
hari ini adalah hari ketiga sesuai janji pa setiyawan yang akan menjemput marissa. namun sejak pagi hingga sore menjelang ta ada kabar dari pa setiyawan.
" bu ayah ko belum jemput kita sih? marissa telpon juga ga di angkat. " ucap Marisa dia sudah ta sabar ingin berkumpul dengan keluarga nya seperti dulu.
" sabar ca mungkin ayah sedang sibuk kerja sebentar lagi juga datang " bu rina mencoba menenangkan marissa yang dari tadi mondar mandir
" ayah tidak akan pernah datang " tiba - tiba silvy yang baru datang mengagetkan bu rina dan marissa
" maksud kaka apa? ayah sudah janji pada marissa akan menjemput marissa sekarang." air mata marissa mulai menggenang namun di tahan nya sekuat tenaga agar air mata itu ta terjatuh.
" silvy bicara yang jelas " suara lantang kake yang baru saja keluar dari kamar begitu memengkakan telinga.
" iya ke ayah tidak akan pernah datang karena hari ini ayah menikah dengan tante ida " sura silvy gemetar mengatakan kenyataan yang baru ia ketahui dari ibu mertuanya.
seketika langit terasa runtuh bagi bu rina. bahkan saking sedih nya dia sudah ta bisa lagi menangis. bu rina hanya diam seribu bahasa.
marissa dan silvy segera memeluk ibu nya untuk menyalurkan kekuatan. mereka sangat mengerti perasaan ibu nya sekarang. wanita mana yang rela di madu apalagi tanpa seijin nya.
kake yang mendengar berita itu sangat marah. karena kake merasa di bohongi oleh pa setiyawan. kemarin kake dengan lapang dada menerima keputusan putrinya untuk tetap mempertahankan rumah tangga nya.
namun justru kenyataan yang menyakitkan dan penghinaan lah yang keluarganya dapatkan. tangisan kedua cucu kesayangan nya membuat hati nya begitu nyeri.
kebahagiaan yang selalu di dambakan untuk putrinya lenyap seketika karena ke egoisan pa setiyawan. karena ta kuat lagi menahan amarah dan air matanya kake lebih memilih masuk ke dalam kamar nya.
" bu.... jika saja kau masih ada putri kita ta akan sesakit sekarang. kau pasti bisa membuat putri kita tetap kuat dan tegar. ta seperti ayah yang pengecut ini....
ayah ta kuat bu jika harus menatap putri kita tanpa menangis. lalu apa yang harus ayah laku kan sekarang bu? " kake menangis sambil mengusap foto nene yang telah lama meninggal dunia.
ta jauh berbeda dengan kake kedua cucu nya masih tetap menangis di samping ibu nya. bu rina bahkan ta mengeluarkan sepatah katapun sejak tadi dia hanya duduk mematung tatapan matanya kosong seolah ta ada lagi harapan hidup baginya.
__ADS_1
kesedihan mendalam begitu mereka rasakan. ternyata yang pa setiyawan berikan ta lebih hanyalah sebuah harapan palsu.
" lalu untuk apa ayah menemui kita kemarin jika ia sendiri telah memutuskan untuk menikahi tante ida " lirih marissa
hening ta ada jawaban ketiga wanita yang tengah terluka itu seolah ta lagi bisa mengeluarkan kata - katanya.
dalam keadaan kalut marissa menelpon davy tanpa sepengetahuan ibu dan kaka nya. ia ingin davy mengantarnya ke suatu tempat.
ta butuh waktu lama davy telah sampai. marissa sengaja ta meminta ijin ibu atau kaka nya untuk pergi karena takut dilarang.
" de kita mau kemana? kenapa kamu kaya nya habis nangis? ada apa de? " davy merasa sangat khawatir.
