Paradoxon : Fix In Posterum

Paradoxon : Fix In Posterum
Fix 15


__ADS_3

***


"A-ah itu…"


"Sudah katakan saja yang sebenarnya. siapa tahu jika kau punya masalah, kita bisa membantumu kan?" Ucap Nero lagi yang kemudian diangguki pertanda setuju oleh Vicenzo dan Taz.


"I-itu…"


"Teman-teman!" Suara itu menginterupsi gendang telinga mereka, membuat mereka berempat yang tengah terduduk dimeja itu mendongak menatap ke arah datangnya suara. Disana, hanya berjarak beberapa meter dari tempat mereka duduk; Marko melangkah menghampiri mereka dengan tangannya memegang nampan berisi makanan miliknya.


Berjalan menghampiri meja mereka, lalu duduk tepat di samping Taz disana.


"Aku membawa berita! Apakah kalian ingin dengar?" Ucapnya dengan berapi-api, ia tampak amat semangat karena membawa berita yang ingin di sampaikan nya pada teman-temannya itu.


"Berita? Berita apa?" Tanya Dean menyambar cepat, ia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Dengan begini fokus mereka beralih dan topik pembicaraan mereka yang tadi tidak akan di lanjutkan lagi.


"Kalian belum tahu berita nya?" Marko menatap mereka yang kini tampak penasaran.


"Belum. Memangnya berita apa yang kau miliki?" Tanya Nero disana.


"Sebentar," Marko mengeluarkan ponselnya, berkutat sebentar lantas menunjukkan ponselnya itu ke arah teman-temannya.


"Ini!" Tuturnya seraya menyodorkan nya ke arah mereka.


"Tidak bisakah kau perbesar agar kita semua bisa melihatnya?" Taz tampak sebal, dirinya tidak bisa melihat apa yang tertulis disana.


"Oh, benar juga. Sebentar," Marko menarik kembali ponselnya, mengaturnya pada mode hologram. Ia lantas menaruh ponselnya itu di tengah-tengah meja ketika hologram transparan itu muncul di hadapan mereka.


Sebuah artikel menunjukkan sebuah fenomena aneh, dimana beberapa evolver di katakan menghilang secara misterius begitu saja tanpa tahu kemana hilangnya, mereka hilang secara tiba-tiba bak di lenyap begitu saja tanpa ada yang tahu.

__ADS_1


"Apa ini? Beberapa ratus orang siswa dan siswi SMA menghilang?" Dean menatap Marko meminta penjelasan. Pria itu tengah di sibukkan berkutat dengan makanannya, begitu mendapatkan pertanyaan dari Dean lantas mengalihkan perhatian ke arah Dean.


"Iya. Mereka semua menghilang secara tiba-tiba," sahut Marko dengan antusias ia bercerita.


"Hilang? Maksudnya hilang? Hilang bagaimana?" Nero tampak tidak konek dengan apa yang dimaksud dengan hilang pada artikel tersebut.


"Ya hilang. Hilang tanpa jejak dan tidak ada yang tahu kemana mereka pergi, bahkan sudah berhari-hari sejak kejadian mereka hilang, belum ada kabar jika mereka kembali."


"Benarkah?" Vicenzo menanggapi.


"Iya. Dan kalian tahu? Bukan hanya anak SMA seperti kita saja yang menghilang, tapi beberapa orang mahasiswa dan pekerja kantoran juga."


"Huh? Jadi maksudmu bukan hanya sebagian kecil saja yang hilang?" Taz masih berusaha mencerna perkataannya.


"Iya. Bukan hanya bagian kecil tapi sebagian besar orang hilang."


"Tapi kenapa bisa?"


"Apa ini?"


"Aku sudah melakukan pencarian di internet, dan kalian tahu apa yang aku dapat?" Dean dan ketiga teman lainnya menggelengkan kepalanya serentak.


"Fenomena ini bukan terjadi hanya di indonesia saja, melainkan di berbagai belahan dunia juga," sambungnya menjelaskan.


