Paradoxon : Fix In Posterum

Paradoxon : Fix In Posterum
Fix 40


__ADS_3

***


"Dia sudah meninggal beberapa tahun yang lalu," jelas wanita di hadapan nya itu, membuat Trish terkejut dan seakan kehilangan harapan nya dalam seketika.


"Apa?" Ucap nya terbelalak. Wajah nya yang semula tampak berseri-seri kini berubah murung ketika mengetahui jika reporter yang di cari nya itu, ternyata sudah meninggal.


"Ya, kau tidak salah dengar. Dia sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, ku dengar dia meninggal karena penyakit jantung nya semakin parah dan ia meninggal di rumah sakit saat itu," tutur wanita itu yang kemudian beranjak dari tempat duduk nya, menaruh beberapa mangkuk kotor yang ada di hadapan Trish ke arah meja besar yang mirip seperti meja bar di sana. Wanita itu lalu menauh mangkuk-mangkuk kotor nya di sana.


Tidak perlu waktu lama untuk Trish mendapat kan asal redaksi mana website itu di tulis dan nama reporter yang menulis nya siapa, karena dengan bantuan kenalan nya yang merupakan seorang evolver dengan kekuatan kecerdasan hacking. Ia bisa tahu dengan cepat mengenai semua informasi yang Trish butuh kan. Dan sudah satu hari ia mencari tambahan informasi yang ia butuh kan. Trish meminta bantuan dari salah seorang polisi untuk mencari informasi mengenai data diri dari reporter yang di cari nya. Tidak mudah bagi Trish untuk mendapat informasi data diri mengenai reporter yang di cari nya, pasal nya terkait informasi data pribadi tentu nya akan sangat sulit untuk di berikan pada sembarang orang, apalagi jika tidak dengan tujuan yang jelas di mata hukum. Tapi setelah berusaha sekeras mungkin, akhir nya Trish mendapat kan informasi mengenai reporter tersebut.


Dan setelah mengetahui informasi tersebut, Trish lalu berusaha mendatangi setiap orang yang dekat dan kenal dengan reporter tersebut untuk menanya kan banyak hal mengenai reporter yang di cari nya.


Setelah mendatangi satu persatu orang yang dekat dengan reporter tersebut, akhir nya Trish mendapat kan kepingan lain dari setiap teka-teki yang selama ini tengah berusaha ia pecah kan. Sampai akhir nya, di sinilah dia. Di tempat dimana sahabat dekat dari reporter yang menulis artikel itu tinggal. Wanita yang mana merupakan sahabat nya itu, kini bekerja sebagai seorang pemilik restoran cepat saji yang letak nya berada di pinggiran kota.


"Benarkah? Lalu apakah kau tahu di rumah sakit mana dan kapan dia meninggal?" Tanya Trish pada nya lagi. Wanita itu terdiam untuk sesaat, berusaha untuk mengingat-ingat lebih dulu sebelum menjawab.

__ADS_1


"Ng… tidak. Aku tidak tahu di rumah sakit mana dia meninggal, karena saat itu dia sakit parah dan harus di rawat selama beberapa bulan di rumah sakit, dan kebetulan juga pada saat itu aku mendapat kan tugas untuk melakukan wawancara di luar kota yang membuat ku harus pergi selama beberapa bulan. Saat itu tidak ada yang memberitahu kan pada ku jika dia meninggal dan aku baru tahu setelah aku pulang dan secara tidak sengaja bertemu dengan suami nya di jalan," jelas nya.


"Benarkah?"


"Iya."


"Lalu bagaimana dengan suami nya? Apakah dia tahu mengenai artikel yang di tulis nya?"


"Tentu saja dia tahu, karena saat itu. Saat dia menulis artikel tersebut banyak sekali orang yang mengecam dan meminta pihak redaksi untuk menghapus artikel itu. Artikel nya memang di hapus setelah ia harus terjebak lebih dulu dalam masalah dan persidangan akibat tulisan nya. Padahal jika aku pikir-pikir lagi, tidak ada yang salah dengan tulisan yang ia buat. Padahal tulisan nya sesuai dengan apa yang sedang terjadi, tapi masyarakat seolah-olah menganggap jika membahas itu adalah sesuatu yang tabu, maka dari itu banyak sekali orang yang meminta untuk pihak redaksi agar menghapus nya. Dan bahkan ada sebuah petisi yang di tandatangani oleh ratusan ribu orang di seluruh penjuru dunia yang meminta nya untuk di hapus, dan artikel nya di hapus secara permanen dari web," jelas wanita itu lagi. Ia lantas meraih satu lap di sana kemudian menghampiri satu meja yang tampak paling kotor. Wanita itu kemudian mengelap meja nya.


Sementara wanita itu sibuk dengan pekerjaan nya, beda hal nya dengan Trish yang kini sibuk dengan pikiran nya. "Ini benar-benar aneh, jika memang artikel itu sudah di hapus secara permanen tapi kenapa masih ada? Bahkan setelah enam belas tahun berlalu?" Batin nya.


"A-ah, itu… aku hanya penasaran saja."


"Memang nya kau tahu dari mana mengenai artikel itu?"

__ADS_1


"Ng itu… ah itu tidak penting. Oh ya, lalu bagaimana dengan tempat tinggal suami nya sekarang? Apakah kau mengetahui nya?"


"Suami nya juga sudah meninggal selang satu tahun setelah kematian istri nya. Kau tahu mengenai kasus bunuh diri di salah satu gedung hotel beberapa belas tahun yang lalu?"


"Beberapa belas tahun yang lalu?…" Trish terdiam untuk sesaat mencoba untuk mengingat-ingat. "Oh ya, aku ingat," sahut nya kemudian ketika ia ingat akan kasus tersebut.


"Nah itu adalah kasus kematian dari suami nya."


"Benarkah? Jadi dia bunuh diri?"


"Ya, karena menurut berita burung yang aku dapat. Pekerjaan nya jadi tidak berjalan lancar, dia frustasi di tambah ia sangat terpukul atas kematian istri nya. Sampai-sampai ia gila dan sempat beberapa kali berusaha untuk bunuh diri tapi gagal, dan setelah percobaan bunuh diri nya yang ke sepuluh kali, ia baru Benar-benar mati."


"Ah, begitu ya…" Trish menganggapi, sekarang keadaan nya semakin rumit. Bukan hanya mengenai mengapa artikel itu bisa masih ada sampai saat ini, tapi juga karena mungkin saja usaha nya ini akan sia-sia karena dua orang yang akan menjadi sumber informasi nya itu, sudah meninggal, bahkan sebelum Trish menanya kan nama nya secara langsung.


"Oh lalu… bagaimana dengan keluarga nya yang lain? Apakah kau tahu mengenai mereka? Mungkin saja kerabat, saudara atau… anak nya mungkin yang masih hidup sampai saat ini?" Tanya Trish hati-hati. Wanita itu terdiam, ia lantas berdiri tegap. Sebelah tangan nya berkacak pinggang, ia lantas terdiam untuk sesaat seraya mengerut kan kening nya.

__ADS_1


"Jika aku tidak salah, mereka memiliki seorang anak perempuan," final nya ketika ia mulai mengingat sesuatu. Mendengar itu Trish seketika mengulum senyum, ia seakan mendapat kan satu titik terang yang akan membawanya menuju jawaban yang diinginkannya.


***


__ADS_2