Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
obat penawar


__ADS_3

Suasana baru di rumah baru membuat Marissa tak kunjung menutup matanya. Ia sama sekali tak bisa tidur padahal hari sudah larut jam menunjuk pada angka 01.00 dini hari.


Matanya terus memindai langit langit berharap matanya akan segera terpejam. Namun apalah daya bola matanya seolah tak bisa ia pejamkan. Ia bangkit mengabil sebuah foto. Foto keluarga nya dulu di atas nakas dekat tempat tidur nya.


" Kenapa keluargaku harus seperti ini. " Ada rasa tak rela dalam hati. Marissa terus memandangi foto keluarga nya dulu dimana Pa Setiyawan terlihat sangat menyayangi mereka.


" Kenapa harus keluargaku yang hancur? Aku tak pernah tau ternyata sesakit ini rasanya melihat kehancuran keluarga sendiri. Ternyata benar kata orang orang punya ibu tiri itu nggak enak. Apa rasanya akan sama dengan ayah tiri." air mata Marissa keluar begitu saja. Entahlah. Bukan karena ia tak ingin menerima takdir namun air mata itu keluar begitu saja.


tok


tok


tok


Suara pintu di ketuk membuat Marissa kaget setengah mati. Ia berpikir tidak akan ada orang yang bangun di jam seperti ini sehingga membuat nya sedikit takut.


" Siapa? " buru buru Marissa menghapus air matanya lalu membuka pintu.

__ADS_1


" Eh... ibu ada apa bu? " suara Marissa begitu kentara habis menangis.


" Kamu nangis Ca,kenapa? tadi ibu ga sengaja dengar kamu kaya lagi ngobrol makanya ibu ketuk pintu nya. "


" Ah ngga bu cuma susah tidur aja. Ibu taukan aku selalu susah tidur jika di tempat baru. "


" Maafin ibu ya sayang. " Bu Rina mengelus lengan Marissa " Ayo ibu temenin kamu tidur. "


" Ah ga usah bu. Nanti om eh.... papa Hendra nyariin ibu. " cengir Marissa ia masih sangat kaku jika harus memanggil orang lain papa.


" Maaf bu Ica belum terbiasa. "


"Tidak bu... Insyaalloh Marissa iklas bu. Apapun keputusan ibu Marissa akan dukung karena Marissa yakin itu yang terbaik untuk kita. Sudah gih ibu tidur lagi nanti papa nyariin." Marissa sedikit mendorong sang ibu. Ia tak ingin gara gara dia ibunya mendapat masalah di hari pertama nya menjadi seorang istri.


Setelah kepergian sang ibu Marissa kembali berbaring. Benda pipih di sampingnya tiba tiba bergetar. Langsung Marissa lihat ternyata Davy. Ia langsung mengangkat panggilan telpon itu.


( Kaka aku kangen....)

__ADS_1


(Kamu belum tidur de? perasaan cepet banget angkat telpon nya.)


(Kaka ga kangen ya ga jawab. Kalo aku udah tidur mana bisa angkat telpon kaka.)


(Tuh kan ngambek lagi.. Ya kangen dong masa engga. Ko belum tidur udah mau pagi loh)


(Kaka tau sendiri kan aku ga bisa tidur kalo di tempat baru.)


(Ya udah kaka temenin kamu sampai tidur telpon nya ga usah di matiin kamu tiduran aja biar kaka jagain kamu dari jauh. )


(Asssiiappp.....)


Mereka berbicara ngalor ngidul hingga tak terdengar lagi suara Marissa. Rasa lelah hati dan pikiran nya membuatnya tertidur begitu saja. Suara Davy sudah seperti obat penawar rasa sakitnya.


Hanya dengan mengobrol bersama Davy sebentar saja ia sudah merasa lega. Rasa kantuk tiba tiba muncul.


(De kamu tidur... Hallo... De? ) tak ada jawaban hanya dengkuran halus yang Davy dengar.

__ADS_1


(Dasar nih anak katanya ga bisa tidur lah ini apa? baru ngobrol beberapa menit aja udah tidur) davy sengaja tak mematikan panggilan telpon nya. Ia membiarkan nya saja hingga ia pun ikut terlelap.


__ADS_2