Paradoxon : Fix In Posterum

Paradoxon : Fix In Posterum
Fix 24


__ADS_3

***


"Jadi apa?" Tanya Nero yang semakin penasaran. Dean kemudian kembali memutar kan kursi beroda yang tengah ia duduki, memutar nya kembali ke arah layar komputer yang kini berada di hadapan nya.


"Judul artikel yang aku temukan adalah ini," ucap Dean yang kemudian menunjuk ke arah salah satu artikel yang tertulis di sana. Dean menunjuk nya dengan menggunakan mouse yang di pegang oleh nya. Nero menatap ke arah tulisan biru yang kini tertulis dengan garis bawah di bagian bawah tulisan nya.


"Tragedi hilang nya ratusan ribu manusia secara tiba-tiba dan tidak di temukan sedikit pun jejak dari keberadaan mereka," Nero bergumam membaca judul nya.


"Sudah hampir satu jam aku mencari artikel ini, dan sudah banyak keyword yang aku coba. Namun setelah satu jam, akhir nya aku bisa menemukan artikel yang aku cari ini," jelas Dean. Nero menoleh ke arah diri nya yang menatap layar komputer nya dengan raut wajah amat serius.


"Lalu… untuk apa kau mencari tahu semua ini?" Tanya Nero yang mulai sedikit bingung. Dean menoleh ke arah nya.


"Aku ingin mencari kebenaran mengenai apa yang sebenar nya tengah terjadi."


"Tapi untuk apa? Seharusnya kau tidak perlu repot-repot mengurusi hal ini. Toh ini juga tidak ada sangkut paut nya dengan kita, bukan?"


"Ya, memang tidak. Tapi kau lupa? Setiap orang yang hilang dan di culik adalah para evolver, dan apakah kau tidak takut jika kau bisa jadi adalah salah satu target mereka? Kau juga kan evolver," kata Dean membuat Nero tersadar. Ia menatap Dean dengan raut wajah shock. "Oh dan lagi, mereka tidak akan mungkin menangkap ku. Karena aku adalah manusia biasa dan bukan evolver," sambung Dean.


"Oh kau benar! Bagaimana jika aku adalah salah satu target mereka?"


"Kau panik?"


"Tentu saja! Lagipula siapa yang tidak panik jika mereka merupakan target dari penculikan?"


"Ya, kau benar. Maka dari itu aku ingin tahu apa sebenarnya motif mereka menculik para evolver," ucap Dean yang kemudian menekan tombol enter yang langsung memuat layar artikel yang semula di tunjuk oleh nya. Artikel itu terbuka dan menampil kan utuh keseluruhan isi nya. "Nero! Lihat ini!" Ujar Dean dengan suara yang amat keras membuat Nero yang tampak terdiam sesaat tadi, sontak terkejut dan refleks menoleh ke arah diri nya.

__ADS_1


"Lihat! Ternyata hal ini pernah terjadi sebelum nya dengan kejadian beberapa tahun yang lalu," ucap Dean seraya menunjuk ke arah tanggal pembuatan artikel tersebut. Tahun 2142.


"Benarkah?" Nero menatap ke arah yang di tunjuk. "Kau benar," gumam nya kemudian.


"Hal ini pernah terjadi di tahun 2142," ucap Dean.


"Jika hal ini pernah terjadi sebelumnya, apakah itu berarti otak di balik semua ini juga adalah orang yang sama?" Tanya Nero spontan. Dean yang mendengar itu kemudian menoleh ke arah Nero.


"Bisa jadi benar, tapi siapa?"


"Aku tidak tahu," sahut Nero seraya mengedik kan bahu nya. "Coba kau cari, apakah ada artikel lain yang terkait dengan artikel ini?" Kata Nero.


"Tidak ada."


"Huh? Apa maksudmu tidak ada?"


"Benarkah?"


