Pacarku Jadi Ayahku

Pacarku Jadi Ayahku
big no


__ADS_3

Ta ada air matanya yang keluar dari mana indah Gadis itu. Entah datang dari mana keberanian nya saat ini.


" Maaf jika aku lancang yah. Asal ayah tau aku benar benar kecewa sama ayah. Ayah sudah berubah. Ayah bukan ayah yang Marissa kenal."


Sekuat tenaga dia berlari tak tau tujuan ia hanya ingin menjauh dari tempat yang benar benar membuatnya bersedih. Rasa kecewa yang besar pada sang ayah membuat nya ingin berlari sejauh mungkin sekuat yang ia bisa.


Hingga ia benar benar lelah dan terduduk di sebuah tempat yang sepi. Kaki nya gemetar. Suara isakan mulai terdengar. Jika tadi ia bisa menahan tangisan nya lain hal nya saat ini.


Dadanya terasa sesak. Bagaimana tidak sosok yang seharusnya menjadi cinta pertama nya malah membuat nya begitu kecewa. Sosok yang selama ini selalu memanjakan nya, sosok pelindung nya tempat ternyaman untuk nya kini orang itu yang menghapus mimpi Miminya.


Berbeda dengan Marissa Bu Ida sangat berbahagia Karena Pa Setiyawan lebih memilih nya dan mengusir Marissa.


Lain hal nya dengan Davy. Pemuda itu kini tengah kebingungan satengah mati mencari keberadaan Marissa. Sosok Gadis yang ia cintai itu tak kunjung menampakan diri. Sekolah sudah tampak sepi namun sang kekekasih masih belum terlihat.


Puluhan kali ia menelpon Marissa namun ta ada jawaban, beberapa pesan pun sudah ia kirimkan.


" Pak.... pak... bapa lihat Marissa tidak? " Tanya Davy saat melihat satpam sekolah mendekat.


" Neng Marisa kelas XlI ipa? " yang di jawab anggukan oleh Davy.


" Oh... sudah pulang dari tadi."

__ADS_1


" Makasih pak. " Davy mengacak rambut nya prustasi.


" Kamu dimana dek. "


***


Marisaa merasakan benda pipih di sakunya terus bergetar tanpa melihat nama penelpon ia langsung mengangkat telpon itu.


"*Hallo... De kamu dimana"


"Hm .... aku di rumah Ayah. "


Tanpa menunggu jawaban Marissa Davy langsung menutup telpon Dan berlari menghampiri motornya. Dengan kecepatan diatas rata rata ia membelah jalan yang lumayan ramai. Klakson tak henti ia pencet agar pengguna yang lain memberi nya jalan.


Davy sama sekali tak memperdulikan omongan orang tentang dirinya. Yang ia pikirkan sekarang hanya Marissa Marissa Dan Marissa.


Belum sampai ke rumah Ayah Marissa ia melihat sosok gadis kesayangan nya tengah duduk bersimpuh di atas tanah bersandar pada sebuah pohon besar dengan tangan menutup wajahnya. Bisa dipastikan ia tengah menangis.


" Dek... " lirih Davy langsung berlari setelah memarkirkan motornya.


Davy langsung memeluk tubuh mungil Marissa yang terlihat begitu kacau. Marissa hanya mendongak melihat siapa yang memeluknya.

__ADS_1


" Kamu kenapa dek? cerita sama kaka. "


" Ayah ka... Ayah udah ga sayang sama Marissa. " bibirnya sedikit bergetar saat berbicara melambangkan kekecewaan yang sangat besar.


" Nggak De ayah sayang sama kamu. " Davy terus mengusap punggung Marissa yang kembali bergetar. " Kamu kenapa ko tiba tiba ngomong gitu? "


" Ayah ngusir aku ka... " Tanpa terasa tangan Davy mengepal ia merasa geram sendiri dengan Ayah Marissa namun ia berusaha tetap tenang demi Marissa.


" Ngusir kamu gimana dek? bisa kamu cerita sama kaka? "


Walau sambil berderai air mata Marissa tetap menceritakan semua nya pada Davy. Tak ada yang di tambah ataupun di kurang. Menurut nya mungkin berbagi kesedihan dengan Davy adalah jalan terbaik agar hatinya tak terlalu sakit.


" Jadi kamu di usir hanya karena Minta uang untuk membayar biaya sekolah? " Marissa hanya mengangguk dalam pelukan Davy. Entah mengapa pelukan Davy sedikit banyak mengobati sakit Hatinya. Pelukan yang begitu nyaman pikirnya.


" Udah ga usah nangis nanti cantik nya ilang." Davy mencubit hidung Marissa yang memerah setelah melerai pelukan nya. " Ga malu apa tuh di liatin orang nanti mereka mikirnya kaka udah jahatin kamu. " Marissa hanya mengangguk sambil mengusap air matanya.


" Masalah uang untuk bayar ke sekolah kamu ga usah bingung lagi ya biar kaka yang Cari solusi nya. OK! "


" Ga usah ka aku ga mau ngerepotin kaka. Kayanya benar kata bi Ida mending aku berhenti sekolah aja deh. "


" No... no.. no... big no. .."

__ADS_1


__ADS_2