Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
aku bukan jodohnya


__ADS_3

" Ca... ciuman tangan suami kamu sayang." ucap bu Rina setelah Marissa duduk di sebelah Davy. Lalu Marissa melakukan yang di perintahkan sang ibu.


" Boleh cium juga ko Dav, kalian udah sah sekarang." celetuk pa penghulu. Kebetulan Davy sudah mengenal pa penghulu yang menikahkan nya tadi. Dengan tangan yang sedikit bergetar Davy mencoba menangkup wajah Marissa dan mencium keningnya. Suara sorakan membuat mereka semakin tersipu salah tingkah.


Setelah melangsungkan ijab qobul mereka mengadakan syukuran dan doa bersama.Jika tadi saat ijab qobul hanya di hadiri keluarga dekat dan Rt Rw setempat saja kini beberapa warga sudah mulai berdatangan untuk turut mendoakan Marissa.


🍃🍃🍃🍃


Kini Marissa dan Davy tengah duduk berdua di kamar Marissa saat acara doa bersama usai. Suasana tiba tiba menjadi canggung. Mereka hanya terdiam dengan pikirin masing masing. Davy melirik Marissa yang duduk di sampingnya sambil ******* ***** tangan nya. Tampak Marissa pun tengah gugup.


" De.... "


" Hmmm.... " Marissa masih sibuk sendiri meremas tangan nya yang sudah basah karena keringat.


" Kamu ga gerah? Mandi gih. Oh iya De, maaf ya kaka ga bisa kasih kamu resepsi mewah kaya orang orang. " Davy meraih sebelah tangan Marissa dan menggengam nya.


" Ga papa ka. Lagian kita kan udah bahas masalah ini dulu. Aku tetap bahagia ko. Semewah apa pun pestanya jika tidak membuat kita bahagia buat apa. Apalagi kalo harus berhutang kesana kemari. Lebih baik sederhana tapi berkesan. "

__ADS_1


" Maaf kan kaka ya de. Kaka berjaji akan berusaha sekuat tenaga kaka untuk membahagiakan kamu. Terimakasih sudah berbesar hati menerima semua kekurangan kaka. Kaka beruntung memiliki kamu. " Davy membawa Marissa kedalam pelukan nya.


" Justru aku yang beruntung ka memiliki suami seperti kaka. " Mereka mempererat pelukan nya mencoba menikmati perasaan Dan suasana yang berbeda.


tok


tok


Suara pintu terdengar di ketuk. Memang sebagian keluarga belum kembali pulang mereka masih mengobrol di luar. Marissa segera membuka pintu setelah mengurai pelukannya.


" Keluar napa mojok aja. Yu ngobrol dulu sebelum kami pulang. Kita bawa hadiah buat kalian. " ucap Yogi yang nampak kesal karena sang pengantin mengabaikan mereka.


" Huh... ganggu aja deh kalian bukan nya pulang malah bikin rusuh. " kesal Davy yang berhasil memotong ucapan Marissa.


" Wah bener bener nih anak habis manis sepah di buang. Awas aja lo gue bawa lagi hadiah nya baru tau rasa. Dasar sepupuan ga ada ahlak." Cerocos Yogi.


" Ya udah lo duluan, kita ganti baju dulu. " lerai Marissa. Yogi pun beranjak pergi meninggalkan pengantin baru itu.

__ADS_1


Hanya butuh sekitar lima belas menit mereka sudah datang menghampiri Yogi dan teman teman nya yang berada di teras rumah sedang kan para orang tua berbincang di ruang keluarga. Mereka sedang asik bernyanyi sambil main gitar. Entah dari mana mereka mendapatkan gitar itu. Jaka tengah menyanyikan lagu aku bukan jodohnya dan berhenti begitu saja di tengah lagu saat melihat Davy dan Marissa semakin mendekat.


"Ka aku ketempat ayah dulu ya, boleh? " Marissa meminta ijin Davy untuk menemui ayahnya yang tengah berbincang bersama pa Hendra.


" Kamu ga nemuin mereka dulu. "


" Ngga kaka aja. Aku mau bicarakan dulu sebentar sama ayah. " Davy pun mengangguk nengijinkan sang istri.


Marissa merasa perlu berbicara dengan sang ayah yang nampak begitu murung. Bagaimana tidak di hari bahagia putrinya bu Ida sama sekali tidak hadir. Is begitu enggan untuk menghadiri pernikahan Marissa. Begitu egois bukan.


" Yah... "


" Sini nak. " Pa Setiyawan menepuk sebelah kursi nya. Agar sang putri duduk di samping nya. Pa Hendra segera berpamitan saat Marissa datang ia sengaja memberi ruang untuk ayah dan anak itu bicara.


" Maaf ya sayang bu Ida tidak bisa hadir, Ia sedang tidak enak badan. Tapi ia tetap mendoakan yang terbaik untuk kamu. " bohong pa Setiyawan padahal ia tak enak hati jika harus memberitahu Marissa jika bu Ida menolak ajakan nya.


" Tidak apa apa yah, lagi pula aku tak pernah mengharap kehadiran nya. Cukup ayah saja yang datang sudah membuatku bahagia. " ukur Marissa.

__ADS_1


" Maafkan ayah nak. " Pa Setiyawan merasa sangat bersalah dan tentu saja ia menyesal telah menikah bu Ida.


__ADS_2