Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
mood booster


__ADS_3

silvy yang sengaja datang dengan suaminya merasa terkejut melihat pertengkaran orang tuanya. pasalnya Selama 25 tahun mereka menjalani biduk rumah tangga ta sekalipun mereka bertengkar. keluarga mereka terkenal sebagai keluarga paling harmonis. Bahkan ta jarang para tetangga menyebut keluarga mereka keluarga cemara.


namun keharmonisan itu seketika hancur ketika datang seorang perempuan yang mengaku - ngaku sebagai adik angkat dari pa setiyawan. wanita itu melupakan sodara dekat suaminya silvy. seketika keadaan mulai berubah. pa setiyawan yang biasanya begitu perhatian terhadap keluarga mulai mengabaikan kewajiban - kewajiban nya.


perhatian pa setiyawan ta lagi untuk keluarga nya, melainkan untuk si adik angkat nya. ta hanya perhatian yang pa setiyawan berikan Bahkan segala kebutuhan adik angkat nya itu Dia yang menanggung nya. dengan alasan persaudaraan.


karena bu Rina orang yang begitu baik dia ta pernah merasa curiga. Dia bahkan selalu mendukung suaminya untuk membantu adik angkat nya itu. bu Rina merasa kasihan Karena wanita itu seorang janda anak dua. suaminya telah meninggal beberapa tahun lalu. bu Rina ta pernah tau jika mereka sebenarnya menjalin hubungan terlarang di belakangan bu Rina.


" apa - apaan ini? apa yang ayah katakan bercerai? siapa yang mau bercerai? " silvy berteriak membentak orang tuanya. sang suami yang sama terkejutnya segera mengambil Alih putri mereka dari gendongan silvy.


bu Rina Dan Marissa hanya bisa diam membisu. hanya Isakan saja yang terdengar dari Dua wanita itu.


" Bagus kamu datang silvy biar sekalian kamu tau. kalau ayah Dan ibu akan bercerai !"


" kenapa tiba - tiba ayah ingin bercerai ?" silvy menunjukan wajah seriusnya


" Karena sejak dulu kami tidak cocok itu saja " jawab pa setiyawan enteng.


" tidak yah itu bukan lah jawaban, silvy yakin pasti Karena tante Ida kan? jangan pikir silvy ta tau yah. silvy tau segalanya bahkan ayah sudah sering menginap di rumah nya tante ida! jawab yah benarkan! "


" lantas kalau iya kamu mau apa hah? ayah memang mencintai Ida Dan akan segera menikahinya! "

__ADS_1


" aku tidak setuju yah! Dimana hati nurani ayah? mana ayah silvy yang dulu? "


" setuju atau Tidak ayah akan tatap menikahinya!" pa setiyawan melangkah pergi. namun saat Baru beberapa langkah Dia berbalik " oh iya satu hal lagi bawa pergi ibu dan adikmu Karena rumah ini sudah ayah jual " pa setiyawan berjalan kembali dengan angkuh nya seolah Dia ta pernah menyesal dengan keputusan nya.


keadaan hening beberapa saat mereka mencoba mendinginkan pikirkan mereka mencoba mencerna keadaan. bahkan silvy seolah ta mendengar tangisan putrinya. beruntung sang suami galih bisa menghentikan tangis putrinya.


mereka begitu larut dalam perasaan sedih. bu Rina nampak begitu terpukul. pernikahan yang telah Dia Bina selama bertahun tahun harus kandas di tangan orang ketiga.


" bu sebaiknya segera kemasi barang - barang ibu. ikutlah bersama kami " galih mencoba menyadarkan ketiga wanita yang tengah terluka itu.


" iya bu ikutlah dengan silvy" ia meraih tangan ibunya mencoba memberi semangat. bu Rina hanya mengangguk sebagai jawaban.


setelah membereskan beberapa barang mereka , mereka segera meninggalkan rumah itu. rumah yang sudah 25 tahun mereka tempati. banyak kenangan manis yang telah Terukir di rumah itu.


" baiklah na hati - hati ya "


dalam keadaan apa pun Davy lah orang pertama yang selalu Marissa ingat. Marissa segera menuju toko Davy. ia ingin menceritakan segala kesedihan nya pada sang kekasih.


setelah tiba di toko ia ta melihat Davy. Karena marissa sudah sering mengunjungi toko martial orang tua Davy jadi para pegawai nya sudah mengenal Marissa.


" eh Ada neng Marisa... den Davy nya lagi nganterin pesanan pasir neng. mungkin sebentar lagi juga pulang neng. silahkan bent tunggu di Dalem aja di sini panas" Ramah seorang karyawan

__ADS_1


" ah iya pa ngga apa - apa saya tunggu di sini aja. lagian saya juga yang salah ngga ngasih kabar dulu kalau mau kesini"


" ah ya sudah kalau gitu saya pamit neng mau kerja lagi " Marissa hanya mengangguk sambil tersenyum


ta butuh waktu Lama Davy datang. tubuhnya yang Kotor penuh pasir ta menyurutkan Marissa untuk segera memeluk Davy sesaat setelah Dia melihatnya.


" hey... hey... Gadis Kecil Ada apa? " kaget davy


suara riuh para pegawai toko membuat Marissa seketika tersadar jika ia tengah jadi pusat perhatian. Dia langsung melepaskan pelukan nya. wajahnya sudah berubah merona merah Karena malu. Davy yang melihat nya jadi merasa gemes sendiri.


" Ada apa ko tiba - tiba main peluk - peluk gitu? badan kaka kotor de nih liat banyak pasirnya " Davy menunjukan baju nya yang kotor


" kaka sibuk ya? apa aku Ganggu kaka? " Marissa merasa bersalah telah menggangu waktu kerja Davy.


" ah ngga ko justru kaka senang kamu mau kesini " Davy mencubit pipi marissa gemas " ini udah yang terahir ko. oh iya kaka Mandi dulu ya nanti kaka ajakin kamu Jajan bakso mau ?"


" mau.... ya sudah Sana gih Mandi dulu bau asem " marissa menutup hidungnya


" tapi Suka kan ? udah tau bau aja masih di peluk - peluk " Davy mengacak rambut Marissa Dan berlalu pergi.


seketika kesedihan Marissa hilang. walau kadang Davy ngeselin tapi Davy sudah seperti mood booster bagi Marissa. ta butuh waktu Lama Davy sudah kembali dengan wajah yang lebih fresh.

__ADS_1


" yuk kita berangkat " ajak Davy


setelah berkendara kurang lebih lima belas menit mereka telah sampai di abang bakso langganan mereka. Karena sudah sangat hafal dengan pesanan mereka si abang ta perlu lagi repot - repot bertanya.


__ADS_2