Paradoxon : Fix In Posterum

Paradoxon : Fix In Posterum
Fix 35


__ADS_3

***


Fokus Dean dan Taz seketika tersita saat secara tiba-tiba, walkie talkie di tangan nya itu berbunyi menandakan sebuah panggilan masuk yang berasal dari walkie talkie yang semula di pegang oleh Vicenzo. Mendengar walkie talkie nya berbunyi, bergegas Dean mengangkat nya; membuat sambungan nya seketika terhubung dengan seseorang di seberang sana.


"Dean, masuk!" Terdengar suara Nero di seberang sana. Dean dan Taz dapat mendengar nya dengan sangat amat jelas dan jernih.


"Nero?"


"Dean, syukurlah walkie talkie nya masih berfungsi," Nero menghela napas lega di sana. Dean dan Taz dapat mendengarnya dengan sangat jelas.


"Nero, apakah kalian baik-baik saja?" Tanya Taz mengalih kan pembicaraan.


"Huh? Oh, aku dan Vice baik-baik saja."


"Syukurlah, kami senang mendengar nya," sahut Dean.


"Iya. Kami di bantu oleh beberapa orang yang… kuat? Ah, aku tidak tahu harus menggunakan kata apa untuk menggambarkan nya. Ah, ngomong-ngomong kalian dimana? Apakah kalian masih mengikuti pak Trish?"


"Tidak. Kami sedang mencari keberadaan mu dan Vice. Sekarang kalian dimana? Kami sudah berada sangat jauh sampai kami entah tiba dimana," Dean celingukan. Yang di lihat nya sejauh mata memandang adalah tong sampah dan gang-gang sempit yang serupa.


"Huh? Benarkah?"


"Iya. Dan sekarang kami tersesat entah sampai di mana. Di tambah lagi, kami terpisah dengan Marko."


"Lho? Bagaimana bisa kalian terpisah dengan Marko?"


"Tadi Marko memutus kan untuk mencari keberadaan kalian lebih dulu dengan mengguna kan kekuatan nya, tapi karena tidak ingin menunggu lebih lama, akhir nya kami memutus kan untuk mencari kalian juga lewat jalur darat. Tapi tanpa di sangka, kami malah terpisah," jelas Dean panjang lebar.


"Ah, begitu ya."


"Iya. Oh dan sekarang secara tidak sengaja kami menemu kan beberapa orang berjas hitam yang melangkah dengan pakaian yang berantak kan. Salah satu di antara nya, memakai pakaian compang-camping seperti habis terbakar," Dean melirik sekilas ke arah beberapa pria yang di lihat nya itu. Beberapa pria yang kini berjalan gontai beriringan dengan salah satu di antara nya berjalan dengan cara di papah. Sementara itu, Nero yang mendengar ucapan Dean lantas tampak sangat terkejut bercampur cemas di seberang sana.

__ADS_1


"Apa kau bilang? Berarti kalian berada tidak jauh dari tempat ku berada," ujar Nero.


"Huh? Benarkah?"


"Iya."


"Lalu, dimana kau sekarang? Tunjuk kan pada kami jalan nya, aku dan Taz akan segera datang dan menemui mu," ujar Dean.


"Ng... Mengenai hal itu sendiri, aku tidak terlalu ingat. Karena saat itu, aku dan Vice sedang tergesa-gesa. Maka dari itu, aku tidak terlalu ingat," jelas Nero di seberang sana.


"Ah, begitu ya," Dean menanggapi. Taz yang sejak tadi hanya menyimak, lantas memandang ke arah Dean di samping nya.


"Sekarang, apa yang harus kita lakukan?" Tanya nya pada Dean.


"Entahlah, aku sendiri juga bingung harus bagaimana," sahut Dean.


"Begini saja teman-teman! Kalian tunggu saja di sana. Aku yang akan menjemput kalian di sana."


"Huh? Tapi bagaimana cara nya? Bukankah kau bilang, kau tidak ingat jalan nya?"


