
# It's sad when you realize you aren't as important to someone as you thought you were.
It really hurts when you expected so much more from the person you once loved so much. #
Marissa sengaja menulis story itu di handphone nya. Dia merasa sangat kecewa pada Davy.
Sesampainya di rumah Marissa ta menemukan siapa pun. Rumah nampak begitu sepi, hingga membuat Marissa memutuskan untuk ke kamar. Mungkin karena kelelahan tanpa terasa Marissa tertidur dengan pulas nya tanpa berganti baju.
Suara ketukan pintu mengusik tidurnya. Mau tidak mau dia membuka mata nya dan membuka pintu. Nampak Ibu Rina tengah berdiri di depan pintu.
" Ibu dari mana aja? " masih dengan mata yang tertutup.
" Ya ampun Ca kamu tidur ko belum ganti baju? Ibu dari pengadilan tadi sama Kake. Oh ia ada Davy tuh di depan."
__ADS_1
" Bu bilangin aja aku nya tidur ga bisa di bangunin. " Marissa langsung masuk dan menutup lagi pintu kamarnya.
" Ya ampun anak itu. Ga biasa Nya Marissa menolak bertemu Davy." Bu Rina heran sendiri dengan tingkah anak nya saat ini. Karena biasanya Marissa selalu heboh saat Davy berkunjung ke rumah mereka.
Walaupun tak enak hati Bu Rina segera menyampaikan pada Davy dia meminta Davy untuk datang lagi nanti. Dengan terpaksa Davy ahirnya pulang tanpa bertemu Marissa.
Di perjalanan Davy terus berfikir. Jika Marissa sudah seperti itu tandanya ia sedang ngambek. Ada masalah yang belum Davy sadari.
" Astaga jangan - jangan dia cemburu sama Kristin. Lagian si Kristin pake bikin status segala di hp gue. Ah sial... "
" Kayanya gue harus jalanin misi mengejar maaf Marissa. Ah sialan si Kristin kayanya dia sengaja ngerjain gue."
Davy segera ke toko untuk bekerja. Karena tadi Pa Eko ayahnya memberi tahu nya ada yang memesan pasir. Awalnya Davy menolak karena ia ingin menemui Marissa namun dia malah di tolak mentah mentah.
__ADS_1
Davy bekerja dengan cepat ua ingin segera menyelesaikan pekerjaan nya agar dapat upah dan bisa membelikan sesuatu untuk Marissa.
" Woy giat amat lo Dav tumben biasanya lo cuma tau minta duit doang" ledek Kristin
" Diem lo ini semua gara-gara lo. Cewe gue ngambek tau. Dia sampai-sampai ga mau ketemu sama gue. Gue telpon ga di angkat gue wa ga di bales. Siala lo ah.. " ketus Davy sambil terus bekerja.
" Adeuh dasar bucin. Ngapain lo malah curhat sama gue dasar aneh ih. Gila aja masa baru gitu doang cewe lo udah marah aja. Ga percayaan amat deh. "
" Diem lo.. " bentak Davy. " Terserah lo mau ngomong apa tentang cewe gue asal lo tau ya dia itu cewe paling baik yang pernah gue temuin. Dia itu orangnya polos. Kasian dia itu lagi banyak masalah malah lo tambah-tambahin. Sodara apaan lo yang tega ngancurin hubungan sodaranya! "
" Iya deh iya maaf... ya udah ntar gue bantu jelasin sama dia. Emang segitu sayang nya ya lo sama dia? "
" Gue sayang banget sama dia. Sikapnya yang sederhana membuat gue sadar jika hidup itu tak selamanya tentang kemewahan. Dari dia gue bisa belajar cara bersyukur. Lo tau kan gue dulu kaya apa, gara - gara dia gue bisa berubah jadi lebih baik. Sekarang gue bisa menghargai duit, karena yang gue rasa nyari duit itu ga gampang.
__ADS_1
Kalo pun lo tanya sebesar apa cinta gue sama dia gue ga bisa gambarin. Gue ngerasa dia itu harta yang paling berharga buat gue. Gue ga peduli kalo orang manggil gue bucin. Karena yang gue tau dia itu segalanya buat gue. "
" Sorry ya Dav gue kira lo cuma main-main sama dia sama kaya yang biasa lo lakuin dulu. Gue nyesel banget, kalo tau lo segitu cinta nya sama dia gue ga bakalan lakuin itu. " Kristin benar - benar menyesal telah membuat Marissa cemburu. Jika biasa nya Davy selalu berterima kasih saat ia melakukan itu, kini ia malah merisak cinta saudaranya itu.