin aja yang penting di hati gue cuma ayang bebeb gue Ka Davy seorang. Oh iya... jangan - jangan lo juga suka sama gue? makanya lo cemburu ?"
" Eh kampret sialan lo. Emang gue sodara apaan! " mereka pun tertawa bersama. Kedekatan Marissa dan Yogi tak luput dari pengawasan sepasang mata yang terlihat begitu membenci mereka.