"A-apa?" Taz terkejut.


"Apakah ini benar?" Dean masih tak menyangka.


"Iya. Oh dan lagi, ini!" Marko kembali menggeser layar hologram nya, menampilkan sebuah artikel dengan topik yang sama namun dalam kasus yang berbeda.

__ADS_1


"Aku dengar ada salah satu saksi mata yang melihat bagaimana cara mereka menghilang, namun perkataan saksi mata itu tidak di percaya oleh orang-orang termasuk polisi karena mereka mengira jika ucapan saksi mata itu tidak dapat di percaya, apalagi karena tidak ada bukti yang kongkrit untuk membuktikannya."


"Huh? Memangnya apa yang di katakan oleh saksi mata itu?"


"Salah satu saksi mata itu mengatakan jika ia melihat kejadian ketika salah satu korban itu hilang, korban di datangi oleh beberapa orang lelaki dengan pakaian rapi. Serba hitam lengkap dengan kacamata, dan mereka tiba-tiba saja menyerang korban. Sampai kemudian salah satu diantara nya mengembak si korban dengan sebuah peluru yang membuat korban tidak sadarkan diri."


"Tapi bukankah yang hilang adalah para evolver? Bukankah setiap evolver memiliki kekuatan pertahanan untuk melindungi diri? Tapi bagaimana caranya mereka bisa kalah?" Nero mengajukan tanya disana.


"Nah, ini juga yang membuat saksi mata itu tidak di percaya. Karena seperti apa yang kita ketahui para evolver pada umumnya memiliki ketahanan tubuh yang berbeda dengan manusia biasa dan kalaupun orang itu menembaknya, tidak akan mungkin tidak sadarkan diri begitu saja karena pada dasarnya para evolver memiliki ketahanan untuk memulihkan diri. Maka dari itu saksi mata yang mengaku melihat kejadian itu kemudian di cap sebagai orang yang menyebarkan berita bohong."


"Tapi bukankan bisa saja jika para pria itu menembaknya dengan peluru dan obat tidur khusus yang dapat membuat evolver lemah?" Vicenzo memberikan kemungkinan.


"Bisa jadi," Taz setuju.


"Tidak. Aku rasa tidak mungkin ada obat seperti itu, lagipula kalian tahu sendiri kan, jika kita para evolver tidak terlalu memerlukan obat seperti itu, dan lagipula kita tidak pernah terserang penyakit apapun dan dokter tidak pernah menangani para evolver, kebanyakan mereka hanya menangani para manusia biasa yang memang pada dasarnya memiliki sistem imun yang berbeda dengan kita," Marko tidak setuju. Lelaki itu lantas melahap makanannya kembali.


"Hm… aku rasa ada yang aneh dengan kejadian ini, benar kan?" Tutur Nero.


"Ya, aku setuju. Tampaknya ada yang tidak beres dengan kasus ini. Apalagi kau bilang jika kejadian ini terjadi di seluruh belahan dunia dan tidak ada yang dapat menemukan keberadaan orang-orang yang hilang itu bukan?" Taz melirik pada Marko.


"Iya, benar. Tidak ada yang bisa menemukan keberadaan orang-orang yang hilang itu, inilah yang membuatku merasa perasaan kenapa mereka bisa hilang dan kemana mereka hilang? Tidak mungkin kan jika mereka tiba-tiba hilang begitu saja tanpa jejak?" Sahut Marko. Ke-lima nya disana di landa rasa penasaran yang amat sangat.


"Aku setuju. Ada yang ganjil dari kasus ini, apalagi berita ini tidak terlalu banyak di perbincangkan seakan-akan tidak ada yang berusaha untuk mengulik apa yang sebetulnya tengah terjadi," kata Dean.


"Apakah mungkin ada sesuatu di balik semua ini?" Marko menduga-duga.


"Apa yang kau maksudkan dengan sesuatu itu?" Nero mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan apa yang di maksud sesuatu oleh Marko itu.


"Yang aku maksud sesuatu adalah…"

__ADS_1


***


__ADS_2