Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
sumber Kekuatan Marissa


__ADS_3

walaupun Marissa belum mengatakan apa pun pada Davy tapi ia sangat faham jika kekasihnya itu sedang tidak baik - baik saja. setelah selesai makan bakso. Davy mengajak Marissa jalan -jalan keliling kampung.


Marisa memang lebih menyukai pemandangan Sawah Dan gunung yang berada di kampung sebelah. Marissa selalu menolak jika Davy mengajak nya ke mall. Marisa memang tidaklah menyukai keramaian. jika Dia berada di keramaian kepalanya selalu pusing Dan mual.


setelah puas berkeliling Davy mengajak Marissa duduk di bawah pohon pinggir Sawah. keadaan yang sejuk membuat Marissa nyaman. Dia menghirup oksigen banyak - banyak. Davy hanya memperhatikan saja.


" kamu kenapa de? sepetinya sedang Ada masalah? " walau ragu Davy memberanikan Diri bertanya .


" orang tuaku akan bercerai ka. aku bingung harus bagaimana? lalu bagaimana nasib sekolah ku " Marissa tertunduk lesu


"kamu yang sabar ya de, kaka yakin kamu bisa melewati cobaan ini " Davy menggengam tangan Marissa dia mencoba mengalirkan dukungan nya melalui sentuhan tangan.


" Entah lah ka aku juga ga tau " Marissa kembali menarik nafas dalam.


" kaka akan selalu Ada buat kamu de. kaka yakin kamu pasti kuat. percayalah tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuannya.

__ADS_1


jangan terlalu larut dalam kesedihan. bersedih boleh tapi ingat de ibu mu membutuhkan dukungan. Jadilah penyemangat untuk ibu mu de Bantu dia untuk bangkit.


kamu wanita kuat, tunjukan lah jika kamu baik - baik saja. jangan pernah memperlihatkan kesedihan mu de. jangan Tambah beban ibu mu. Jadilah sumber Kekuatan nya " ucap Davy panjang lebar


" ka boleh Kah sekali ini saja aku menangis. aku janji jika di depan ibu aku tidak akan pernah menangis. " Marissa ta berani menatap wajah Davy dia hanya terus memandang hamparan Sawah yang luas dengan Padi yang menghijau.


" tentu , tapi berjanjilah kamu akan menjadi wanita yang kuat"


Marissa langsung menangis sejadi jadinya. Davy yang merasa iba langsung memeluk Marissa. suara isakan yang menyayat hati membuat dada Davy Nyeri. Davy dapat merasakan bertapa terpuruknya kekasihnya itu.


" kenapa harus aku ka yang mengalaminya? apa salah ku? apa yang harus ku lakukan ka? " Lirih Marissa dia mengeluarkan segala kesedihan nya. Davy hanya diam dia mempererat pelukan nya.


" Ada kaka de, kamu ga sendiri. kaka janji tidak akan pernah meninggalkan mu. apa pun yang kamu rasakan ceritakanlah pada kaka. kaka akan berusaha selalu Ada buat kamu de, kaka janji" mereka menangis bersama.


setelah Marissa merasa beban di pundaknya sedikit berkurang mereka memutuskan untuk pulang. perjalanan yang panjang ta mereka rasakan.

__ADS_1


" de kaka langsung pulang ya.. ingat kamu harus kuat. besok pagi - pagi kaka jemput ya, ngga usah pesan ojek ya biar kaka yang mengantarkan kamu ke sekolah"


" apa tidak merepotkan ka jarak dari rumah ka Davy ke rumah kake silvy kan jauh. lebih baik aku naik ojek aja ka "


" udah ga papa selagi kaka Mampu kaka akan berusaha, ya sudah kaka pulang dulu"


" hati - hati ya ka " Marissa melambaikan tangan nya


💐💐💐💐


setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga. banyak hal yang mereka bicarakan. bu Rina begitu pintar menyembunyikan kesedihan nya.


Marissa tengah bermain dengan keponakan nya yang Baru berusia satu bulan sepuluh Hari. Karena masih sangat Kecil Marisa hanya melihatnya saja tanpa menggedong. dia takut akan salah gendong.


" bu apa ta sebaiknya kita beritahu kake ? Karena ini masalah yang sangat serius"

__ADS_1


" iya ibu rasa kamu benar lih walau bagaimana pun Kake berhak tau mengenai hal ini"


" ibu yang kuat yah. kami semua bersama ibu " silvy segera memeluk ibunyw


__ADS_2