" sudah lah ka nanti aku jelaskan sekarang tolong antar aku ke rumah tante ida "
" ke rumah tante ida untuk apa de? "
" ah sudah lah kaka mau antar atau tidak " bentak marissa
setelah beberapa saat berkendara mereka telah sampai di rumah tante ida nampak banyak orang di sana. dengan tergesa - gesa marissa segera masuk ke rumah. orang - orang yang melihat marissa merasa terkejut.
" AYAH... " teriak marissa
" de jangan seperti ini de malu di lihat orang " davy mencoba menenangkan marissa yang telah terbakar amarah. nampak dari sorot mata nya yang begitu tajam.
" AYAH KELUAR " marissa terus berteriak sambil menggedor - gedor pintu kamar selang beberapa menit pa setiyawan dan tante ida keluar
" oh jadi ini yang ayah maksud minta waktu tiga hari untuk menyelesaikan masalah? ternyata untuk menikahi wanita murahan ini yah. " marissa menggebu - gebu ia merasa di permainkan oleh ayahnya.
semua orang yang hadir diam ta ada yang berani angkat suara. mereka mendengarkan semua perkataan marissa dengan baik.
__ADS_1
" apa lebih nya wanita ini yah di bandingkan ibu ku? kurang apa ibu yah kurang apa? selama ini ibu telah banyak berkorban untuk ayah, lalu kenapa dengan mudahnya ayah mencampakan ibu begitu saja " marissa terus berteriak di hadapan ayah nya bahkan davy dan orang - orang yang mendengar marissa pun ikut menangis.
" jawab yah kenapa diam saja? apa ayah pikir aku setuju jika ibu ku di madu, tidak yah! jika ayah lebih memilih pelakor itu maka segera ceraikan ibuku..! dia berhak bahagia. " setelah mengungkapkan semua kekesalan nya marissa segera pergi dari rumah itu dengan segala sumpah serapah nya. davy segera menyusulnya.
setelah kepergian marissa orang - orang yang ada di sana bisik bisik mengetahui fakta yang sebenarnya. karena yang mereka tau dari bu ida pa setiyawan telah bercerai dari bu rina.
" oh ternyata pelakor bu ibu "
" awas bu hati - hati ternyata dilingkungan kita ada pelakor"
" aduh kalo cuma nikahan pelakor sih ngapain kita ikut doa'in lebih baik kita pulang aja yu daripada kita ketularan dosanya"
para warga yang tadinya akan mengikuti syukuran pernikahan pa setiyawan dan bu ida memutuskan untuk pulang. apa lagi kaum ibu ibu mereka cukup ngeri mendengar kenyataan pelakor yang berkedok sebagai malaikat itu.
" de ayo naik." davy menarik tangan marissa yang tengah berjalan dengan kemarahan nya.
tanpa banyak kata marissa langsung naik. davy ta berani bicara melihat aura kemarahan marissa yang begitu besar. dia hanya ingin memastikan keselamatan marissa dengan berada di sisinya.
untuk menenangkan marissa davy mengajak marissa makan bakso. seenggaknya perut marissa tak keroncongan setelah banyak mengeluarkan energi.
" de mau ngga kalo kita mampir dulu di tempat abang bakso langganan kita? "
" iya mau marissa laper nih " dengan suara manja nya. davy melongo dia sedikit heran karena baru saja dia melihat marissa yang galak namun seketika berubah kembali menjadi gadis kecil nya yang manja.
marissa makan dengan lahapnya bahkan yang biasa nya dia makan satu porsi dengan manja nya pada davy dia minta tambah satu porsi lagi.
" ka... boleh ga aku nambah satu lagi? " cengir marissa sebenarnya marissa malu tapi apa daya dia masih lapar. " aku masih lapar ka soalnya habis ngeluarin energi banyak "
" kamu mau lagi de? ya udah pesan lagi " davy tersenyum melihat tingkah kekasihnya
__ADS_1
" kaka ada ga uang nya?" bisik marissa dia ta mau sampai davy malu karena ta punya uang
" ada sayang... udah sana pesan lagi. " davy mencubit hidung marissa gemas