Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
Gadis kecil


__ADS_3

setelah selesai sarapan Marissa bergegas pergi Dia sungguh ta menyangka jika Davy telah berada di luar menunggunya. sambil mengobrol dengan galih kaka ipar nya yang tengah menggendong putri nya.


" kaka ko udah disini aja? "


"iya lah kan mau nganterin kamu ke sekolah de, ya udah ayo nanti telat kan jarak dari sini ke sekolah lumayan jauh de. "


"ya udah ayo... " Marissa langsung pamit pada galih.


ta seperti biasanya sepanjang perjalanan Marissa hanya diam. Hari ini ta ada lagi Marissa yang cerewet dan usil. biasanya Ada saja hal yang di ceritakan Marissa pada Davy.


Davy begitu mengerti keadaan Marissa dia hanya mendiamkan nya saja. memberi waktu pada Marissa untuk menenangkan Hatinya.


🍃🍃🍃🍃


beberapa Hari berlalu namun Marissa masih tampak murung. terlihat jelas beban di wajahnya yang manis. ta ada lagi senyuman tulus Dari wajah itu, yang tersisa hanyalah senyuman yang dipaksakan. mungkin jika orang lain yang melihat nya akan nampak sama saja. namun lain hal nya dengan Davy dia tau jika Marissa mencoba menutupi kesedihan nya dengan senyuman palsu.


Davy merasa ini tidak akan baik untuk Marissa jika di biarkan seperti ini terus. apalagi ulangan semester pertama akan di adakan dua mingguan lagi.


" ahir - ahir ini kaka lihat Gadis kecil kaka cemberut terus. ga Suka apa nih bareng kaka?" Davy mencoba menggoda marissa.


" ah kaka bisa aja masa aku ga suka barang kaka" Marissa tersenyum samar


" Dari pada kamu melamun gitu gimana kalo kita ke toko aja? kebetulan Hari ini ayah nya kaka ga bisa ke toko lagi Ada urusan katanya "


" boleh deh daripada duduk melamun kaya gini, ya udah aku ganti baju dulu "


setelah ganti baju Dan berpamitan pada kaka Dan ibunya Marissa langsung pergi bersama Davy. ta butuh waktu Lama mereka telah sampai di toko.


" den Davy kebetulan Aden kesini " sapa salah seorang pegawainya yang bersama pa mamat.


" Ada apa mang sepertinya serius sekali ? "


" gini den sopir semuanya pada pergi mengantar pesanan. sedangkan bu Susan yang cerewet itu Minta di antarkan pasir sama semen sekarang juga, Aden kan tau saya ga bisa nyetir " cengir pa mamat

__ADS_1


" ah kalau masalah itu man gampang mang ya udah suruh pegawai lain buat bantuin memang isi dum truk nya. masalah nganter biar sama saya "


" ah baik den " pa mamat langsung pergi


Marissa Dan Davy memutuskan menunggu di dalam toko. Karena cuaca di luar sedang sangat terik.


" kamu bosan de? kamu ga marah kan kalo kaka nganterin pesanan dulu? "


" ngga ka justru Marissa senang. ga papa ko kaka anterin aja dulu "


setelah pa mamat memberitahu jika pekerjaan nya telah selesai Dia segera memberi tahu Davy. kemudian Davy melajukan mobilnya dari parkiran. Davy merasa ta enak hati jika harus meninggalkan Marissa sendiri di toko jadi Dia memutuskan untuk mengajak Marissa.


" dek ikut kaka aja yu dari pada bengong sendiri" Davy aga berteriak dari dalam mobil.


Marissa pun segera ikut naik.


" dek apa kamu ga malu sama orang - orang Karena punya pacar kaya kaka. kaka ngga ngelanjutin sekolah loh? kaka cuma Kuli di toko ayah? "


" ih kaka apaan sih menurut aku cowo itu yang dilihat bukan dari jenis pekerjaan nya tapi Dari keseriusan nya Bekerja. walaupun Dia seorang CEO perusahaan besar kalo kerjanya males-malesan bisa bangkrut tuh perusahaan.


" aduh - aduh sejak Kapan ini Gadis kecil kaka jadi Pinter ngegombal " Davy mencubit hidung Marissa gemas.


" sejak Marissa Nyium bau asem kaka " ledek Marisa Dia tertawa keras. Davy yang melihat nya merasa bersyukur Karena marissa telah bisa tertawa lagi.


" oh jadi kaka bau asem nih " Davy pura - ours ngmbek.


" iya bau asem tapi aku suka " lagi - lagi Marissa tertawa.


saking asiknya mereka mengobrol hingga tak terasa mereka telah sampai di tempat tujuan. tampak bu Susan yang tengah berkacak pinggang. Bibir dower nya yang merah seakan hendak menelan mereka hidup - hidup.


" bagus ya malah asik pacaran! jadi ini yang membuat kamu melalaikan pekerjaan mu davy " bentak bu Susan. bu Susan kesal karena Davy sekarang malah memilih Marissa daripada putrinya dira. dira memang sudah menyukai Davy sejak mereka SMA. Namun saat itu bu Susan ta merestuinya Karena sikap Davy yang sering marah - marah.


" maaf bu saya terlambat, semua sopir sedang mengantarkan pesanan " walaupun Davy sedikit kesal Dia tatap berkata sopan pada bu Susan.

__ADS_1


Karena ta ingin berlama lama di tempat itu Davy buru - buru menyelesaikan tugas nya. setelah hampir seharian ikut Davy Bekerja di toko. marissa meminta Davy mengantarkan nya pulang.


🍃🍃🍃


rumah davy


sang ayah yang juga Baru sampai melihat Davy datang dengan baju kotornya. Karena dia tadi ta sempat Mandi di toko.


" Davy kamu ke toko lagi? " ayah nya pa eko merasa bangga pada putranya itu.


" iya yah tadi Ada pesanan pasir semua sopir kita tengah mengantarkan barang jadi pa mamat Minta bantuan Davy. "


" oh ya sudah terimakasih ya kamu sudah mau membantu ayah, Mandi dulu gih sebelum ibu mu ngomel "


pa eko merasa senang dengan perubahan sikap Davy akhir - akhir ini. semenjak Davy mengenal Marissa perlahan dia berubah. Davy mulai bekerja keras. sikap Davy yang tadinya pemalas yang taunya Minta uang kini ia mulai mengerti akan tanggung jawab.


" Davy mana pah tadi mama dengar suara Davy? " bu yati celingukan mencari putra bungsunya.


" Dia lagi Mandi, oh ya ma mama tau ga ahir - ahir ini Davy sering Bantu - Bantu papah di toko loh.


" ah yang benar pah? " bu yati merasa ta percaya Karena biasanya Davy pergi ke toko hanya untuk meminta uang pada ayahnya tanpa mau membantu.


" iya bu, semenjak anak itu kenal dengan marissa dia mulai sering membantu di toko "


setelah makan malam pa eko memanggil Davy untuk mengajak nya mengobrol. dia menanyakan banyak hal pada Davy.


" Davy ini Uang hasil kerja kamu di toko " pa eko menyerahkan tiga lembar uang seratus ribu. untuk membayar Jasa anaknya.


" ah ayah tidak usah yah lagian aku cums mau Bantu ayah aja " Davy merasa ta enak hati jika Dia harus menerima uang itu.


" tidak apa - apa ambilah na " pa eko menyodorkan uang itu.


" baik lah jika ayah memaksa " sontak mereka tertawa bersama.

__ADS_1


" baiklah aku akan mengajak Marissa jalan - jalan lagi untuk menghibur nya " batin Davy


__ADS_2