Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
korban broken home


__ADS_3

Davy datang menemui Marissa ia sengaja membawa banyak makanan kesukaan nya. Tanpa menunggu Marissa sudah ada di teras rumah. Dari yang Davy lihat ada kesedihan di mata Marissa.


" Dek... ini kaka bawa makanan buat kamu. " Walaupun Davy sangat mengerti kondisi Marissa ia tak ingin bertanya. Bukan apa apa Ia ingin Marissa sendiri lah yanh bercerita pada nya. Ia takut jika ia yang bertanya Marissa malah menjadi tidak nyaman.


" Ibu mana dek, ko ga kelihatan? " heran Davy karena biasanya jika ia berkunjung sang Ibu selalu menghampirinya.


" Ibu pergi bersama om Hendra. Mereka mau kerumah ka Silvy. " datar Marissa. Davy hanya mengangguk.

__ADS_1


" Ka.... " lirih Marissa dan Davy menoleh " Apa salah jika aku mengijinkan ibu menikah lagi? Tapi hati ku merasa takut ka. Apa aku akan sanggup melewati semua ini. " Marissa menghela nafas tampak sekali ia tengah tidak baik baik saja.


" De, bukan kah kamu sendiri yang menginginkan ibu bahagia? lalu apa yang kamu takutkan? "


" Iya aku sangat ingin ibu bahagia. Ibu pantas mendapatkan nya. Tapi aku aga ragu ka... aku takut ibu juga akan mengabaikan ku seperti Ayah. Lalu aku? Siapa yang akan menyayangiku? "


" Stttt... jangan berpikir terlalu jauh. Aku yakin om Hendra orang baik. Kamu lihat sendiri kan hanya saat bersama om Hendra keceriaan ibu kembali. Sayang ibu tidak mungkin mengabaikan mu buktinya beliau hanya akan menikah jika kamu merestuinya. Itu sudah menunjukan bahwa ibu lebih mementingkan perasaan kamu di bandingkan perasaannya sendiri. Sudah berapa lamaran yang kamu tolak, Apa ibu marah? tidak kan. Beliau selalu bilang ia menyerahkan semuanya pada mu.

__ADS_1


" Maaf ka bukan maksud ku. Aku tau kaka sayang sama aku. Tapi apa aku salah jika aku merasa takut terabaikan oleh kedua orang tua ku? Jika mereka sudah menjalani kehidupan barunya apa ada jaminan jika ibu tak akan berubah seperti ayah? " Entah mengapa air mata itu keluar begitu saja. Hanya dengan membayangkan ibu nya mengabaikan nya ia sudah begitu sedih.


Davy segera mengusap air mata Marissa ia tak ingin kekasihnya terus bersedih dengan hal yang belum tentu terjadi.


Memang tidak salah jika seorang anak korban broken home merasakan ketakutan seperti Marissa.


" Kamu pernah dengar kan de pepatah kasih ibu sepanjang masa. Aku yakin ibu juga seperti itu. Percayalah. Beri ibu kesempatan untuk bahagia tanpa terbebani. Mana Marissa ku yang kuat mana Marissa ku yang tangguh dulu? Kaka akan selalu bersama mu disampingmu kita lewati semuanya bersama. Kaka janji tidak akan pernah meninggalkan mu de. " Davy meremas jemari Marissa ia ingin menyalurkan semua energi positif pada Marissa.

__ADS_1


" Terima kasih ka selalu ada untuk ku. Selalu mendukung setiap langkah ku. " Marissa semakin mengeratkan genggaman tangan nya.


" Udah makan nih. Jangan terlalu sedih memikirkan hal seperti itu. Nanti kamu sakit. Jalani saja kamu kan tau Allah tidak akan menguji umatnya jika itu di luar batas kemampuan nya. Berserahdirilah pada yang maha membolak balikan hati. Semua cobaan dan musibah pasti ada hikmahnya de. Buktinya kamu, kamu bisa punya pacar kaya kaka. " goda Davy. Ia berusaha mengalihkan pembicaraan.


__ADS_2