"Ya. Karena kau tahu sendiri bukan, jika setiap artikel yang di muat di web akan otomatis terhapus jika sudah lebih dari empat sampai enam tahun," kata Dean.


"Ah ya, kau benar. Tapi… bukankah artikel ini di buat tahun 2142? Jika benar, itu artinya artikel ini di tulis sekitar enam belas tahun yang lalu. Lalu bagaimana bisa artikel ini masih ada?" Nero mengerut kan kening nya bingung. Dean yang mendapati pertanyaan dari Nero itu lantas terdiam membenar kan ucapan nya.


"Kau benar, ini aneh. Kenapa bisa ya?"


"Benar. Aneh kan?" Ucap Nero yang kemudian memfokus kan diri menggeser layar artikel itu ke bawah dengan menggunakan mouse yang semula di genggaman oleh Dean. Tapi sekarang berada dalam genggaman nya. Nero membaca keseluruhan artikel itu, membaca semua nya dari awal sampai benar-benar di akhir. Sementara itu, Dean sekarang malah terdiam dan sibuk dengan lamunan nya. Lelaki itu termenung tampak tengah memikir kan sesuatu yang entah apa, Nero tidak tahu. Nero yang semula tampak tidak sadar dengan tingkah aneh Dean lantas tersadar ketika secara tidak sengaja mata nya melirik sekilas ke arah Dean.

__ADS_1


"Dean?! Kau kenapa?" Tanya Nero, tapi tidak ada jawaban dari lelaki yang menjadi teman sekamar nya itu. "Dean!" Nero menepuk keras pundak Dean membuat lelaki itu seketika sadar dari lamunan nya. Dean menoleh refleks ke arah Nero yang menatap nya dengan raut wajah bingung bercampur rasa khawatir.


"A-ah ya? Ada apa?" Tanya Dean bingung.


"Kau ini kenapa? Jangan sering melamun seperti itu! Jangan membuat ku khawatir!" Tukas Nero dengan raut wajah sedikit kesal. Nero hanya takut jika Dean tiba-tiba kerasukan makhluk yang tidak di ingin kan oleh nya.


"Ah itu…" Dean terdiam untuk sesaat, sedikit enggan untuk bercerita karena ia juga masih ragu akan pemikiran nya.


"Kenapa?" Tanya Nero yang tampak menunggu jawaban dari nya. Dari warna suara yang di lihat nya, Nero bisa melihat jika Dean tampak ragu untuk bercerita mengenai apa yang berada dalam pikiran nya saat ini. "Jangan ragu untuk bercerita, karena aku akan mendengar kan setiap cerita mu," kata Nero yang spontan membuat Dean menoleh ke arah nya.


"A-ah ya, aku lupa mengenai kemampuan Nero yang satu itu. Tampak nya aku belum cukup terbiasa dengan sinestesia milik nya," batin Dean.


"Dean!" Nero mulai sebal karena Dean masih terdiam.


"Oh, begini… entah kenapa aku merasa jika kasus ini ada hubungan nya dengan mimpi yang aku alami," jelas Dean.


"Mimpi?" Beo Nero sedikit mengerutkan kening nya. "Tunggu! Mimpi yang kau maksud itu, apakah mimpi yang selama ini sering kau alami? Yang setiap kali kau bangun kau selalu berteriak memanggil mama mu?" Tebak Nero.


"Iya."


"Kau sudah berhasil mengingat mimpi nya? Apa isi mimpi nya?" Tanya Nero yang membuat mereka beralih topik.


"A-ah mengenai itu… aku juga belum ingat dengan jelas mengenai mimpi yang aku alami," Dean menggaruk tengkuk nya.


"Huft~ aku kira, kau sudah mengingat nya," Nero menghela napas berat. Warna suara Dean, membuat Nero sedikit kecewa karena pertanyaan yang selama ia nanti kan ternyata belum jika mendapatkan jawabannya.

__ADS_1


***


__ADS_2