Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
mengalah


__ADS_3

Jangan pikir Marissa tidak sakit hati dengan ucapan Ruby, ia sakit hati tapi ia memilih diam. Ia juga berpikir semua ucapan Ruby benar ia hanya numpang di rumah itu.


Jika bukan karena ibu nya ia juga tak ingin tinggal di rumah itu. Ia lebih suka tinggal di rumah kake.


Dengan sedikit kesal Marissa mengambil piring kotor itu ia segera mencucinya dan bergegas pergi ke kamar. Ia tak ingin menambah perdebatan yang akan membuat hatinya semakin sakit dengan ucapan Ruby.


" Heh mau kemana lo! Buatin gue teh anget." bentak Ruby sambil menarik ujung baju Marissa.


Marissa tak menghiraukan nya. Ia terus berjalan dan menutup pintu cukup keras. Ia sudah sangat jengkel dengan kelakuan Ruby.


" Kurang ajar lo ya. " kesal Ruby karena tangan nya hampir saja terjepit pintu jika ia tak segera menarik tangan nya tadi. " Gue aduin lo sama papa. "


Marissa yang mendengar nya dari dalam kamar hanya bisa menghela nafas. Ini pasti akan menjadi masalah untuk sang ibu. Sikap Ruby yang manja dan pengadu tak jarang membuat Marissa dan Bu Rina jadi tersangka. Bahkan untuk sesuatu yang tak mereka lakukan.

__ADS_1


Jika sedang pusing seperti ini tidur adalah pilihan terbaik untuk Marissa selain menemui Davy. Perasaan lelah hati dan pikiran nya membuat dia cepat terbuai ke alam mimpi walaupun hari masih sore.


*


*


*


" Tumben lo kesini Dav, masih inget lo sama kita kita. Tumben ga ngapelin cewe lo? "


" Ngga. Dia lagi sibuk. "


" Buset lo kenapa sih semenjak pacaran sama tuh cewe lo banyak berubah. Lo udah ga pernah nongkrong lagi sama kita kita. Kayanya dunia lo cuma di penuhi tuh cewe. "

__ADS_1


" Iya Lut. Gue kadang heran sama si Davy apa coba istimewa nya tuh cewe? "


" Heh Lutfi Adit kalian ga bakalan ngerti apa yang gue rasain sama Marissa. Inget namanya Marissa." tegas Davy. " Buat gue dia itu cewe palong istimewa. " Davy mulai tersulut emosinya hingga ia berdiri di depan Lutfi dan Adit.


" Udah ko kalian malah berantem sih. " lerai Arif yang memang selalu bersikap dewasa. Ia menarik Davy agar kembali duduk. " Lo berdua udah ga usah bikin masalah. " tunjuknya pada Adit dan Lutfi. " Kita kumpul lagi bareng bareng kaya dulu kan enak. Kalo Davy sibuk ya tolong lah kalian ngerti. Kalian juga kan pernah pacaran pasti pernah ngalamin kaya Davy. Gue sih bersyukur ahirnya Davy berubah ga kaya lo berdua yang masih suka mainin cewe. "


Lutfi dan Adit semakin kesal mendengar ucapan Arif barusan. Apalagi Adit, sebenarnya sebelum Davy mangenal Marissa Adit lah yang lebih dulu mengenal Marissa. Namun sikap cuek Marissa membuat Adit mundur perlahan.


Hingga kini ia masih merasa penasaran pada Marissa. Ta ada seorang pun diantara mereka yang tau jika Adit lebih dulu mendekati Marissa.


" Dav, lain kali lo ajak deh Marissa ke sini biar kita bisa kenalan. Biar tuh duo curut bisa nilai cewe lo itu emang baik. " saran Arif.


" Iya kapan kapan. Marissa selalu nolak katanya risih kalo banyak cowok. " sebenarnya ia yang tak ingin mengajak Marissa karena takut ada salah satu teman nya yang akan menyukai Marissa.

__ADS_1


__ADS_2