Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
persiapan ujian


__ADS_3

Dua hari sebelum ujian di laksanakan semua biaya administrasi sudah harus beres. Itu menjadi salah satu syarat untuk mengikuti ujian. Memang terdengar kejam namun itulah yang terjadi.


Jika teman teman yan lain sudah mendapatkan kartu untuk ujian maka lain hal nya dengan Marissa dan beberapa teman nya yang lain. Marissa terus menghubungi sang ayah agar bisa menyelesaikan biaya sekolah nya.


(Hallo yah.. uang buat bayar ke sekolah gimana? ayah udah ada belum? )


(Maaf nak, ayah belum bisa bantu, uang ayah di ambil bi Ida. ) suara ayah terdengar sangat menyesal. Mungkin ia sedih akan keadaan ini. Keadaan ini perlahan membuatnya menyesal telah berhianat dan menikahi bu Ida. Ternyata pilihan nya salah besar.


( Oh ya sudah tidak apa apa. ) dengan rasa kecewa Marissa menutup telpon nya terlebih dahulu. Ia berpikir keras. Meminta pada sang ibu itu tidak lah mungkin. Walaupun Bu Rina menikah dengan orang kaya namun biaya sekolah Marissa seolah tak menjadi pikiran Pa Hendra. Ia hanya memberikan seperlunya saja.


" Astaga... " jerit Marissa frustasi.

__ADS_1


" Gimana Ca? lo udah ada uang nya? " Yogi bertanya karena melihat Marissa begitu frustasi. Sedang Marissa yang di tanya hanya menggeleng. Ia tak tau lagi harus berbuat apa.


Yogi yang mengetahui itu tak tinggal diam ia pergi meninggalkan Marissa sebentar untuk menelpon Davy. Hanya Davy saat ini satu satunya harapan Marissa.


Yogi memang sedikit banyak mengetahui keadaan Marissa. Kadang ia mendengar dari Davy atau bahkan dari Marissa sendiri. Ia merasa iba pada Marissa.


Setelah mengatakan semuanya pada Davy ia kembali menemui Marissa. Ia ingin memberi semangat pada Marissa sambil menunggu Davy yang telah berjanji akan ke sekolah untuk membayar biaya sekolah Marissa.


Jika Yogi sudah merasa sedikit lega lain hal nya dengan Davy. Uang yang ia punya tidak cukup. Ia berpikir keras mencari solusi untuk kekurangan nya itu. Meminta pada sang ayah sangat tidak mungkin, sedang banyak proyek yang di hendel pa Eko dan itu membutuhkan biaya besar.


" Ah jual ini aja. Kalo ini pasti laku mahal. Lagian udah jarang aku pake. " Sebenarnya ia merasa sayang pada gitar itu tapi rasa sayang nya pada Marissa jauh lebih besar. " Udah ga papa aku jual aja. Sisanya bisa buat daftar kuliah Marissa. Ya ini saja. " Ia segera bergegas pergi ke toko sahabat nya untuk menjual gitar itu.

__ADS_1


Setelah bernego dan mendapatkan harga yang sesuai untuk kedua belah pihak Davy bergegas ke sekolah Marissa.


Sudah tampak Marissa yang tengah duduk bersama Yogi dan teman teman yang lain. Bahkan beberapa wali murid pun hilir mudik di sana. Sudah pasti mereka sedang melakukan pembayaran untuk putra putri mereka.


" De... " suara Davy membuyarkan lamunan Marissa.


" Ka Davy? ko kaka di sini? "


" Ayo ke ruang TU. Kita bayar uang sekolah kamu dulu. Baru nanti ngobrol nya. " Davy menarik tangan Marissa menuju ruang TU.


" Beruntung banget ya Marissa punya ka Davy. Kadang gue suka iri, ko ada sih jaman sekarang cowo kaya ka Davy yang mau berkorban samoe segitunya. " cerocos Eca.

__ADS_1


" Ya tergantung cewenya juga sih.Kalo kaya lo sih mikir mikir dulu. Emang Marissa pantes dapetin itu. " ungkap Yogi.


" Sialan lo Yog, emang gue kenapa? setiap omongan lo bikin telinga sama hati gue sakit tau.! " ketus Eca.


__ADS_2