Paradoxon : Fix In Posterum

Paradoxon : Fix In Posterum
Fix 21


__ADS_3

***


BRUKKKK


Tanpa sengaja, Trish menabrak seseorang yang berjalan dari arah yang berlawanan dengan nya. Ponsel milik nya yang semula berada dalam genggaman tangan nya, sampai jatuh terhempas ke lantai dalam keadaan masih menyala. Trish terkejut bukan main. Bergegas ia mendongak menatap sosok yang baru saja menabrak nya dari arah yang tidak terduga itu.


"A-ah, maaf pak. Saya tidak sengaja," ucap lelaki itu, yang kemudian meraih ponsel milik Trish, hendak memberikan nya kembali pada sang pemilik nya. Namun fokus nya tersita ketika secara tidak sengaja, mata nya menangkap isi layar ponsel milik guru nya itu. "I-ini…" gumam nya, mata nya beralih melirik pada Trish sang pemilik ponsel, namun belum sempat diri nya bertanya mengenai apa yang di lihat oleh nya, Trish sudah lebih dulu menarik nya paksa dengan cukup kasar.


"Terima kasih!" Ucap Trish yang kemudian melangkah meninggalkan anak laki-laki itu. Trish berjalan tergesa. Melangkah dengan cepat, menjauh dari tempat lelaki itu berdiri saat ini.


"Aneh," gumam lelaki itu seraya menoleh dan menatap kepergian guru nya yang kian menjauh dari tempat nya berdiri saat ini. Ia terpaku di tempat nya, dan berbagai pertanyaan mulai menghampiri otak dan pikiran nya. "Ada apa sebenarnya?"


*

__ADS_1


BLAM!!!


Trish menutup pintu bilik toilet itu dengan amat keras. Dengan cepat diri nya mengunci pintu itu, agar tidak ada seorang pun yang dapat mengganggu diri nya. Trish terduduk di kloset duduk yang kini tertutup. Ia bergegas menatap ponsel nya dan melihat artikel yang baru saja di temukan oleh nya.


"Tunggu…" Trish berhenti sejenak. Termenung untuk sesaat sebelum membaca artikel yang di temukan oleh nya itu. "Apakah tadi dia melihat nya? Apakah dia sempat membaca nya?" Trish gelisah bukan main. Ia mulai dilanda resah yang amat sangat.


"Semoga saja dia tidak sempat membaca nya," gumam nya dengan sangat amat pelan.


"Argh! Itu bukan hal yang penting untuk sekarang! Lebih baik aku kembali fokus!" Trish menggeleng kan kepala nya kuat, berusaha untuk menepis masalah itu untuk sesaat dari pikiran nya. Trish kembali sibuk dengan ponsel nya. Tangan nya perlahan mulai bergerak menekan tautan menuju artikel yang di lihat nya. Trish menekan mode hologram nya, membuat layar transparan berdominasi warna biru menyala di udara. Tangan Trish bergerak, menggeser layar di udara itu yang kini sudah menunjuk kan artikel yang di temukan oleh nya.


Trish kembali menggulir layar itu, melihat tahun berapa artikel yang di temukan oleh nya itu di buat. Di bagian bawah judul yang semula di baca oleh nya, ia melihat pada tahun berapa penulisan artikel tersebut. Artikel itu di buat pada tahun 2142. Sekitar enam belas tahun dari saat ini. Trish terdiam untuk sesaat, ia tidak bisa menemukan tanggal pasti kapan artikel itu di muat, dan ia juga tidak dapat menemukan informasi mengenai dari redaksi mana sang penulis.


"Artikel ini di buat sekitar enam belas tahun yang lalu? Tapi bagaimana bisa artikel nya masih ada? Bukankah seharusnya artikel yang sudah lama akan di hapus otomatis oleh pihak pencipta web nya?" Trish bergumam, ada sedikit rasa bingung yang menghampiri otak nya. Namun lagi-lagi hal itu tidak penting untuk saat ini. Ia harus kembali fokus pada isi dari artikel yang di temukan oleh nya.

__ADS_1


Trish menggulir layar di hadapan nya, membaca kembali lanjutan dari artikel yang di temukan oleh nya. Dan ketika membaca isi artikel itu, ia di kejutkan dengan sebuah fakta yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh nya. Kejadian seperti yang tengah melanda dunia saat ini, ternyata sempat terjadi beberapa tahun yang lalu. Kejadian yang sama persis.


Selesai membaca artikel temuan nya, Trish lantas terdiam. Berusaha mengingat kejadian enam belas tahun silam itu. Ia berusaha mengingat-ingat mengenai tragedi yang sama, yang pernah di alami dunia pada tahun 2142 itu.


"Jika di ingat-ingat kalau tidak salah tahun 2142 ini, adalah awal dari terbentuknya para evolver. Para manusia yang memiliki kemampuan luar biasa yang kemudian di sebut sebagai evolver atau manusia evolusi dengan dua kemampuan istimewa yang mereka miliki. Ya, kalau tidak salah benar! Dan saat itu, manusia masih hidup sebagai manusia normal atau manusia murni yang tidak memiliki kemampuan apapun," Trish bergumam, ia mulai mengingat sedikit demi sedikit mengenai apa yang terjadi beberapa belas tahun silam itu.


"Dan kalau tidak salah, pada beberapa tahun berikutnya. Setelah kejadian itu, orang-orang yang sempat menghilang. Itu kembali secara tiba-tiba, dan pada saat itu mereka sudah memiliki kemampuan.…"


"…Jika memang kejadian ini terulang kembali, apa yang sebenarnya terjadi? Masalahnya di sini, yang hilang adalah para evolver, bukan manusia biasa seperti waktu itu…" Trish bergumam, otak nya sibuk berkutat dengan semua pertanyaan yang bermunculan di pikirannya.


"…Dan lagi, siapa sosok di balik semua ini? Siapa yang telah melakukan ini? Dan apa tujuan serta alasan nya melakukan semua ini? Aku sangat yakin, pasti ada seseorang di balik semua ini. Di balik semua tragedi dan kejadian yang sekarang tengah terjadi," gumam Trish lagi. Rasa penasaran perlahan mulai timbul pada diri nya. Rasa penasaran akan siapa yang telah melakukan semuanya, apa tujuan nya, dan mengapa mereka melakukan ini. Trish amat yakin. Karena tidak mungkin akan ada asap, jika tidak ada api. Semua pasti memiliki alasan dan semua pasti memiliki penjelasan. Namun di balik semua alasan dan penjelasan itu, masih menjadi suatu misteri yang bahkan membuat rasa penasaran nya semakin lekat dalam diri nya.


TAP-TAP-TAP!

__ADS_1


Seketika terdengar suara langkah kaki, memecahkan keheningan yang ada dan sontak membuat Trish yang tengah sibuk dengan teori nya, tiba-tiba tersadar dari lamunan nya. Ia terbelalak bukan main ketika telinga nya menangkap suara itu. Bergegas Trish mematikan ponsel nya, memasuk kan kembali benda itu ke dalam kantong celana yang di kenakan olehnya.


***


__ADS_2