"Huh? Siapa orang yang kau maksud itu?" Tanya Dean.


*


Marko melangkah menuju dinding pembatas di sana. Ia kemudian berusaha untuk mencari keberadaan Nero dan ke tiga sahabat nya yang lain dari atas sana. Ia mulai mengedar kan pandangan nya dan mulai mencari keberadaan ke empat nya, sampai kemudian ia menangkap sesuatu disana. Tak jauh dari tempatnya saat ini.


"I-itu? Bukankah itu Nero dan Vicenzo? Ah, akhir nya aku menemu kan mereka," ucap nya kegirangan. Senyuman terukir di wajah nya. Melihat Nero dan Vicenzo berada di bawah sana, benar-benar membuat energi yang ia miliki seakan naik kembali sampai ke ubun-ubun nya.


"Aku harus segera temui mereka," gumam nya yang kemudian melayang dengan kekuatan nya, lantas terbang menuju ke bawah. Tepat ke tempat dimana Vicenzo dan Nero berada bersama dengan tiga orang asing yang entah siapa, Marko belum menyadari secara jelas sosok mereka.


*

__ADS_1


"Tadi Marko memutus kan untuk mencari keberadaan kalian lebih dulu dengan mengguna kan kekuatan nya, tapi karena tidak ingin menunggu lebih lama, akhir nya kami memutus kan untuk mencari kalian juga lewat jalur darat. Tapi tanpa di sangka, kami malah terpisah," jelas Dean panjang lebar di seberang sana.


"Ah, begitu ya."


"Iya. Oh dan sekarang secara tidak sengaja kami menemu kan beberapa orang berjas hitam yang melangkah dengan pakaian yang berantak kan. Salah satu di antara nya, memakai pakaian compang-camping seperti habis terbakar."


"Apa kau bilang? Berarti kalian berada tidak jauh dari tempat ku berada," ujar Nero dengan raut wajah terkejut, sesaat ia melirik pada Rei dan kedua rekan nya yang lain; yang kini berdiri di hadapan nya.


"Huh? Benarkah?"


"Iya."


"Lalu, dimana kau sekarang? Tunjuk kan pada kami jalan nya, aku dan Taz akan segera datang dan menemui mu."


"Ng... Mengenai hal itu sendiri, aku tidak terlalu ingat. Karena saat itu, aku dan Vice sedang tergesa-gesa. Maka dari itu, aku tidak terlalu ingat," jelas Nero.


"Ah, begitu ya," Dean menanggapi. Untuk sesaat, mereka terdiam. Nero tampak berusaha memikirkan cara untuk menuntun kedua sahabat nya itu untuk datang ke tempat dimana diri nya berada saat ini.


"Bagaimana ini ya? Apa yang harus aku lakukan agar mereka bisa menemukan aku, sementara aku saja tidak tahu jalan kembali ke tempat semula aku datang," pikir Nero, terdiam untuk sesaat.


"Kau tidak perlu khawatir, Will akan membantu mereka menemukan jalan nya," ujar Rei yang spontan membuat Nero terkejut. Menatap nya dengan raut wajah yang benar-benar kaget. Untuk kedua kali nya, pria itu bisa membaca pikiran nya.


"Jangan terkejut seperti itu. Dia bukan evolver biasa," ujar si merah muda pada Nero yang seakan tahu jika diri nya tengah kebingungan.


"Cepat beritahu dia," ujar Rei pada Nero yang hanya di jawab dengan angguk kan kepala oleh nya.


"Begini saja teman-teman! Kalian tunggu saja di sana. Aku yang akan menjemput kalian di sana."


"Huh? Tapi bagaimana cara nya? Bukankah kau bilang, kau tidak ingat jalan nya?"


"Ada seseorang yang akan membantu ku untuk bisa bertemu dengan kalian," ujar Nero.

__ADS_1


"Huh? Siapa orang yang kau maksud itu?" Tanya Dean yang kebingungan.


***


__ADS_2