
Perjuangan Davy untuk menyekolahkan Marissa sendiri baru di mulai. Jika kemarin kemarin masih ada bantuan dari kake juga ibu Marissa sekarang lain cerita.
Kepergian Kake untuk selamanya membuat keuangan keluarga Marissa semakin memburuk.
" Bu aku berhenti sekolah aja ya... " lirih Marissa saat sang ibu mendapatkan surat tagihan yang lumayan besar dari pihak sekolah.
" Hus... ko gitu ngomong nya Ca, kamu harus tetap sekolah. "
" Bu beneran aku ga papa ko. Aku bisa kerja bantu ibu. "
" Ngga usah sayang kamu tanggung jawab ibu." Bu Rina memijit pangkal hidung nya. Kepalanya sedikit pusing terlalu banyak cobaan yang menimpa nya secara bertubi tubi.
*****
Walaupun sangat malas untuk menemui sang ayah namun saat ini ayahnya lah satu satu nya harapan yang bisa menolongnya. Biaya yang lumayan besar menurut Marissa pasti bisa di usahakan ayahnya.
__ADS_1
" Asalamualaikum.... "
" Waalaikumsalam " ketus bu Ida. " Ada apa kesini, mau minta duit lagi? "
" Iya bi, Ayah Ada? "
" Dasar anak ngga sopan basa basi ke nanyain keadaan saya. Heran gimana ibumu itu ngajarin kamu. Apa gak pernah di ajarin sopan santun sama ibu kamu? "
Sakit hati. Jelas siapa anak nya yang tak sakit hati saat mendengar seseorang menjelek jelekan orang yang paling berharga untuk kita. Perempuan yang rela bertarung nyawa demi melahirkan kita.
"Demi sekolah kamu Ca tahan.... tahan... jangan kepancing kasihan ibu "
" Ada apa sih da kamu ko marah marah ga jelas? " Pa Setiyawan berjalan keluar dari rumah. " Eh ada anak ayah? ayo masuk.. "
" Ga usah di ajak masuk Dia cuma mau minta duit tuh. " ketus bu Ida
__ADS_1
" Ca, masuk. " Pa Setiyawan tak menghiraukan ucapan bu Ida yang terus saja nyerocos tak jelas. " Ada apa tumben? "
Marissa segera menyerahkan surat tagihan dari sekolah nya pada sang ayah. Berharap sang ayah bisa membantu nya.
" Aduh Ca untuk saat ini ayah ga ada uang. Semua uang sudah ayah pakai untuk bayar sekolah Bian. "
" Oh gitu ya yah. " Marissa menarik nafas dalam ia sedikit kecewa.
" Kalo ibu mu ga bisa bayar sekolah ya udah tinggal berhenti aja sekolah apa susahnya coba. Dasar anak ga punya rejeki kamu! pasti aja setiap kamu Minta uang kita lagi ga punya. " bu Ida menyeringai ia sangat puas pa setiyawan lebih mementingkan anaknya dari pada anak kandungnya sendiri.
" CUKUP BI. SUDAH CUKUP AKU BERSABAR MENDENGAR PERKATAAN BIBI YANG SANGAT TAK BERPERASAAN. AKU MUAK BI. AKU AKAN BUKTIKAN SAMA BIBI JIKA AKU BISA MENYELESAIKAN SEKOLAH KU DENGAN ATAU TANPA BANTUAN AYAH. Aku taakan pernah melupakan semua perkataan bibi hari ini. Silahkan bi bersenang senang lah untuk saat ini. Silahkan merasa di atas langit tapi ingat bi Allah tidak tidur. Bibi pernah dengar bukan doa orang teraniaya itu mustajab. "
" MARISSA... " bentak pa Setiyawan " Pergi kamu dari sini ga usah menginjakan kaki kamu lagi di rumah ini. "
Bu Ida menunjukan senyum kemenangan yang terlihat begitu menyabalkan di Mata Marissa.
__ADS_1
" Baik yah. Ini terakhir Kali Marissa menginjakan kaki di rumah ini. Jangan menyesal yah Jika satu saat ayah butuh Marissa maka saat itu aku pun akan melakukan hal yang sama seperti ayah saat ini. "