Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
gagal membuat gol


__ADS_3

Setelah mendapatkan ijin dari Bu Rina dan Pa Hendra, Davy dan Marissa akan pindah ke kontrakan mereka. Mereka tak lupa memberi tau Pa Setiyawan juga kedua orang tua Davy.


Bu Rina telah berulang kali meminta Marissa dan Davy untuk tinggal di rumah kake. Namun mereka menolak dengan alasan mereka ingin benar benar hidup mandiri.


Kini kehidupan rumah tangga mereka akan dimulai. Di sebuah kontrakan sederhana dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi ada juga ruang tamu dan dapur.


Walaupun sederhana tapi suasana nya sangat nyaman dan bersih. Banyak rumah di sekitar rumah kontrakan Davy Dan Marissa. Bahkan sang pemilik kontrakan begitu ramah walaupun usia nya sudah cukup berumur. Ia menyambut kedatangan Marissa dan Davy dengan hangat layaknya seorang nene yang menyambut kedatangan cucu nya.


Nene Yanti mereka memanggilnya. Nene Yanti memang tinggal seorang diri setelah suaminya menghadap sang kuasa empat tahun lalu. Ia selalu menolak jika anak anak nya mengajak nya tinggal bersama mereka. Terlalu banyak kenangan indah bersama suami nya di rumah yang ia tinggali saat ini. Ia merasa suaminya selalu ada di dekatnya itu yang membuatnya enggan pergi. Ia tak ingin di hari hari terahirnya jauh dari kenangan sang suami. Definisi cinta sampai mati.


Kedua belah keluarga yang turut mengantar anak anak nya menjadi tenang. Setidaknya kondisi lingkungan itu sungguh sangat baik untuk mereka tinggali. Setelah memastikan semua aman kedua keluarga kembali ke kediaman masing masing. Tentu saja setelah memberikan berbagai wejangan untuk Davy dan Marissa.


Marissa dan Davy beruntung semua peralatan sudah tersedia sehingga mereka tidak perlu repot membeli. Tinggal menambah beberapa barang saja yang tidak ada.

__ADS_1


" De.. ga nyangka ya kita udah nikah. Padahal dulu aku ga yakin bisa deket sama kamu. " Davy memeluk Marissa yang sedang membereskan baju baju mereka dari belakang.


" Iya ka aku juga ga nyangka. " Marissa menghentikan aktifitasnya sejenak. " Aku sungguh beruntung bisa mendapatkan suami seperti kaka. Aku sangat bahagia. "


" De maaf ya belum bisa ajak kamu honeymoon. Malahan besok kaka sudah harus kerja lagi. "


" Ka sudah aku bilang jangan terus terusan minta maaf, aku ga suka. Honeymoon kan ga harus pergi ka, di rumah juga bisa." di kecupnya punggung tangan Davy.


" De... mau..." suara Davy begitu manja.


" Sama kamu. " Davy langsung membopong tubuh Marissa. " Boleh ya de.. " Davy mulai memelas. Tanpa menunggu jawaban ia menggunakan insting nya untuk sesuatu yang menyenangkan.


Davy memulai dengan ciuman walaupun ciuman mereka masih kaku tapi tak menurunkan ha*rat Davy. Tentu ia lelaki normal hanya saja selama ini ia selalu menahan diri.

__ADS_1


Davy sudah bersiap melakukan sesuatu yang selama ini ia bayangkan.


" Apa sakit de? " Marissa mengangguk. " Ko susah ya de. " Davy sudah sangat lelah tapi belum juga berhasil menjebol gawang. Keringat sudah membanjiri tubuhnya. Hingga akhirnya dia menyerah Karena kasihan melihat Marissa yang sedikit meringis.


" Sakit banget ya de?" Ia memeluk dan menciumi kening Marissa. " Maaf... "


" Ga ko ka, mungkin karena ini yang pertama aja. " lirih Marissa tak enak hati.


" Nanti di coba lagi boleh? " Davy begitu berharap Marissa setuju.


" Iya. Boleh. " Marissa tersenyum. " Ka.. Semoga kita bisa seperti nene Yanti ya. Mencintai pasangan kita hingga ajal menjemput. "


" Aamiin de, semoga kita bisa melewati semua ujian dalam rumah tangga kita. Semoga kebahagian selalu bersama kita. " Davy mempererat pelukan nya seolah tak ingin berjauhan barang sedetik pun.

__ADS_1


" I love you. " ujar mereka serempak kemudian tertawa bersama. Definisi satu hati.


__ADS_2