
Baru sehari Marissa di tinggal Davy rasanya seperti satu tahun. Entah kenapa rasa kehilangan begitu terasa pada diri Marissa.
" Aku tak pernah menyangka akan berpisah dengan kaka secepat ini. Setiap hari yang aku lalui selalu bersama Kaka. Kaka udah jadi pacar sahabat bahkan ayah ku. Setiap kali aku butuh sosok ayah selalu kaka yang ada. Ya tuhan kenapa aku ngerasa ga sanggup buat berpisah gini sama ka Davy. Baru kali ini aku ngerasa benar-benar kehilangan seseorang. "
" Kenapa semenjak aku berjauhan dengan ka Davy aku selalu gelisah begini. Semoga kaka baik-baik disana. Aku benar-benar rindu kaka. Aku rindu senyum kaka. Aku rindu oerhatian kaka. huuuuufff.. "
" Ternyata benar kata si Dillan. 'Jangan rindu nanti kamu ga kuat'. Apa aku bakalan kuat ya jalanin hubungan LDR an kaya gini? "
Marissa asik dengan lamunan nya sendiri hingga ia tak mendengar bunyi HP nya sendiri. Setelah tiga kali getar baru dia tersadar.
" Ah Ka Davy... " Tergambar jelas wajah bahagia Marissa saat membaca nama di hp nya bertuliskan " CygQ "
' Hallo... gadis kecil kaka. Lagi apa? '
' Hallo Kaka.. aku lagi mikirin kaka. '
"Masa sih? Pasti kangen ya sama kaka? uluh-uluh..sayang baru juga sehari udah kangen aja.'
__ADS_1
' Ah kaka mah gitu.. Kaka gak kangen emangnya sama aku? Ih jahat banget '
'Hahaha... Kalau kaka ga kangen ngapain Kaka telpon kamu. Kalo kaka ga ingat masa depan kamu De kaka udah pulang dari tadi. Kaka udah pengen ketemu aja sama kamu. Oh iya De besok kaka udah mulai kerja doain kaka ya aupaya lancar. Maaf kalo besok kaka telpon nya aga malam soal nya pulang kerja nya setelah isa. '
' Iya Ka aku doain semoga kaka sehat selalu dan di beri kelancaran dalam segala urusan.' Aku akan selalu berdoa buat Kaka. Iya masalah telpon senyantainya kaka aja ya asal jangan sampai ngeganggu kerjaan kaka. Oh iya Ka maaf ya aku udah ngerepotin kaka. Gara-gara aku kaka harus kerja keras. '
' Stttt... jangan bicara seperti itu kamu ngga ngerepotin Kaka. Justru ini semua kemauan Kaka. Apapun itu asal bisa buat kamu bahagia selagi kaka mampu kaka akan usahakan Dek. Kamu itu wanita kesayangan ku. '
' Kaka aku jadi terharu... Makasih ya ka karena kaka aku merasa menjadi wanita paling beruntung. Ya udah sekarang kaka istirahat udah malem besok kan kerja takut kesiangan.'
' Ya udah kamu juga istirahat ya.. Dadah gadis kecil kaka yang cantik. Love you '
Entah mengapa setelah menerima telpon dari Davy Marissa menjadi lebih tenang. Saat kita mengetahui orang yang kita sayang baik-baik saja itu merupakan kebahagiaan tersendiri. Mungkin itu lah yang di namakan cinta semenit saja kita tak mendengar kabarnya perasaan kita akan menjadi gelisah.
" Ka aku ga akan pernah sia-sia in usaha dan pengorbanan kaka. Terima kasih tuhan engkau telah menghadirkan lelaki yang begitu menyayangiku. Lelaki yang rela mengorbankan masa remaja nya hanya untuk wanita seperti ku. Sungguh mulia hati mu Ka Davy... "
Marissa tiba-tiba mengernyitkan dahinya saat melihat sebuah notifikasi di hp jadul nya.
__ADS_1
" Ah ka Davy kirimin aku pulsa lagi. Ya ampun kerja juga belum. "
Keesokan harinya Marisaa begitu terkejut saat mendengar suara motor Davy berhenti di depan rumah nya. Tanpa pikir panjang dia berlari menuju teras rumah nya.
" Ca jangan lari-lari nanti jatuh. " teriak Bu Rina
" Ka Dav-" suara marisa terhenti kala mendapati orang yang tengah menunggunya bukan lah Davy melainkan Yogi sodara sepupu Davy. Senyum yang tadi merekah seketika musnah saat ia tau itu bukan orang yang dia harapkan.
" Oh ternyata lo. Mau ngapain kesini"
" Apa? lo pikir gue Ka Davy? " Yogi cengengesan melihat tingkah Marissa yang langsung berubah seratus delapan puluh derajat. " Gue di suruh Ka Davy buat antar jemput lo. Sial banget kan gue harus jadi ojek lo"
" Idih gue kali yang sial musti di antar jemput lo" ketus Marissa
" Husst.. ga boleh gitu. Udah jauh-jauh Yogi jemput kamu malah di ketusin gitu. " Bu Rina mulai on mode menasehati nya.
" Tuh dengerin Ca. "
__ADS_1
Sebelum ibu nya semaki panjang berkutbah di pagi hari Marissa memutuskan segera pergi.
" Udah ya bu, Aku berangkat dulu dadah ibu. " Marisaa mencium tangan Ibu nya lalu ngacir pergi.